Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Suplementasi Kalsium dalam Cokelat dan Susu yang Mengandung Zat untuk Mengurangi Nyeri dan Rasa Mual saat Menstruasi dalam Perubahan Hormonal dengan Masa Pubertas Zumrotul Ula; Tenny Tarnoto; Amelia Darwis; Meilisa Carlen Mainassy; Syarifah Sahirah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3271

Abstract

Masa pubertas ditandai dengan perubahan hormonal yang signifikan pada remaja perempuan, sering kali disertai dengan gejala seperti nyeri (dismenore) dan rasa mual saat menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas suplementasi kalsium yang diberikan melalui media cokelat dan susu dalam mengurangi gejala tersebut. Desain penelitian menggunakan quasi eksperimen dengan pendekatan pre-post test tanpa kelompok kontrol. Subjek penelitian terdiri dari 60 siswi usia 12–16 tahun yang mengalami dismenore dan mual saat menstruasi. Intervensi dilakukan dengan pemberian susu cokelat yang difortifikasi kalsium dan zat pendukung lainnya seperti magnesium dan vitamin B6 selama dua siklus menstruasi. Hasil menunjukkan penurunan signifikan intensitas nyeri dan frekuensi mual (p < 0,05). Suplementasi ini terbukti menjadi alternatif efektif dan diterima baik oleh remaja.
Education about Hot flushes in Perimenopausal Women Syarifah Sahirah; Ummu Kalsum; Andi Mustika Fadillah Rizki
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gunung Sari Vol 2 No 2 (2024): MEI 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jpmgs.v2i2.163

Abstract

Premenopause merupakan bagian proses penuaan alami wanita, yang ditandai dengan penurunan produksi estrogen ovarium yang biasanya timbul pada umur 50 tahun. Perimenopause adalah fase peralihan antara pramenopause dan pascamenopause. Beberapa wanita pada fase ini tampak keluhan vasomotorik dan keluhan sindrom premenstrual. Wanita pada masa menopause akan mengalami penurunan hormon estrogen dan hormon progesteron. Hal itu memicu terjadinya Hot flashes yang ditandai dengan merasa panas dari wajah hingga ke dada berkeringat pada malam hari, daya ingat mulai menurun,(insomnia), depresi dan merasa mudah Lelah. Pencegahan hot flashes bisa dilakukan dengan terapi biologis seperti mengkonsumsi susu kedelai atau tempe kukus, melakukan senam, serta terapi tertawa. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk mengembangkan wawasan Masyarakat melalui program penyuluhan edukasi dengan melakukan upaya  preventif dan promotif dalam mencegah dan mengatasi hot flashes pada ibu Premenopause. Metode penyuluhan kegiatan dilakukan dengan metode ceramah interaktif, tanya jawab dan diskusi dengan powerpoint dan leaftlet. Evaluasi dilakukan dalam bentuk lisan dengan tanya jawab serta melihat antusias peserta pada saat kegiatan berlangsung.
Penyuluhan Tentang Bahaya Anemia Terhadap Kesehatan Reproduksi Remaja Putri Andi Mustika Fadillah Rizki; Riska Reviana; Syarifah Sahirah; Nurul Faizin; Ummu Kalsum
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gunung Sari Vol 2 No 3 (2024): September 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jpmgs.v2i3.218

