Nilai-nilai budaya lokal yang terkandung dalam Tari Tor-Tor mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat Batak, mulai dari sistem kepercayaan, norma sosial, hingga pandangan hidup yang perlu dilestarikan di tengah perkembangan teknologi masa kini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap nilai-nilai budaya lokal yang terkandung dalam Tari Tor-Tor melalui pendekatan historis, serta menganalisis peran tarian tersebut dalam mempertahankan warisan leluhur budaya Batak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan historis untuk menelusuri perkembangan Tari Tor-Tor dan nilai-nilai budaya yang melekat padanya dari masa ke masa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari tor – tor bukan sekadar pertunjukan estetis, melainkan simbol nilai-nilai budaya local yang mendalam, seperti kebersamaan, penghormatan kepada leluhur, spiritualitas, dan identitas komunal. Secara historis, tarian ini berfungsi sebagai media komunikasi dengan alam dan roh leluhur, terutama dalam ritual adat seperti pernikahan, kematian, atau penyembahan. Gerakan, musik, dan kostumnya sarat makna filosofis. Perkembangan zaman menggeser sebagian konteks sakral Tari Tor-Tor ke ranah hiburan, tetapi nilai-nilai dasarnya tetap dipertahankan sebagai bentuk resistensi terhadap erosi budaya. Pelestarian Tari Tor-Tor memerlukan dukungan multidimensi, baik melalui dokumentasi sejarah, transmisi generasi muda, maupun integrasi dengan pendidikan formal, agar warisan ini tetap relevan. Dengan demikian, penelitian ini mempertegas bahwa Tari Tor-Tor adalah manifestasi hidup dari nilai-nilai leluhur Batak yang perlu dijaga keberlangsungannya sebagai identitas budaya Indonesia.