Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA RESPONS PETANI DENGAN UPAYA PENGENDALIAN PENYAKIT BLAS (Pyricularia oryzae) Fitria Isnayanti; Siti Astuti; Sukadi
JURNAL TRITON Vol 10 No 1 (2019): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara respons petani dengan upaya pengendalian penyakit blas (Pyricularia oryzae). Kajian dilaksanakan pada bulan Februari – Juli 2019 di Desa Sumberharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman. Kajian bersifat deskriptif dengan teknik survei dan pengambilan sampel secara propotional random sampling pada petani yang pernah mengikuti kegiatan SL-PHT. Analisis data menggunakan korelasi Rank Spearman. Hasil kajian menunjukkan bahwa respons petani pada komponen kognitif, afektif, dan konatif semua termasuk kategori tinggi, sedangkan upaya pengendalian termasuk kategori sedang. Hasil uji korelasi Rank Spearman untuk respons kognitif, afektif, dan konatif masing-masing sebesar 0,387, 0,333, dan 0,447 signifikan pada taraf kepercayaan 0,05 dan 0,01. Artinya bahwa petani sangat respons dengan upaya pengendalian penyakit blas tetapi belum maksimal dalam penerapannya. Upaya yang dilakukan agar penerapan blas pengendalian dilakukan secara optimal adalah dengan pemberdayaan petani dalam pencegahan munculnya penyakit salah satunya dengan pemupukan sesuai rekomendasi.
Pengaruh Karakteristik Inovasi Terhadap Persepsi Peternak Dalam Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) Urine Sapi Potong di Desa Bumiharjo Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang Sukadi Sukadi; Arum Wulandari; Nurdayati Nurdayati; Supriyanto Supriyanto
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 19, No 35 (2022): Juli
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v19i35.836

Abstract

ABSTRAKPenelitian dilaksanakan pada Maret sampai Mei 2021 di Desa BumiharjoKecamatan Borobudur Kabupaten Magelang. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui persepsi peternak terhadap pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) urinesapi potong dan untuk mengetahui pengaruh karakteristik inovasi terhadap persepsipeternak dalam pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) urine sapi potong. Teknikpengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling. Jumlah sampel dalampenelitian ini sebanyak 35 orang yang merupakan peternak sapi di Desa Bumiharjo.Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan observasi. Variabelyang diamati terdiri dari variabel independen yaitu karakteristik inovasi dan variabeldependen yaitu persepsi peternak. Metode analisis data yang digunakan adalahanalisis deskriptif menggunakan skala likert pada penentuan persepsi dan analisisstatistik dengan analisis regresi linier sederhana untuk mengetahui pengaruhkarakteristik inovasi terhadap persepsi peternak. Hasil dari analisis deskriptif yangdiperoleh menunjukkan bahwa persepsi peternak terhadap pembuatan PupukOrganik Cair (POC) urine sapi potong berada di kategori tinggi dengan nilai sebesar1.837. Hasil analisis regresi linier sederhana menunjukkan bahwa karakteristik inovasi(X) berpengaruh sangat signifikan (0,000<0,01) terhadap persepsi peternak (Y).ABSTRACTThis Research will be held from March 2021 to May 2021 in Bumiharjo Village,Borobudur District, Magelang Regency. This study aims to determine the perceptionof farmers on the manufacture of Liquid Organic Fertilizer (POC) of beef cattle urineand to determine the effect of the characteristics of innovation on the perception offarmers in the manufacture of Liquid Organic Fertilizer (POC) of beef cattle urine. Thesampling technique used is Simple Random Sampling. The number of samples in thisstudy were 35 people who were cattle breeders in Bumiharjo Village. Data collectiontechniques were carried out by means of interviews and observations. The observedvariables consisted of the independent variable, namely the characteristics ofinnovation and the dependent variable, namely the farmer's perception. The dataanalysis method used is descriptive analysis using a Likert scale in determiningperceptions and statistical analysis with simple linear regression analysis to determinethe effect of innovation characteristics on farmers' perceptions. The results of thedescriptive analysis obtained indicate that the perception of farmers on themanufacture of Liquid Organic Fertilizer (POC) of beef cattle urine is in the highcategory with a value of 1,837. The results of simple linear regression analysis showthat the characteristics of innovation (X) have a very significant effect (0.000 <0.01)on the perception of farmers (Y).Keywords : Perception, Liquid Organic Fertilizer (POC) beef cattle urine, simple linearRegression
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT ANGGOTA KELOMPOK WANITA TANI (KWT) PELANGI MAKMUR DALAM PENGEMBANGAN USAHA KERIPIK TEMPE DI DESA KARYA MAKMUR KECAMATAN PEMALI KABUPATEN BANGKA Endah Puspitojati; Izzah Annisa; Sukadi Sukadi
Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Vol. 18 No. 1 (2022): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52625/j-agr-sosekpenyuluhan.v18i1.213

