Habib Mustofa
Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Minat Petani terhadap penggunaan Paenibacillus polymyxa sebagai pengendali Serangan Jamur Blas (Pyricularia oryzae) pada Tanaman Padi Habib Mustofa; Sukadi Sukadi; Ananti Yekti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1346

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi minat petani dalam menggunakan Paenibacillus polymyxa sebagai pengendali serangan jamur blas (Pyricularia oryzae) pada tanaman padi di Kalurahan Girijati, Kapanewon Purwosari, Kabupaten Gunung Kidul. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei terhadap 36 petani padi yang dipilih melalui teknik random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, seluruh variabel independen yang diteliti memiliki pengaruh signifikan terhadap minat petani. Namun secara parsial, hanya peran kelompok wanita tani yang menunjukkan pengaruh signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis kelompok, khususnya yang melibatkan kelompok wanita tani sebagai fasilitator lokal, mampu membangun kepercayaan dan meningkatkan adopsi teknologi hayati oleh petani. Sementara itu, peran penyuluh dan faktor individu seperti umur, pendidikan formal, pendidikan nonformal, pengalaman usaha, luas lahan, pendapatan, minat petani dalam menggikuti penyuluhan, kekerapan mengikuti penyuluhan belum memberikan pengaruh signifikan secara langsung. Oleh karena itu, strategi pengembangan adopsi teknologi pertanian ramah lingkungan perlu difokuskan pada penguatan kelembagaan petani dan dukungan kolaboratif di tingkat lokal.