Abstract

Anemia yang terjadi pada remaja putri sangat berdampak negative pada kesehatan mereka khususnya berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan system reproduksi. dampak anemia wanita yakni abortus, kelahiran premature, perdarahan pada saat persalianan, BBLR bahkan dapat berlanjut hingga stunting pada anak. Ketidaksaimbangan nutrisi merupakan penyebab utama berbagai masalah kesehatan seperti anemia. Tetapi, selain masalah ketidakseimbangan nutrisi pada remaja, faktor kurangnya pengetahuan remaja putri tentang jenis-jenis makanan yang mengandung zat besi, dan bahaya dari anemia juga mempengaruhi terjadinya anemia. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk mengembangkan pengetahuan remaja putri dengan penyuluhan edukasi/informasi yang merupakan salah satu upaya  preventif dan promotif dalam mencegah anemia pada remaja. Metode penyuluhan kegiatan menggunakan metode ceramah (penyuluhan) yang dirangkaikan dengan diskusi tanya jawab secara interaktif antara penyuluh dan peserta kegiatan dengan menggunakan powerpoint dan lembar leaftlet. Evaluasi dilakukan dengan menganalisis pertanyaan-pertanyaan peserta sebagai bahan evaluasi untuk kegiatan selanjutnya dan antusias peserta pada saat kegiatan berlangsung.
Analisis Faktor Determinan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kebidanan Syarifah Sahirah; Andi Mustika Fadillah Rizki; Wahidah Munir; Andi Tenri Angka; Ernawati Ernawati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.689

Abstract

Latar Belakang : Pelayanan kesehatan ibu dan anak  merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan, yang diarahkan untuk mewujudkan kesehatan keluarga dalam rangka tercapainya keluarga yang berkualitas. Tujuan : Menganalisis faktor-faktor determinan yang mempengaruhi kepuasan pasien terhadap pelayanan kebidanan di Poli Kesehatan Ibu dan Anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif analaitik dengan desain cross-sectional. Menggunakan teknik sample accidental sampling atau systematic random sampling ukuran sampel dihitung menggunakan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien yang berkunjung di Poli Kesehatan Ibu dan Anak Puskesmas Sudiang selama periode Februari Maret 2026 sebanyak 122 dan besaran jumlah sampel dihitung menggunakan rumus slovin yaitu 94 responden. Data yang telah dikumpulkan kemudian diolah dan dianalisis menggunakan Program Statistik SPSS versi 25.0 dan dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil : hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar pasien di Poli KIA merasa puas terhadap mutu pelayanan kebidanan yang diberikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh dimensi mutu pelayanan yang meliputi tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy memiliki hubungan yang signifikan dengan kepuasan pasien (p < 0,05). Kesimpulan : Secara multivariat, seluruh variabel berpengaruh terhadap kepuasan pasien, dengan empati (empathy) sebagai faktor yang paling dominan, diikuti oleh daya tanggap (responsiveness). Hal ini menunjukkan bahwa selain aspek fasilitas dan ketepatan pelayanan, sikap peduli, komunikasi, dan kecepatan pelayanan tenaga kesehatan sangat menentukan tingkat kepuasan pasien. Dengan demikian, peningkatan mutu pelayanan kebidanan perlu difokuskan pada penguatan aspek interpersonal, khususnya empati dan responsivitas, untuk meningkatkan kepuasan pasien secara optimal
Semarak Milad KOHATI 58th Dialog Peran Perempuan dalam Dunia Kesehatan ”Perempuan Berdaya, Kesejahteraan Holistik Membanguan Generasi Sehat” Ummul Khair; Nunung Erviany; Ummu Kalsum; Syarifah Sahirah; Hasnia Hasnia; Hajar Hajar; Nur Rahmah
Compromise Journal Community Proffesional Service Journal Vol. 3 No. 1 (2025): Compromise Journal : Community Proffesional Service Journal
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/compromisejournal.v3i1.500

Abstract

In commemoration of KOHATI's (Korps HMI Wati) Milad, known as a special body of the Islamic Student Association (HMI) tasked with nurturing, developing, and enhancing the potential of women in women's movements, KOHATI plays several roles. These include helping to build awareness among Muslims, improving the quality of education, encouraging women's participation in politics, shaping good leadership character, and enhancing community welfare. The celebration of KOHATI’s Milad provides an opportunity for the people of Soppeng, especially the youth in Soppeng Regency, to broaden their knowledge about the role of women in the health sector, particularly reproductive health. Through this approach, we hope that the people of Soppeng will become more open and concerned about issues related to reproductive health. Reproductive health is a right for every woman. Do not hesitate to seek information and access the services you need. Education is power. With knowledge, women can empower themselves and protect both themselves and future generations