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi minat anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Pelangi Makmur dalam pengembangan usaha keripik tempe. Penelitian dilaksanakan mulai November 2020 sampai dengan April 2021 di Desa Karya Makmur, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka. Metode penelitian dilakukan secara purposive baik di tingkat Kabupaten, Kecamatan, dan Desa. Sampel ditentukan secara sensus. Sampel dalam penelitian ini adalah anggota Kelompok Wanita Tani Pelangi Makmur (KWT) yang berjumlah 20 orang. Data diperoleh dengan wawancara dan menggunakan kuisioner yang disebarkan langsung ke anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Pelangi Makmur. Analisis statistik menggunakan Analisis Deskriptif dan Analisis Regresi Linear Berganda dengan pengujian hipotesis uji statistik T dan F. Hasil Analisis Deskriptif menunjukkan bahwa variabel usia, motivasi, dan minat memiliki kategori tinggi yaitu pada interval 77,78% - 100% sedangkan variabel pendidikan serta sarana dan prasarana memiliki kategori sedang yaitu pada interval 55,55% - 77,77%. Hasil Analisis Regresi Linear Berganda menunjukkan bahwa secara parsial faktor internal (motivasi) dan faktor eksternal (sarana dan prasarana) berpengaruh signifikan terhadap minat dalam pengembangan usaha keripik tempe. Secara simultan faktor internal dan faktor ekternal berpengaruh signifikan terhadap minat dalam pengembangan usaha keripik tempe. Berdasarkan hasil penelitian maka perlu dilakukan pemberdayaan untuk memotivasi anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) agar berminat dalam melakukan kegiatan promosi sebagai bentuk ikutserta dalam kegiatan pengembangan usaha keripik tempe sehingga diharapkan produksi meningkat dan pemasaran bisa meluas. Desain pemberdayaannya adalah peran penting dan strategi kegiatan promosi dalam pengembangan usaha untuk meningkatkan produksi dan meluaskan pemasaran.
A FARMERS' INTEREST IN IMPLEMENTING THE JAJAR LEGOWO PLANTING SYSTEM BATURETNO VILLAGE, KAPANEWON BANGUNTAPAN, BANTUL REGENCY: MINAT PETANI DALAM MELAKSANAKAN SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO DI KALURAHAN BATURETNO KAPANEWON BANGUNTAPAN, KABUPATEN BANTUL M Yusuf Muhajir; Sukadi; Sujono
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 17 No 2 (2022)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51852/jpp.v17i2.537

