Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penguatan Etnomatematika Marapu Melalui PBL dan Teknologi Digital Dalam Pembelajaran Matematika SD di Sumba Barat Daya Agustina Purnami Setiawi; Diana Reby Sabawaly; Olviana Tamo Ina; Herman Huki Ratu
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2273

Abstract

Penelitian ini menggunakan (SLR) terhadap 380 artikel terpilih dan 145 relevan serta memenuhi kriteria inklusi. Artikel-artikel tersebut terdiri dari 6 studi etnomatematika budaya lokal (termasuk artikel spesifik tentang Marapu), 76 penelitian tentang penerapan (PBL) dalam konteks lokal, dan 63 studi mengenai integrasi teknologi digital dalam pembelajaran matematika. Sebaran publikasi menunjukkan peningkatan minat penelitian pada ketiga topik ini dalam dekade terakhir, dengan dominasi studi etnomatematika marapu (4%) diikuti PBL (52%) dan teknologi digital (44%). Artikel dari tahun 2020-2025 terpilih dari Google Scholar, Scopus, dan ERIC untuk menganalisis penguatan etnomatematika Marapu melalui Problem-Based Learning (PBL) dan integrasi teknologi digital dalam pembelajaran matematika. Hasil kajian menunjukkan bahwa budaya Marapu mengandung konsep matematika yang kaya, termasuk pola geometri fractal pada tenun, sistem bilangan adat, dan pengukuran tradisional, yang dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum melalui pendekatan PBL berbasis konteks nyata. Analisis mengungkap bahwa PBL efektif meningkatkan keterlibatan siswa dan pemahaman konsep matematika melalui eksplorasi masalah budaya, sementara teknologi digital (seperti tampilan rumah adat 3D dan aplikasi interaktif) berperan penting dalam memvisualisasikan konsep abstrak. Namun, implementasi menghadapi tantangan seperti resistensi terhadap perubahan, keterbatasan infrastruktur teknologi, dan kurangnya pelatihan guru. Temuan utama penelitian ini menawarkan kerangka holistik yang menggabungkan etnomatematika, PBL, dan teknologi digital, dengan rekomendasi praktis berupa pengembangan modul berbasis budaya, pelatihan guru, dan solusi teknologi sederhana untuk daerah terpencil. Studi ini berkontribusi pada pengembangan pedagogi matematika berbasis budaya sekaligus memberikan jalan bagi penelitian lanjutan tentang model evaluasi jangka panjang dan adaptasi pendekatan ini dalam konteks budaya lain.
Peningkatan Literasi Digital Siswa Sekolah Menengah melalui Edukasi Etika Digital dan Internet Positif Antonius Ndapamuri; Vinsensius Aprila Kore Dima; Agnestia Madelin Rambu Ata Ratu; Olviana Tamo Ina
AKSELERASI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2026): AKSELERASI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : PT. Akselerasi Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70210/ajpm.v4i2.226

Abstract

Perkembangan teknologi yang cepat menuntut siswa sekolah menengah untuk memiliki literasi digital yang baik, termasuk kemampuan memahami etika digital dan pemanfaatan internet secara positif. Namun, masih banyak siswa yang belum mampu memfilter informasi karena memahami etika berinteraksi di ruang digital secara dangkal, serta rentan terhadap konten negatif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi digital melalui edukasi mengenai etika digital, keamanan digital, dan pemanfaatan internet positif bagi siswa sekolah menengah. Kegiatan ini dilaksanakan di SMK Efata dengan melibatkan 20 orang siswa sebagai partisipan. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, demonstrasi aplikasi internet positif, diskusi kelompok, studi kasus, serta evaluasi pemahaman melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tiga aspek utama, yaitu pengetahuan tentang etika digital, pemahaman risiko dan keamanan digital, serta kemampuan memanfaatkan internet untuk aktivitas edukatif. Selain itu, siswa menunjukkan perubahan sikap yang lebih kritis, bijak, dan bertanggung jawab dalam menggunakan media digital. Peningkatan tersebut terlihat dari perbandingan hasil pre-test dan post-test yang menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti kegiatan. Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah dalam memperkuat program literasi digital yang berkelanjutan dan terintegrasi dalam proses pembelajaran. Partisipasi aktif para peserta selama kegiatan menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap materi yang diberikan.