Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Estimasi Nilai Ekonomi Obat Keras yang Tidak digunakan Pada Program “Buang Sampah Obat” di Pekanbaru Sisri Novrita; Nadya Putri Auliya Serawaidi; Alya Rosa Wahani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1484

Abstract

Sisa obat yang tidak layak pakai, baik karena kerusakan lingkungan atau kadaluwarsa, jika tidak dimusnahkan dengan benar, dapat menyebabkan kerusakan lingkungan serta efek samping dari penggunaan obat yang sudah tidak aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi jumlah sisa obat resep yang tidak digunakan dalam Program Buang Sampah Obat serta memperkirakan nilai ekonomi dari obat resep yang tidak terpakai dalam program tersebut. Penelitian ini bersifat observasional dengan menggunakan metode deskriptif analitik dan desain penelitian cross-sectional. Data yang digunakan diambil dari Program Buang Sampah Obat di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pekanbaru tahun 2019. Data yang dikumpulkan mencakup nama obat, bentuk sediaan, kekuatan sediaan, jumlah sisa obat, dan harga obat, yang kemudian di analisis dengan Microsoft Excel 2019 untuk memperkirakan nilai ekonominya. Obat keras yang terkumpul dari Program Buang Sampah Obat di Pekanbaru sebanyak 197 item obat resep dengan 34,52% adalah kategori obat generik dan 65,48% merupakan kategori obat bermerek. Berdasarkan bentuk sediaan yang paling banyak terkumpul ialah sediaan berbentuk tablet; 81,00%, kapsul; 9,05%, kaplet; 7,46%. Obat keras yang paling banyak disimpan dalam rumah tangga yaitu berdasarkan kelas terapi hipertensi (15,18 %) dengan nilai ekonominya sebesar Rp1.836.145. Sedangkan berdasarkan bentuk sediaan yaitu tablet (49,98%) dengan nilai ekonomi sebesar Rp6.017.463.
Formulasi Obat Kumur Ekstrak Kulit Nanas sebagai Antibakteri Streptococcus mutans Kony Putriani; Senti Dwi Suryani; Nadya Putri Auliya Serawaidi; Nur Izzati
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 15 No 1 (2026): JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dental caries is an oral health problem that is caused by Streptococcus mutans. Pineapple peel is known to contain bioactive compounds such as flavonoids, tannins, saponins, phenolics, and bromelain, which have potential antibacterial properties. This study aimed to formulate an ethanol extract of pineapple peel into a mouthwash preparation and to evaluate its antibacterial activity against Streptococcus mutans. This research used an experimental laboratory method with the disc diffusion technique. The extract concentrations used were 5%, 10%, and 15%, which were then formulated into mouthwash preparations F1, F2, and F3. The evaluation of the formulations included organoleptic tests, pH, viscosity, and antibacterial activity. The results showed that the ethanol extract of pineapple peel at concentrations of 5%, 10%, and 15% produced inhibition zones of 12.1±1.05 mm, 12.0±1.00 mm, and 13.4±1.64 mm, respectively. Meanwhile, the mouthwash formulations F1, F2, and F3 produced inhibition zones of 11.1±0.1 mm, 11.5±1.2 mm, and 11.2±0.76 mm, respectively. ANOVA test results indicated a significant difference among treatments (p < 0.05). It can be concluded that the ethanol extract of pineapple peel formulated as a mouthwash exhibits strong antibacterial activity against Streptococcus mutans