Abstract

ABSTRAK Kajian ini bertujuan untuk mengetahui minat petani dalam melaksanakan sistem tanam jajar legowo di Kalurahan Baturetno Kapanewon, Banguntapan, Kabupaten Bantul. Variabel minat yang diukur dalam kajian ini adalah minat kesenangan, minat perhatian, minat kesadaran dan minat kemauan. Kajian ini dilaksanakan pada bulan Januari – Juni 2022 di Kalurahan Baturetno dengan melibatkan 52 orang responden dari 7 perwakilan kelompok tani. Sampel dalam kajian ini ditentukan melalui Proportional Random Sampling dengan menggunakan rumus Nomogram Harry King dengan taraf signifikansi 90%. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam kajian ini menggunakan kuisioner, wawancara dan observasi. Teknik analisis kajian ini menggunakan analisis deskriptif. Hasil kajian minat petani dalam melaksanakan sistem tanam jajar legowo menunjukan bahwa untuk variabel minat kesenangan berada pada kategori tinggi dengan persentase capaian skor mencapai 68,83%, variabel minat perhatian berada pada kategori sedang dengan capaian skor 59,36%, variabel minat kesadaran mencapai 69,05% dan berada pada kategori tinggi, serta variabel minat kemauan memiliki nilai capaian skor 60,88% dengan kategori sedang. Berdasarkan hasil tersebut dilakukan penyuluhan dari desain pemberdayaan untuk meningkatkan minat perhatian petani melalui peningkatan pengetahuan dan sikap petani dalam melaksanakan sistem tanam jajar legowo sesuai rekomendasi. materi penyuluhan yang disampaikan adalah tentang pengaturan jarak tanam dan tanaman sisipan menggunakan alat caplak rotari dalam sistem tanam jajar legowo. Analisis hasil pemberdayaan dari pelaksanaan pre-test dan post-test menunjukan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan petani sebanyak 25,83% sedangkan untuk variabel sikap, meningkat sebanyak 22,45%. Kata Kunci: Caplak Rotari, Jajar Legowo, Minat
PERILAKU PETANI DALAM PENGENDALIAN HAMA TIKUS DENGAN TEKNOLOGI TRAP BARRIER SYSTEM PADA TANAMAN PADI SAWAH DI KABUPATEN SLEMAN Anggra Maulana; Sukadi; Siti Nurlaela
Agrica Ekstensia Vol 16 No 2 (2022): Edisi Desember
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55127/ae.v16i2.123

Abstract

Hama tikus masih menjadi musuh petani dalam budidaya padi, sementara itu teknologi pengendalian yang digunakan petani belum efektif untuk mengatasi hama tikus. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku petani dalam pengendalian hama tikus dengan teknologi Trap Barrier System (TBS) pada tanaman padi sawah yang meliputi pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani. Kajian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dan dianalisis secara deskriptif. Waktu pelaksanaan kajian selama 6 (enam) bulan yakni pada bulan Januari 2022 sampai Juni 2022 di Kalurahan Sumbersari Kapanewon Moyudan Kabupaten Sleman. Sampel dalam kajian ini berjumlah 42 orang yang ditentukan secara purposive random sampling. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa hanya 29% petani yang menerapkan teknologi TBS dalam pengendalian hama tikus. Perilaku petani dalam pengetahuan sedang (63%), sikap tinggi (75%) dan keterampilan sedang (59%). Penyuluhan dan pemberdayaan dilakukan untuk meningkatkan perilaku petani dalam pengendalian hama tikus dengan teknologi TBS.
PERAN KELOMPOK WANITA DALAM PENGEMBANGAN PETERNAKAN KAMBING PE: KONTRIBUSI TERHADAP PENCAPAIAN SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGs): The Role of Women's Groups in the Development of PE Goat Farming: Contribution to the Achievement of Sustainable Development Goals (SDGs) Rosa Zulfikhar; Budi Purwo Widiarso; Sukadi; Wardi
Wahana Peternakan Vol. 8 No. 1 (2024): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v8i1.1462

