Perkembangan teknologi digital yang pesat membawa dampak signifikan dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam hal moralitas. Krisis moral di era digital ditandai dengan meningkatnya perilaku menyimpang seperti individualisme, hedonisme, penyebaran hoaks, dan degradasi nilai-nilai etika. Kondisi ini menuntut adanya solusi yang komprehensif dan berbasis nilai untuk membangun kembali karakter individu dan masyarakat. Bimbingan dan penyuluhan Islam hadir sebagai salah satu alternatif solusi strategis yang dapat memberikan arah dan nilai moral berlandaskan ajaran Islam. Melalui pendekatan spiritual, edukatif, dan psikologis, bimbingan dan penyuluhan Islam mampu menanamkan nilai-nilai keimanan, akhlak mulia, serta kesadaran akan tanggung jawab sosial dan etika digital. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi ceramah, diskusi kelompok, konseling individu, hingga pemanfaatan media digital secara positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran dan efektivitas bimbingan serta penyuluhan Islam dalam merespons krisis moral yang terjadi di masyarakat digital, khususnya di kalangan remaja dan generasi muda. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan Islam yang bersifat holistik, kontekstual, dan adaptif dapat menjadi pilar penting dalam membentuk pribadi yang berkarakter, beretika, dan memiliki kontrol diri yang kuat di tengah arus informasi yang bebas. Oleh karena itu, integrasi antara teknologi dan nilai-nilai Islam dalam bimbingan dan penyuluhan perlu terus dikembangkan sebagai langkah preventif dan kuratif terhadap tantangan moral di era digital.