Artikel ini mengkaji gagasan integrasi ilmu dan agama dalam pemikiran Seyyed Hossein Nasr, seorang filsuf Muslim kontemporer yang kritis terhadap paradigma sains modern. Nasr menilai bahwa sains modern telah mengalami desakralisasi, terlepas dari akar spiritual dan metafisiknya. Ia menawarkan konsep "sains sakral" (sacred science) sebagai alternatif, yakni ilmu yang berpijak pada tauhid, wahyu, dan intuisi spiritual. Artikel ini juga menelaah kritik Nasr terhadap dikotomi ilmu agama dan ilmu dunia dalam pendidikan Islam modern, serta ajakannya untuk menghidupkan kembali tradisi intelektual Islam yang holistik. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka terhadap karya-karya Nasr dan analisis kritis terhadap relevansi pemikirannya bagi pembangunan epistemologi Islam kontemporer.
Copyrights © 2025