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lima variabel karakteristik inovasi, antara lain keuntungan relatif, keselarasan, kerumitan, dapat dicoba, dan dapat diamati, terhadap persepsi peran wanita dalam mengembangkan peternakan kambing Peranakan Etawa (PE) serta kontribusi pencapaian sustainable development goals (SDGs). Terdiri dari kelompok Wanita tani di Desa Ngargoretno, kecamatan Salaman, kabupaten Magelang. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara purposive berdasarkan pertimbangan bahwa kabupaten magelang digunakan untuk pengembangan kambing PE. Metode penelitian menggunakan analisis kuantitatif deskriptif untuk mendapatkan 30 anggota kelompok tani wanita sebagai responden. Selanjutnya variabel yang diteliti adalah karakteristik inovasi dan persepsi petani yang diukur dengan model matematika menggunakan kategori skor masing-masing variabel dan program SPPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi petani terhadap kelima variabel tersebut termasuk dalam kategori setuju. Hal ini mendapat dukungan positif dari responden dengan melihat keuntungan penerapan paket teknologi pada pengembangan kambing PE. Ditinjau dari aspek peran wanita dalam pengembangan kambing PE dapat mengambarkan kesetaran gender dalam dunia peternakan. Selanjutnya dapat menjadi pencapaian sustainable development goals (SDGs).   Kata kunci: KWT Bugenvil, Persepsi, SDGs, Wanita
TINGKAT ADOPSI PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK CAIR URINE KELINCI PADA PETANI PADI DI DUSUN SOROGEDUG KABUPATEN SLEMAN Adinugra Rimartin, Geraldo; Terunajaya, Erro; Sukadi
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Patikala Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal PkM PATIKALA
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/patikala.v4i4.3435

Abstract

This community service activity aims to increase the adoption rate of liquid organic fertilizer (POC) made from rabbit urine by rice farmers in Sorogedug Hamlet, Madurejo Village, Prambanan Sub-district, Sleman Regency. Through a quantitative descriptive approach, this activity involved 32 farmer members of the farmer group who were the targets of educational interventions in the form of counseling, training, and field demonstrations. The results of the activity showed that the majority of farmers had reached a high level of awareness and interest in the use of POC, although some were still in the trial stage and had not fully adopted it routinely. Factors such as age, formal education, farming experience, land area, and number of family members contributed to variations in the adoption rate. This activity concluded that to encourage the sustainable use of POC, a farmer group-based approach, facilitation of tools and raw materials, and strengthening of adaptive and participatory technical assistance were needed.
Pemberdayaan Petani melalui Usaha Tanaman Kelengkeng (Dimocarpus longan) (Studi Kasus di Kebun Nawungan, Selopamioro, Imogiri, Bantul): (Dimocarpus longan) (studi Kasus Kebun Kelengkeng Nawungan di Kalurahan Selopamioro, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul) Sa`diyah, Halimatus; Sukadi , Sukadi; Yulianto, Gunawan
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 30 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55259/jiip.v30i2.29

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan teknologi inovasi, pengembangan usaha, dan model pemberdayaan petani dalam budidaya tanaman kelengkeng di Kalurahan Selopamioro, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul. Kajian dilaksanakan pada Januari hingga Juli 2022. Lokasi dan informan dipilih secara purposive. Data yang digunakan meliputi data primer dan sekunder, dengan pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara tidak terstruktur, wawancara terstruktur, Focus Group Discussion (FGD), dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tabulasi hasil benchmarking terhadap aspek inovasi teknologi serta potensi dan peluang pasar. Rencana pengembangan usaha dibuat menggunakan Business Model Canvas (BMC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknologi inovasi masih rendah, seperti penggunaan varietas kelengkeng Diamond River dan Pingpong yang tidak komersial serta teknik budidaya yang masih kurang optimal. Potensi utama adalah keberadaan satu-satunya kebun kelengkeng di wilayah tersebut. Peluang usaha mencakup pengembangan produk, promosi, dan pasar. Pengembangan usaha difokuskan pada peningkatan Value Proposition, dengan memanfaatkan kebun kelengkeng seluas 7 ha yang menghasilkan buah manis, berdaging tebal, dan tidak berair. Model pemberdayaan petani dilakukan melalui penyuluhan tentang teknik top working untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi, yang terbukti meningkatkan pengetahuan petani sebesar 17%, namun tanpa perubahan sikap, dan peningkatan keterampilan sebesar 66,67%.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA JAMUR KELOMPOK WANITA TANI (KWT) SEDYO LESTARI KALURAHAN ARGOSARI KAPANEWON SEDAYU KABUPATEN BANTUL Putri, Lintang Muntias; Puspitojati , Endah; Sukadi , Sukadi
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 28 No. 1 (2021): Juli
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55259/jiip.v28i1.60

