Jimmy Malintang
Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendidikan Mental Anak Di Era Teknologi Digital: Literatur Review Tentang Peran Orang Tua Dan Guru Rahula Hananuraga; Dian Eka Priyantoro; Nasril Nasril; Andi Fitriani Djollong; Jimmy Malintang
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1851

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran orang tua dan guru dalam pendidikan mental anak di era teknologi digital melalui tinjauan literatur. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber seperti jurnal, buku, dan artikel terkait pendidikan mental, perkembangan anak, serta dampak teknologi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua dan guru memegang peran kritis dalam membentuk ketahanan mental anak, termasuk pengawasan penggunaan teknologi, pendampingan dalam berinteraksi di dunia digital, serta penguatan nilai-nilai karakter. Kolaborasi antara orang tua dan guru dinilai efektif dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan mental anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Temuan ini menekankan pentingnya kesadaran dan sinergi antara kedua pihak untuk memitigasi dampak negatif teknologi sekaligus memanfaatkannya sebagai sarana pembelajaran yang positif.
REKONSTRUKSI MAKNA TOLERANSI DALAM AL-QUR’AN DI ERA MULTIKULTURAL: PENDEKATAN TAFSIR KONTEKSTUAL Anisa Hasanah; Luqman Abdul Jabbar; Moch. Riza Fahmi; Jimmy Malintang; Nuraidah Nuraidah
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 11 No 01 (2026): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v11i01.10223

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi makna toleransi dalam Al-Qur’an di era multikultural melalui pendekatan tafsir kontekstual. Fokus kajian diarahkan pada analisis ayat-ayat kunci, yaitu Q.S. Al-Baqarah: 256, Q.S. Al-Kafirun: 1–6, Q.S. Al-Hujurāt: 13, dan Q.S. Āli ‘Imrān: 103. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan tafsir maudhu’i (tematik) yang mengintegrasikan aspek tekstual, historis, dan kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa toleransi dalam Al-Qur’an berlandaskan pada prinsip kebebasan beragama, pengakuan terhadap pluralitas sebagai sunnatullah, serta dorongan untuk membangun interaksi sosial yang inklusif dan harmonis. Tafsir klasik menekankan aspek normatif dan menjaga kemurnian akidah, sedangkan tafsir kontemporer mengembangkan pemahaman yang lebih kontekstual dan relevan dengan masyarakat modern. Analisis kritis menunjukkan bahwa kedua pendekatan tersebut bersifat komplementer dan dapat diintegrasikan untuk menghasilkan pemahaman toleransi yang komprehensif. Penelitian ini menegaskan bahwa toleransi dalam Al-Qur’an bukanlah bentuk relativisme, melainkan keseimbangan antara komitmen teologis dan keterbukaan sosial dalam masyarakat multikultural
Generative Artificial Intelligence as a Shadow Teacher: Implications for Teachers' Pedagogical Authority in Education Izza Agitsna; Arief Ardyansyah; Ega Krisna Pradita; Jimmy Malintang; Sonia Isna Suratin
TA'DIBUNA: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 9, No 1 (2026): Educational Issues
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpai.9.1.%p

Abstract

The development of generative artificial intelligence in education has brought about significant transformations in learning practices, particularly through its emergence as a shadow teacher capable of providing explanations, feedback, and learning materials instantly. This situation has given rise to new problems related to the shift in teachers' pedagogical authority, both in epistemic, relational, and normative aspects in formal classrooms. This study aims to analyze the impact of the use of generative AI on teachers' pedagogical authority and identify the opportunities and challenges it poses in the contemporary educational context. This study uses a qualitative approach with a literature review method, which includes data collection through searching reputable journal articles, academic books, research reports, and education policy documents relevant to the topic of AI and pedagogy. Data analysis techniques used thematic and comparative analysis to identify patterns, trends, and differences in expert views. Data validity was maintained through evaluation of source credibility, reference recency, and argument consistency, while triangulation was carried out by comparing findings from various types of sources and disciplinary perspectives. The results of the study indicate that generative AI has the potential to shift teachers' pedagogical authority from the center of knowledge transmission to the role of facilitator, learning curator, and value builder, but not completely replace the role of the teacher. Pedagogical authority is actually undergoing a redefinition, demanding stronger pedagogical, ethical, and digital literacy competencies. This research implies the importance of developing teacher education and training policies that are adaptive to the integration of AI in a critical, humanistic manner, and oriented toward strengthening teachers' strategic role in the digital learning ecosystem.