Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Faktor-Faktor Penghambat Pengembangan Madrasah Aliyah Al-Khairat Dolong Kecamatan Walea Kepulauan Kabupaten Tojo Una-Una Supriadi Tuloli; Sofyan Al-Hadar; Kurniadi K. Hasan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1628

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor penghambat pengembangan Madrasah Aliyah Al-Khairat Dolong Kecamatan Walea Kepulauan Kabupaten Tojo Una-Una. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kenyataan bahwa madrasah tersebut menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan proses pendidikan secara optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa factor utama yang menjadi penghambat pengembangan madrasah, yaitu (1) keterbatasan sumber daya manusia, terutama jumlah dan kompetensi tenaga pendidik; (2) lemahnya kepemimpinan kepala madrasah yang kurang aktif dalam pengelolaan institusi; (3) minimnya sarana dan prasarana pendukung proses pembelajaran; (4) akses lokasi yang sulit dijangkau oleh siswa dari desa-desa sekitar; serta (5) rendahnya daya tarik madrasah dibandingkan lembaga pendidikan lain di wilayah yang sama. Temuan ini menunjukkan pentingnya perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, yayasan, dan masyarakat, dalam mengatasi hambatan-hambatan tersebut agar madrasah dapat berkembang secara berkelanjutan dan mampu memberikan layanan pendidikan yang lebih baik. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diatas maka selanjutnya dilakukan penarikan atau kesimpulan sebagai berikut, Madrasah Aliyah Al-Khairat Dolong menghadapi sejumlah tantangan yang menghambat pengembangannya, mulai dari keterbatasan tenaga pendidik yang sering mengajar di luar bidang keahliannya dan rendahnya disiplin, hingga kurangnya pengawasan kepala sekolah yang lebih sering terfokus pada tugas administratif. Selain itu, fasilitas yang tersedia sangat terbatas, termasuk gedung sekolah yang bukan milik sendiri dan minimnya sarana pendukung seperti meja, kursi, dan buku pelajaran. Letak geografis yang terpencil dengan infrastruktur jalan dan transportasi yang minim memperburuk keadaan, menyulitkan siswa yang tinggal jauh dari sekolah. Rendahnya daya tarik Madrasah akibat kurangnya fasilitas dan program unggulan juga menyebabkan masyarakat lebih memilih sekolah lain yang dinilai lebih baik.