Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh motivasi petani terhadap penerapan pemupukan berimbang pada budidaya tanaman padi (Oryza sativa L.). Penelitian ini dilakukan di Kelompok Tani Gemah Ripah, di Kalurahan Sendangtirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman pada bulan Oktober 2024-Maret 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, menggunakan analisis regresi linear berganda yang didasarkan pada kuisioner yang dibagikan kepada 30 petani. Hasil penelitian menunjukan motivasi fisiologi pada kategori tinggi dengan skor 77%, motivasi sosiologi pada kategori sedang dengan skor 72%, dan motivasi aktualisasi diri pada kategori tinggi dengan skor 85%. Hasil dari analisis regresi linear berganda menunjukan bahwa secara simultan variabel motivasi fisiologi, motivasi sosiologi, dan motivasi aktualisasi diri berpengaruh signifikan terhadap penerapan pemupukan berimbang (F hitung= 12.044; sig.=0,000). Namun secara parsial hanya dua variabel yang berpengaruh signifikan yaitu; motivasi fisiologi berpengaruh negatif (t = -0,202; sig. = 0,046) dan motivasi aktualisasi diri berpengaruh positif (t = 0.729; sig. = 0,000). Koefisien determinasi(R2) sebesar 0,533 menunjukan bahwa 53,3% variasi pada variabel pemupukan berimbang dapat di jelaskan oleh tiga variabel independen yang digunakan dalam model ini Sisanya yaitu 46,7% dijelaskan oleh faktor-faktor lain dari luar model yang diteliti seperti luas lahan, umur, modal, akses sarana dan prasarana produksi. Temuan ini menegaskan bahwa motivasi aktualisasi diri merupan faktor motivasi yang paling dominan dalam upaya mendorong petani untuk menerapkan pemupukan berimbang. Oleh karena itu penting bagi penyuluh pertanian, pemerintah, dan lembaga pendidikan agar dapat memfasilitasi peningkatan kapasitas dan kesadaran diri petani supaya mampu berinovasi dan bertindak secara berkelanjutan dalam pengelolaan usahataninya.