Nabella Enita Putri Firnanda
Universitas Sunan Giri Surabaya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tadarus Gen-Z : Gerakan Membangun Ulang Rasa Cinta Generasi Muda Kepada Al-Qur’an dalam Bulan Ramadhan Di Musholla An-Nur Wonocolo Nelud Darajaatul Aliyah; Nabella Enita Putri Firnanda; Ayda Fitria Balqis
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1115

Abstract

Di era digital ini yang serba cepat, masalah yang sering di hadapi oleh generasi muda ialah penurunan minat membaca al-qur’an. Aktivitas tadarus Al-Quran di Musholla An-Nur Wonocolo, Surabaya memiliki potensi besar untuk melakukan peran ini karena berada di pusat aktifitas keagamaan di kalangan santri putri. Dengan dilaksanakannya kegiatan tadarus Al- Quran memberikan wadah khusus bagi generasi muda agar lebih fokus pada tadarus Al- Quran sebagai cara untuk mencegah pengurangan nilai-nilai religius dan moral di masyarakat. Aktivitas ini memakai metode Penelitian Participatory Action Research (PAR) yang bertujuan untuk belajar dalam mengatasi isu-isu serta memenuhi kebutuhan nyata masyarakat. Selain itu, juga berfokus pada penciptaan pengetahuan dan proses transformasi sosial dalam konteks agama. Dengan adanya aktivitas tadarus al-qur’an dan pembelajaran tajwid pada bulan ramadhan yang diadakan oleh tim pengabdi di musholla Wonocolo dapat meningkatkan kemampuan generasi muda ketika membaca al-qur’an yang menekankan fasaha dan tajwid. Aktivitas ini bukan hanya mengembangkan kualitas bacaan al-qur’an, tetapi juga membantu meningkatkan kesadaran agama dan minat generasi muda menjadi lebih aktif dengan aktivitas tadarus al-qur’an pada bulan ramadhan. Seiring perkembangan waktu, aktivitas tadarus al-qur'an juga mengalami banyak pembaruan positif, seperti kemampuan untuk lebih dekat kepada Allah, membaca al-qur'an dengan benar selaras dengan pengucapan makhrijul huruf, sifat-sifat huruf, serta tajwid. Hal ini penting karena tidak semua santri memiliki tingkat kemampuan yang sama dalam pelafalan, sehingga akan ada variasi dalam setiap huruf yang diucapkan. Kegiatan tadarus ternyata memberikan dampak positif yang besar di tengah era penurunan minat generasi muda terhadap kegiatan tadarus al-qur’an yang terjadi saat ini
Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (Kbc) Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Ma Nur Al-Jadid Waru Sidoarjo Nur Aniqa Pernaningtik; Alif Akbar Maulana; Nabella Enita Putri Firnanda; Nizam Ramadhan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6771

Abstract

Pendidikan agama islam memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kepribadian peserta didik. Namun, pembelajaran PAI masih cederung berorientasi pada aspek kognitif dan belum sepenuhnya menyentuh dimensi afektif serta spiritual. Salah satu pendekatan yang relevan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah penerapan kurikulum berbasis cinta, yaitu kurikulum yang menekankan nilai kasih sayang, empati, keteladanan dan hubungan humanis dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kurikulum berbasis cinta dalam pembelajaran agama islam di MA Nur Al-Jadid, menganalisis dampaknya terhadap karakter peserta didik, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui proses observasi, wawancara dan dokumentasi di MA Nur Al-Jadid diwujudkan melalui pendekatan pembelajaran humanis, keteladanan guru, integrasi nilai kasih sayang dalam materi PAI, serta penerapan iklim belajar terhadap peningkatan sikap religius, empati social dan kedisiplinan peserta didik.
Studi Literatur Mengenai Peran Model Pembelajaran dan Kecerdasan Emosional terhadap Capaian Hasil Belajar Siswa Tingkat SMP Didit Darmawan; Niswatun Toyyibah; Nabella Enita Putri Firnanda
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i3.16523

Abstract

Pendidikan adalah proses yang dilaksanakan dengan terencana dan terorganisir untuk meningkatkan pemahaman, sikap, serta keterampilan siswa agar mampu menghadapi tuntutan kehidupan. Realitas empiris di lingkungan pendidikan menunjukkan bahwa capaian hasil belajar sebagian siswa pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) masih belum mencapai tingkat optimal. Kondisi tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh keterbatasan variasi model pembelajaran yang diterapkan, tetapi juga berkaitan dengan rendahnya kemampuan siswa dalam meregulasi emosi. Di samping itu, aspek motivasi intrinsik serta kecakapan dalam menjalin interaksi sosial turut memengaruhi efektivitas proses belajar yang dijalani. Penelitian ini diarahkan untuk mengkaji secara mendalam keterkaitan antara penerapan model pembelajaran dan kecerdasan emosional terhadap capaian hasil belajar siswa SMP dengan menggunakan metode studi literatur (literature review). Temuan dari penelusuran berbagai sumber ilmiah mengindikasikan bahwa implementasi model pembelajaran yang adaptif dan kontekstual mampu menstimulasi partisipasi aktif, interaksi kolaboratif, serta pemahaman konsep siswa. Di sisi lain, kecerdasan emosional memiliki kontribusi krusial dalam membantu siswa mengelola afeksi, mempertahankan motivasi intrinsik, menumbuhkan empati, serta membina relasi sosial yang konstruktif. Sinergi antara strategi pembelajaran yang tepat dan pengembangan kompetensi emosional ini menciptakan pengalaman belajar yang lebih komprehensif dan efektif, yang tidak hanya mengoptimalkan pencapaian akademik, tetapi juga menguatkan keterampilan sosial, pengaturan diri, dan karakter positif siswa. Keywords: model pembelajaran, kecerdasan emosional, hasil belajar, sekolah menengah pertama, studi literatur