Kunti Nastiti
Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Kesehatan Universitas Sari Mulia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Suhu Ekstraksi Metode Ultrasonic Assisted Extraction Terhadap Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Andong (Cordyline Fruticosa (L.) A. Cheval) Helda Dwi Lestari; Rohama; Dede Mahdiyah; Kunti Nastiti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1832

Abstract

Radikal bebas dapat merusak sel dan memicu berbagai penyakit, sehingga diperlukan antioksidan untuk menetralkannya. Daun andong merah diketahui mengandung senyawa flavonoid yang bersifat sebagai antioksidan dan telah digunakan secara tradisional untuk mengatasi berbagai penyakit, salah satunya inflamasi atau peradangan dengan cara mengkonsumsi rebusan daunnya. Metode ekstraksi dapat mempengaruhi aktivitas antioksidan suatu tanaman, penelitian ini menggunakan metode ultrasonik dengan variasi suhu untuk mengoptimalkan ekstraksi senyawa aktif dari daun andong merah. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh suhu dan optimalisasi suhu terhadap aktivitas antioksidan pada ekstrak etanol daun andong merah. Metode penelitian ini menggunakan metode ekstraksi ultrasonik dengan variasi suhu menggunakan pelarut etanol 70%. Metode ultrasonik adalah proses ekstraksi dengan bantuan gelombang ultrasonik. Dilakukan pembuatan ekstrak kental, kemudian dilakukan skrining fitokimia dengan pereaksi warna dan dilanjutkan uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH. Hasil penelitian ini , berdasarkan uji kualitatif ekstrak daun andong positif mengandung flavonoid, steroid, triterpenoid, saponin, tanin pada berbagai suhu. Sedangkan uji kuantitatif menunjukkan nilai IC50 aktivitas antioksidan pada suhu 50℃, 60℃ dan 70℃ selama 20 menit secara berurutan adalah 44,25 ppm (sangat kuat), 46,70 ppm (sangat kuat), dan 50,83 ppm (kuat). Nilai aktivitas antioksidan pada suhu 50℃ menghasilkan aktivitas antioksidan terbaik dengan nilai IC50 44,25 ppm
PEMANFAATAN AMPAS TEH SEBAGAI ADSORBEN DALAM MENURUNKAN KADAR TEMBAGA (CU) PADA AIR SUNGAI SEBAMBAN KABUPATEN TANAH BUMBU Nur Syafa Agustin; Tuti Alawiyah; Kunti Nastiti; Rahmadani Rahmadani
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v9i1.22237

Abstract

Sungai Sebamban merupakan sungai yang terletak di Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan memiliki panjang 21,859 m. Sungai tersebut memiliki permasalahan dari segi kualitas air. Tingginya aktivitas pertambangan batu bara menyebabkan semakin meningkat jumlah pencemaran logam berat tembaga (Cu) di sungai. Sehingga, dilakukan upaya penurunan dengan memanfaatkan konsep adsorben berupa ampas teh sebagai material penyerap logam. Ampas teh mengandung selulosa dan memiliki lapisan serat pori-pori yang mampu menyerap logam berat. Penelitian menggunakan True Eksperimental dengan pendekatan Post Test Only Control Group Design. Penelitian dilakukan dengan memberikan perlakuan pada sampel air sungai dengan teknik perendaman ampas teh dengan variasi waktu kontak (30, 60, dan 90 menit) yang bertujuan untuk mengamati pengaruh penurunan kadar tembaga (Cu) yang ditimbulkan menggunakan Spekrofotometer Serapan Atom (SSA). Penurunan kadar tembaga (Cu) pada waktu 90 menit menunjukkan waktu kontak optimum dengan persentase sebesar 65%. Hasil analisis data uji Kruskal-Wallis menghasilkan nilai signifikansi 0,001 0,05 yang artinya terdapat pengaruh perbedaan variasi waktu kontak terhadap penurunan kadar tembaga (Cu). Pemberian adsorben ampas teh dengan variasi waktu kontak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penurunan kadar tembaga (Cu) pada air sungai Sebamban.