Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Suplementasi Kalsium dalam Cokelat dan Susu yang Mengandung Zat untuk Mengurangi Nyeri dan Rasa Mual saat Menstruasi dalam Perubahan Hormonal dengan Masa Pubertas Zumrotul Ula; Tenny Tarnoto; Amelia Darwis; Meilisa Carlen Mainassy; Syarifah Sahirah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3271

Abstract

Masa pubertas ditandai dengan perubahan hormonal yang signifikan pada remaja perempuan, sering kali disertai dengan gejala seperti nyeri (dismenore) dan rasa mual saat menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas suplementasi kalsium yang diberikan melalui media cokelat dan susu dalam mengurangi gejala tersebut. Desain penelitian menggunakan quasi eksperimen dengan pendekatan pre-post test tanpa kelompok kontrol. Subjek penelitian terdiri dari 60 siswi usia 12–16 tahun yang mengalami dismenore dan mual saat menstruasi. Intervensi dilakukan dengan pemberian susu cokelat yang difortifikasi kalsium dan zat pendukung lainnya seperti magnesium dan vitamin B6 selama dua siklus menstruasi. Hasil menunjukkan penurunan signifikan intensitas nyeri dan frekuensi mual (p < 0,05). Suplementasi ini terbukti menjadi alternatif efektif dan diterima baik oleh remaja.
Effectiveness Of Incubators On Physiological Stability Of Premature Babies Astin Nur Hanifah; Wahyuni Anwar; Rezqiqah Aulia Rahmat; Tenny Tarnoto
International Journal of Health Sciences Vol. 4 No. 1 (2026): IJHS : International Journal of Health Sciences
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/ijhs.v4i1.1146

Abstract

Premature infants are at high risk of experiencing physiological instability due to organ immaturity, especially in the regulation of body temperature, respiration, and the cardiovascular system. One of the main interventions in the care of premature infants is the use of an incubator. This study aims to determine the effectiveness of incubator use on the physiological stability of premature infants. The research method used was a quantitative study with an analytical observational design. The subjects were premature infants treated in the perinatology ward. The physiological parameters observed included body temperature, respiratory rate, and heart rate. The results showed that the use of an incubator significantly helped maintain the physiological stability of premature infants. Thus, an incubator is an effective and essential tool in the care of premature infants to improve physiological stability and prevent further complications.
Penguatan Posyandu Melalui Kolaborasi Bidan Desa Dan Kader Kesehatan Arnita Rapang; Jean Christy Ade Putri; Helen Periselo; Tenny Tarnoto
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Integrated Health Service Posts (Posyandu) are community-based health service programs that play a significant role in improving the health status of mothers, infants, children, adolescents, and older adults. However, Posyandu implementation in many areas still faces challenges, including limited cadre capacity, low community participation, and inadequate coordination among healthcare providers. Collaboration between village midwives and community health cadres is a strategic approach to strengthening Posyandu services. This Community Service Program aimed to improve the capacity of health cadres and strengthen collaboration between village midwives and health cadres in Posyandu implementation. The methods included education, training, service simulations, cadre mentoring, and evaluations through pre-tests and post-tests. A total of 35 participants consisting of village midwives and health cadres attended the program. The results showed an increase in the average knowledge score from 61.8 before the intervention to 88.4 after the intervention. Participants also demonstrated improved skills in implementing the five-table Posyandu system, recording and reporting activities, and delivering health education to the community. Enhanced collaboration between village midwives and health cadres contributed to more effective Posyandu services. This program is expected to support the improvement of community health services through sustainable strengthening of Posyandu institutions. Keywords: Posyandu, Village Midwife, Health Cadres, Collaboration ABSTRAK Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang berperan penting dalam meningkatkan derajat kesehatan ibu, bayi, balita, remaja, dan lanjut usia. Namun, pelaksanaan Posyandu di berbagai wilayah masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan kapasitas kader, rendahnya partisipasi masyarakat, serta kurang optimalnya koordinasi antar pelaksana pelayanan kesehatan. Kolaborasi antara bidan desa dan kader kesehatan menjadi strategi penting dalam memperkuat fungsi Posyandu sebagai pusat pelayanan kesehatan masyarakat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader kesehatan dan memperkuat sinergi antara bidan desa dan kader dalam penyelenggaraan Posyandu. Metode yang digunakan meliputi edukasi, pelatihan, simulasi pelayanan Posyandu, pendampingan kader, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 35 kader kesehatan dan bidan desa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan nilai rata-rata pengetahuan peserta dari 61,8 menjadi 88,4 setelah pelatihan. Selain itu, terjadi peningkatan keterampilan kader dalam pelaksanaan sistem lima meja Posyandu, pencatatan dan pelaporan, serta komunikasi kesehatan kepada masyarakat. Kolaborasi yang lebih baik antara bidan desa dan kader kesehatan mampu meningkatkan efektivitas pelaksanaan Posyandu. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat melalui penguatan kelembagaan Posyandu yang berkelanjutan. Kata Kunci: Posyandu, Bidan Desa, Kader Kesehatan, Kolaborasi
Pengaruh Program Keluarga Harapan (PKH) terhadap Kepatuhan Kunjungan Antenatal Care (ANC) pada Ibu Hamil di Pedesaan Marwasariaty Marwasariaty; Cici Pratiwi; Erma Puspita Sari; Tenny Tarnoto; Rezqiqah Aulia Rahmat
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v4i2.997

Abstract

Background: Antenatal Care (ANC) is a crucial effort to reduce maternal and infant mortality. However, in rural areas, pregnant women's compliance with ANC visits remains low. The Family Hope Program (PKH) is a conditional social assistance program that requires pregnant women to undergo prenatal checkups. Objective: This study aims to determine the effect of the Family Hope Program (PKH) on ANC visit compliance among pregnant women in rural areas. Methods: This study used an analytical design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 120 pregnant women, both PKH recipients and non-recipients, selected using a purposive sampling technique. The research instruments were questionnaires and KIA (Maternal and Child Health) records. Data analysis was performed using the Chi-Square test and logistic regression. Results: The results showed a significant relationship between PKH participation and ANC visit compliance (p < 0.05). Pregnant women receiving PKH were more compliant with the minimum of four ANC visits as standard compared to pregnant women not receiving PKH. Regression analysis shows that pregnant women receiving the Family Hope Program (PKH) are 2.8 times more likely to be compliant with ANC visits than non-recipients. Conclusion: The Family Hope Program (PKH) has a positive effect on ANC visit compliance among pregnant women in rural areas.