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor internal dan eksternal Kelompok Wanita Tani (KWT) Sedyo Lestari dalam menjalankan usaha jamur serta mengetahui strategi prioritas dalam pengembangan usaha jamur. Penelitian ini dilaksanakan di Kalurahan Argosari Kapanewon Sedayu Kabupaten Bantul. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kombinasi yang menggabungkan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan kuesioner. Kajian ini melibatkan 25 responden yang diambil secara sampling jenuh. Analisis data dilakukan dengan menggunakan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Faktor internal yang dianalisis dengan menggunakan matriks IFE mendapatkan total skor 2,87 dan faktor eksternal yang dianalisis dengan matriks EFE mendapatkan total skor 3,76. Berdasarkan skor IFE dan EFE diketahui pada matriks IE KWT Sedyo Lestari berada pada sel II dan pada kuadran SWOT berada pada kuadran I sehingga strategi yang perlu dilakukan adalah strategi agresif yang memanfaatkan peluang-kekuatan untuk pengembangan produk, penetrasi pasar, dan pengembangan pasar. Matriks SWOT menghasilkan 9 strategi alternatif yang selanjutnya dilakukan uji daya tarik strategi kepada responden dengan menggunakan QSPM. Strategi prioritas yang ditentukan oleh responden untuk dapat mengembangkan usaha jamur adalah strategi S-O yakni peningkatan kapasitas produksi jamur melalui peran aktif anggota KWT. Peningkatan kapasitas produksi ini dapat dilakukan dengan mengoptimalkan penggunaan dua buah oven sterilisasi, perluasan lokasi budidaya jamur, disiplin waktu budidaya, menambah target produksi, dan pencegahan hama penyakit.
TINGKAT ADOPSI PETANI DALAM PENANGKARAN BENIH PADI (Oryza sativa L) BERSERTIFIKAT PROGRAM DESA MANDIRI BENIH DI KALURAHAN TIMBULHARJO KAPANEWON SEWON BANTUL Ruslan, Ruslan; Wartapa, Agus; Sukadi , Sukadi
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 28 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55259/jiip.v28i2.69

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengetahuan, sikap, dan tingkat adopsi petani terhadap penangkaran benih padi bersertifikat serta hubungan antara pengetahuan, sikap, dan sosial ekonomi rumah tangga petani dengan tingkat adopsi petani terhadap penangkaran benih padi bersertifikat. Kajian dilaksanakan pada November 2020 sampai Juni 2021. Metode penentuan sampel yang digunakan yaitu Proportional Random Sampling. Data diperoleh dari 30 petani padi yang mengikuti program Desa Mandiri Benih (DMB) di Kalurahan Timbulharjo. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah data primer dan data sekunder, diambil dengan kuesioner dan wawancara. Data kemudian dianalisis dengan metode deskriptif dan uji statistik korelasi Rank Spearman. Berdasarkan hasil kajian diperoleh hasil yakni aspek pengetahuan termasuk ke dalam kategori tinggi yaitu sebesar 73,54%, aspek sikap termasuk ke dalam kategori sedang, yaitu sebesar 65,10%, dan Tingkat adopsi termasuk ke dalam kategori rendah yaitu sebesar 55,65%. Hasil analisis statistik menunjukkan hasil bahwa ada hubungan antara pengetahuan, sikap dan umur dengan tingkat adopsi petani terhadap penangkaran benih padi bersertifikat.