Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Marketing Politik Pasangan Airin Rachmi Diany dan Benyamin Davnie Pada Pilkada Tangerang Selatan 2015 Luthfy Rijalul Fikri; Nur Aeni
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2874

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik marketing politik yang dilakukan Airin, serta peluang dan hambatan yang ditemukan. Karena, saat masa pemilu berlangsung, bersamaan dengan turunnya citra pasangan tersebut. Hal itu disebabkan, kasus yang menimpa dirinya dan keluarga. Akan tetapi, pasangan Amin mampu terpilih kembali menjadi Wali Kota Tangerang Selatan untuk periode kedua. Pendekatan penelitian ini menggunakan marketing politik, dan berusaha menjelaskan faktor pendukung dan penghambat yang ditemui pasangan Airin Rachmi Diany-Benyamin Davnie dalam mengaplikasikan marketing politik pada Pilkada Tangerang Selatan 2015. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, yang diuraikan secara deskriptif. Studi kasus dilakukan untuk memperoleh pemahaman utuh dan terintegrasi mengenai interelasi berbagai fakta dan dimensi dari kasus tersebut. Pengumpulan data melalui teknik observasi, in-depth interview, dan dokumentasi. Responden yang diwawancara adalah Airin Rachmi Diany dan ketua tim suksesnya. Segala macam data dan dokumen yang mendukung juga terlampir dalam hasil penelitian ini. Marketing politik yang dilakukan Airin Rachmi Diany melalui 4P, diantaranya Product (produk politik) berupa partai dan calon, Promotion (iklan politik) mencakup promosi dan kehumasan, Positioning (penempatan politik) cara seorang kandidat hadir di tengah-tengah konstituen, dan Price (harga politik) mencakup ekonomi, pskologi, dan banyak hal yang dikenal dengan marketing mix. Dengan menggunakan strategi marketing politik dan kontra isu, terbukti mampu mengantarkan Airin kembali menduduki kursi sebagai Wali Kota Tangerang Selatan. Airin senantiasa menempatkan diri (positioning) di tengah-tengah masyarakat dengan membawa ide-ide solutif guna memcahkan permasalahan yang ada. Selain itu, kedudukan Airin sebagai calon petahana membawa keuntungan tersendiri, karena Airin telah mengetahui peta keadaan masyarakat Tangerang Selatan. Strategi marketing politik terbukti sangat membantu Airin untuk kembali menduduki kursi Wali Kota. Karena, strategi marketing politik mampu menjawab setiap permasalahan bagaimana Airin harus memosisikan diri di tengah-tengah masyarakat. Di samping itu, terdapat hambatan yang ditemukan Airin, yaitu derasnya isu negatif yang sengaja disebar oleh pihak-pihak tertentu yang berkaitan dengan kasus yang menimpa keluarganya. Oleh karena itu, Airin juga menggunakan kontra isu untuk meredam isu-isu negatif tersebut.
Marketing Politik Pasangan Airin Rachmi Diany dan Benyamin Davnie Pada Pilkada Tangerang Selatan 2015 Luthfy Rijalul Fikri; Nur Aeni
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3176

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik marketing politik yang dilakukan Airin, serta peluang dan hambatan yang ditemukan. Karena, saat masa pemilu berlangsung, bersamaan dengan turunnya citra pasangan tersebut. Hal itu disebabkan, kasus yang menimpa dirinya dan keluarga. Akan tetapi, pasangan Amin mampu terpilih kembali menjadi Wali Kota Tangerang Selatan untuk periode kedua. Pendekatan penelitian ini menggunakan marketing politik, dan berusaha menjelaskan faktor pendukung dan penghambat yang ditemui pasangan Airin Rachmi Diany-Benyamin Davnie dalam mengaplikasikan marketing politik pada Pilkada Tangerang Selatan 2015. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, yang diuraikan secara deskriptif. Studi kasus dilakukan untuk memperoleh pemahaman utuh dan terintegrasi mengenai interelasi berbagai fakta dan dimensi dari kasus tersebut. Pengumpulan data melalui teknik observasi, in-depth interview, dan dokumentasi. Responden yang diwawancara adalah Airin Rachmi Diany dan ketua tim suksesnya. Segala macam data dan dokumen yang mendukung juga terlampir dalam hasil penelitian ini. Marketing politik yang dilakukan Airin Rachmi Diany melalui 4P, diantaranya Product (produk politik) berupa partai dan calon, Promotion (iklan politik) mencakup promosi dan kehumasan, Positioning (penempatan politik) cara seorang kandidat hadir di tengah-tengah konstituen, dan Price (harga politik) mencakup ekonomi, pskologi, dan banyak hal yang dikenal dengan marketing mix. Dengan menggunakan strategi marketing politik dan kontra isu, terbukti mampu mengantarkan Airin kembali menduduki kursi sebagai Wali Kota Tangerang Selatan. Airin senantiasa menempatkan diri (positioning) di tengah-tengah masyarakat dengan membawa ide-ide solutif guna memcahkan permasalahan yang ada. Selain itu, kedudukan Airin sebagai calon petahana membawa keuntungan tersendiri, karena Airin telah mengetahui peta keadaan masyarakat Tangerang Selatan. Strategi marketing politik terbukti sangat membantu Airin untuk kembali menduduki kursi Wali Kota. Karena, strategi marketing politik mampu menjawab setiap permasalahan bagaimana Airin harus memosisikan diri di tengah-tengah masyarakat. Di samping itu, terdapat hambatan yang ditemukan Airin, yaitu derasnya isu negatif yang sengaja disebar oleh pihak-pihak tertentu yang berkaitan dengan kasus yang menimpa keluarganya. Oleh karena itu, Airin juga menggunakan kontra isu untuk meredam isu-isu negatif tersebut. Kata Kunci: Marketing Politik, Politik, dan Pilkada Tangerang Selatan 2015
Micro-Drama sebagai Fenomena Platform Digital: Studi Literatur tentang Transformasi Pola Konsumsi Konten Video Pendek Teguh Setiawan; Nur Aeni
VISIONER : Jurnal Komunikasi, Bisnis dan Konten Kreatif Vol. 13 No. 1 (2026): Visioner : Jurnal Komunikasi, Bisnis dan Konten Kreatif
Publisher : Institut Media Digital Emtek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65873/nm0r4m91

