Yearta Kurnia Zalifah
Universitas Pembangunan Nasional “ VETERAN” Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Yuridis Terhadap Wanprestasi dalam Perjanjian Kredit pada Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi: Studi Putusan Nomor 150/Pdt.G/2021/PN Cbi Yearta Kurnia Zalifah; Lufna Nandita; Putri Pinasti; Aqila Aulia Rachma; Dwi Desi Yayi Tarina
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.930

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis segala bentuk wanprestasi serta pertimbangan hakim dalam menyelesaikan permasalahan terkait wanprestasi pada perjanjian kredit berbasis digital. Metode penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dan dilengkapi dengan putusan pengadilan. Hasil penelitian ini menunjukkan Layanan Pinjam Meminjam Uang semakin hari semakin berkembang teknologinya salah satunya dengan adanya Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi. Namun dengan perkembangan yang ada diikuti resikonya, salah satunya resiko wanprestasi (ingkar janji) yang dapat dilakukan oleh seorang debitur. Wanprestasi dalam perjanjian kredit digital dalam kasus ini tidak hanya mencakup keterlambatan pembayaran tetapi juga pelanggaran terhadap klausul perjanjian, yang mana ketidakpatuhan debitur dalam memenuhi kewajiban pembayaran cicilan dan ketidakjelasan mekanisme penagihan. Bahwa terjadinya wanprestasi ini diakibatkan oleh ketidakseimbangan posisi antar para pihak, kurangnya pemahaman debitur maupun klausul perjanjian yang tidak transparan. Maka dari itulah diperlukan penegasan perlindungan hukum bagi debitur maupun kreditur. Berdasarkan analisis yang sudah dilakukan menyatakan bahwa wanprestasi tidak hanya terbatas pada keterlambatan pembayaran, tetapi juga mencakup pelanggaran prinsip-prinsip hukum kontrak yang mendasar.
Analisis Hukum Peralihan Hak Milik Atas Tanah Melalui Hibah Untuk Anak di Bawah Umur (Studi Kasus: Permohonan Nomor 1284/Pdt.G/2021/PA.Bpp) Yearta Kurnia Zalifah; Uzie Valerie; Aqila Aulia Rachma
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.963

Abstract

Granting land ownership to minors through a donation (hibah) remains a common legal occurrence in Indonesia, yet it poses legal complexities due to the minor’s incapacity to act independently under the law. Indonesian legislation considers minors legally incapable of conducting or receiving legal transactions, including the transfer of land ownership. This research aims to examine the legal safeguards provided for minors receiving land grants and the legitimacy of such grants according to current legal frameworks. Using a normative legal approach supported by a case study of Decision Number 1284/Pdt.G/2021/PA.Bpp at the Balikpapan Religious Court, this study finds that land donations to minors are legally permissible if a court-appointed legal guardian is in place. The guardian acts on the child’s behalf in administrative matters such as name transfer at the National Land Agency (BPN). The existence of such legal guardianship ensures both the legality of the land transfer and the protection of the minor’s property rights. The study emphasizes the central role of guardianship and upholding the best interests of the child in all legal actions involving minors.