Amril M
Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kritik Terhadap Paradigma Positivistik Abad 18-19 Dan Dampaknya Terhadap Globalisasi Pendidikan: Latar Belakang Filosofis Integrasi Agama Dan Sains Ummu Athiyah; Amril M; Eva Dewi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1374

Abstract

Artikel ini mengkaji kritik terhadap paradigma positivistik yang berkembang pada abad ke-18 dan ke-19 serta dampaknya terhadap globalisasi pendidikan. Positivisme, sebagai puncak pemikiran modern, membatasi kebenaran hanya pada hal-hal empiris, sehingga melahirkan krisis epistemologis berupa dikotomi antara ilmu dan agama. Kondisi ini semakin diperparah oleh globalisasi sistem pendidikan yang mendorong sekularisasi ilmu di berbagai negara, termasuk Indonesia. Sebagai alternatif, konsep integrasi agama dan sains ditawarkan untuk membangun kembali kerangka ilmu yang tidak hanya rasional, tetapi juga spiritual. Kajian ini menggunakan metode studi pustaka dengan sumber jurnal ilmiah terbaru. Hasilnya menunjukkan bahwa integrasi agama dan sains menjadi fondasi filosofis yang relevan untuk menyatukan kembali ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keagamaan dalam dunia pendidikan.
Rekonstruksi Ilmu Pengetahuan Dalam Perspektif Seyyed Hossein Nasr: Kritik Terhadap Sains Modern Dan Integrasi Ilmu Agama Nopira Safitri Safitri; Amril M; Eva Dewi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1376

Abstract

Artikel ini mengkaji gagasan integrasi ilmu dan agama dalam pemikiran Seyyed Hossein Nasr, seorang filsuf Muslim kontemporer yang kritis terhadap paradigma sains modern. Nasr menilai bahwa sains modern telah mengalami desakralisasi, terlepas dari akar spiritual dan metafisiknya. Ia menawarkan konsep "sains sakral" (sacred science) sebagai alternatif, yakni ilmu yang berpijak pada tauhid, wahyu, dan intuisi spiritual. Artikel ini juga menelaah kritik Nasr terhadap dikotomi ilmu agama dan ilmu dunia dalam pendidikan Islam modern, serta ajakannya untuk menghidupkan kembali tradisi intelektual Islam yang holistik. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka terhadap karya-karya Nasr dan analisis kritis terhadap relevansi pemikirannya bagi pembangunan epistemologi Islam kontemporer.