Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Beban Kerja dan Peran Ganda Terhadap Kinerja Perawat di RSUD Kondosapata Kabupaten Mamasa Erni Febrianti; Andriyana Abdullah; Rika Kurnia Kandacong; Sherly Rudianti Batter; Alifka Rahmayanti J; Sri Arnilasari Ms
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2614

Abstract

Perawat seringkali dihadapkan pada tantangan yang kompleks yang dapat mempengaruhi kinerja mereka. Salah satunya adalah beban kerja yang berlebih dan peran yang harus dijalani menyebabkan perawat sulit menyeimbangkan waktu antara pekerjaan dan keluarga. Perawat di RSUD Kondosapata dihadapkan beberapa kendala akibat adanya beban kerja dan peran yang dihadapinya sehingga kinerja mereka belum sepenuhnya optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengaruh beban kerja dan peran ganda terhadap kinerja perawat di RSUD Kondosapata Kabupaten Mamasa. Desain penelitian adalah kuantitatif dengan metode Cross Sectional. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan dikumpulkan dengan metode kuesioner. Subjek penelitian ini adalah seluruh perawat RSUD Kondosapata yang berjumlah 52 orang. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan analisis linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan beban kerja dan peran ganda memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja perawat dengan hasil uji chi square didapatkan nilai value beban kerja p = 0,001 < 0,05, dan nilai value peran ganda p =0,000 < 0,05. Berdasarkan hasil analisis multivariat menggunakan analisis regresi linear berganda didapatkan hasil bahwa dari kedua variabel beban kerja dan peran ganda, variabel peran ganda lebih berpengaruh terhadap kinerja perawat. Dari hasil penelitian ini diharapkan RSUD Kondosapata terus mempertahankan kinerjanya dan terus meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan. Kata kunci : Beban kerja, peran ganda, kinerja perawat
PEMANFAATAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM PENYUSUNAN PERENCANAAN KESEHATAN TERINTEGRASI PADA DINAS KESEHATAN KABUPATEN MAJENE: TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS Muhammad Hosni Mubarak; Sri Arnilasari MS; Alifka Rahmayanti; Sri Wanty
Journal of Public Health Science Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v3i2.4043

Abstract

Penyusunan perencanaan pada dinas kesehatan kabupaten masih menghadapi persoalan fragmentasi data dan lemahnya kapasitas analisis prediktif. Persoalan ini diperberat oleh keterbatasan integrasi antar-dokumen perencanaan (RPJMD, Renstra, Renja, dan hasil Musrenbang). Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat, sebagai daerah dengan prevalensi stunting tertinggi di provinsinya (mencapai 40,6% pada 2022), menggambarkan kebutuhan mendesak akan perencanaan berbasis bukti. Penelitian ini bertujuan menelaah secara sistematis bagaimana Artificial Intelligence (AI) dapat dimanfaatkan untuk memecahkan masalah penyusunan perencanaan kesehatan terintegrasi pada tingkat pemerintah daerah. Metode: studi ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) mengikuti protokol PRISMA 2020 terhadap artikel terindeks Scopus, PubMed/MEDLINE, dan basis data nasional pada rentang 2018–2025. Dari proses seleksi diperoleh 22 artikel (n = 22) yang memenuhi kriteria inklusi, kemudian dianalisis dengan kerangka Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT). Hasil: AI berkontribusi pada empat fungsi perencanaan, yaitu (1) integrasi dan pembersihan data lintas-sumber, (2) peramalan kebutuhan layanan dan beban penyakit, (3) optimalisasi alokasi sumber daya dan distribusi tenaga kesehatan, serta (4) dukungan pengambilan keputusan berbasis bukti. Tantangan utama meliputi kesiapan infrastruktur digital, tata kelola dan kualitas data, kompetensi sumber daya manusia, serta aspek etika dan regulasi. Kesimpulan: pemanfaatan AI berpotensi memperkuat perencanaan kesehatan terintegrasi pada Dinas Kesehatan Kabupaten Majene apabila diterapkan secara bertahap melalui kesiapan sistem (system readiness), penguatan tata kelola data, dan peningkatan kapasitas SDM.