Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Stigma Masyarakat dengan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Kusta di Kabupaten Luwu Tahun 2025 Rina Syarifuddin; Arlin Adam; Andi Alim
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2509

Abstract

Kusta masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang kompleks, bukan hanya dari sisi medis tetapi juga dari dampak sosial dan psikologis yang ditimbulkannya. Stigma sosial terhadap penderita kusta menyebabkan diskriminasi dan pengucilan yang dapat menurunkan kepatuhan dalam menjalani terapi Multi Drug Therapy (MDT). Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengaruh stigma masyarakat terhadap kepatuhan minum obat pada pasien kusta di Kabupaten Luwu melalui pendekatan kualitatif fenomenologis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap pasien kusta yang sedang atau pernah menjalani pengobatan MDT. Analisis dilakukan menggunakan teknik tematik dengan pendekatan Colaizzi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun para pasien menghadapi stigma sosial, mereka tetap berkomitmen menjalani pengobatan karena motivasi pribadi, seperti tanggung jawab terhadap keluarga dan harapan masa depan. Dukungan keluarga dan tenaga kesehatan menjadi faktor kunci dalam menjaga kepatuhan, sementara kepercayaan awal terhadap unsur mistis berubah setelah mendapatkan edukasi medis. Strategi yang digunakan pasien dalam menghadapi stigma mencerminkan ketahanan psikososial, seperti menjaga kepercayaan diri dan menerima dukungan emosional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penanganan kusta harus mencakup aspek sosial budaya melalui edukasi yang melibatkan tokoh masyarakat, peningkatan empati tenaga kesehatan, serta penguatan dukungan komunitas. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi intervensi yang lebih efektif dan kontekstual dalam upaya eliminasi kusta.
Dinamika Sosial Budaya dalam Implementasi Program Kesehatan Jiwa Arfianty Zubair; Arlin Adam; Andi Alim
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2510

Abstract

Kesehatan jiwa merupakan bagian penting dari sistem kesehatan masyarakat, namun pelaksanaannya masih menghadapi tantangan di wilayah yang sarat dengan dinamika sosial budaya, seperti Kabupaten Luwu. Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam persepsi masyarakat dan praktik petugas kesehatan dalam implementasi program kesehatan jiwa, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus intrinsik, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, melibatkan informan dari kalangan masyarakat pengguna layanan dan petugas kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap gangguan jiwa masih dipengaruhi oleh stigma, ketakutan, dan pemahaman tradisional, meskipun mulai bergeser ke arah pandangan yang lebih rasional dan psikososial. Pelayanan kesehatan jiwa di Puskesmas semakin diterima, didukung oleh keterlibatan petugas, tokoh masyarakat, serta pendekatan yang peka budaya. Namun, hambatan masih ditemukan dalam bentuk penolakan keluarga, minimnya dukungan pemerintah daerah, serta dominasi praktik pengobatan non-medis. Transformasi sosial budaya dalam memahami gangguan jiwa terjadi secara bertahap melalui peran edukatif petugas kesehatan dan tokoh lokal. Keberhasilan implementasi program sangat ditentukan oleh kolaborasi lintas aktor, pendekatan kontekstual, dan penguatan dukungan sosial. Diperlukan strategi berkelanjutan yang menggabungkan intervensi medis dengan nilai budaya lokal guna menciptakan sistem layanan kesehatan jiwa yang lebih inklusif dan berdaya guna.