Abstract

Micro-drama merupakan format konten video pendek berbasis narasi yang berkembang pesat seiring meningkatnya penggunaan platform digital dan perubahan perilaku konsumsi media masyarakat. Fenomena ini menunjukkan adanya transformasi dari pola menonton konvensional menuju konsumsi konten yang serba cepat, ringkas, dan mudah diakses melalui perangkat mobile. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji micro-drama sebagai fenomena komunikasi digital serta menganalisis bagaimana format tersebut memengaruhi pola konsumsi audiens. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai artikel ilmiah, buku, dan laporan penelitian terkait video pendek, budaya digital, serta perilaku audiens. Proses analisis dilakukan melalui pengelompokan tema untuk mengidentifikasi karakteristik micro-drama, faktor pendorong popularitasnya, serta implikasinya terhadap industri media. Hasil kajian menunjukkan bahwa micro-drama hadir sebagai respons terhadap ekonomi perhatian (attention economy), didukung oleh algoritma platform yang mendorong personalisasi konten dan praktik binge-watching dalam durasi singkat. Selain itu, format ini juga memperluas peluang bagi kreator sekaligus meningkatkan kompetisi dalam produksi konten. Kesimpulannya, micro-drama tidak hanya merepresentasikan inovasi format hiburan digital, tetapi juga menandai pergeseran fundamental dalam cara audiens mengonsumsi dan berinteraksi dengan konten audiovisual di era platformisasi. 
Pengelolaan Risiko Reputasi dan Komunikasi Krisis pada Proyek Properti: Studi Kasus Springwood Residence PT Triniti Dinamik Luthfy Rijalul Fikri; Nur Aeni
Jurnal Riset Multidisiplin Agrisosco Vol 4, No 3 (2026): Vol 4 No 3 Desember 2026
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengembangan, Pemberdayaan Potensi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61316/jrma.v4i3.466

Abstract

Artikel ini membahas pengelolaan risiko reputasi dan komunikasi krisis pada proyek properti melalui studi kasus Springwood Residence yang dikembangkan oleh PT Triniti Dinamik. Kajian ini berangkat dari persoalan penolakan warga terhadap perubahan fungsi bangunan yang kemudian berkembang menjadi isu sosial dan reputasional. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan unsur manajemen risiko, pengelola proyek, perwakilan general affair, dan warga sekitar, serta dilengkapi dokumen perusahaan, pemberitaan media, dan literatur akademik. Analisis dilakukan dengan mengorganisasi data ke dalam tema sumber risiko, atribusi tanggung jawab, pola respons, dan pemulihan legitimasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa risiko reputasi tidak semata-mata bersumber dari proses konstruksi, tetapi muncul dari jarak antara ekspektasi warga, perubahan informasi proyek, dan persepsi terhadap manfaat sosial yang diterima lingkungan sekitar. Respons perusahaan dilakukan melalui pemetaan aktor lokal, komunikasi persuasif, musyawarah, kompensasi, relasi dengan tokoh masyarakat, dan kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan risiko reputasi sejak fase perencanaan proyek melalui registrasi risiko sosial, forum komunikasi warga, dokumentasi kesepakatan, serta evaluasi pascakrisis. Kebaruan artikel terletak pada rumusan model integratif yang mempertautkan ISO 31000, Situational Crisis Communication Theory, stakeholder engagement, dan legitimasi lokal dalam konteks perusahaan properti.