Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Saliva Dalam Diagnosis COVID-19 Dita Septiani; Endang Winiarti Bachtiar
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3352

Abstract

Latar Belakang: COVID-19 merupakan penyakit menular dengan tingkat penularan tinggi, sehingga diagnosis cepat dan akurat sangat penting untuk mengendalikan penyebaran. Saliva memiliki potensi sebagai alternatif diagnostik non-invasif untuk mendeteksi SARS-CoV-2. Metode: Penelitian ini menggunakan studi literatur sistematis terhadap publikasi tahun 2020–2025 dari PubMed, Scopus, dan Google Scholar yang membahas penggunaan saliva sebagai spesimen diagnostik COVID-19. Hasil: Kajian menunjukkan sensitivitas dan spesifisitas saliva sebanding dengan spesimen nasofaring, dengan tingkat kesesuaian diagnosis lebih dari 90%. Saliva dinilai praktis, hemat biaya, serta dapat mengurangi risiko penularan kepada tenaga medis. Namun, terdapat potensi false negatif atau positif pada fase awal penyakit yang perlu diperhatikan. Kesimpulan: Saliva memiliki keunggulan sebagai cairan diagnostik COVID-19 yang efektif, aman, dan nyaman, serta berpotensi digunakan secara luas untuk skrining dan pemantauan penyakit.
Korelasi Pengetahuan Anemi dan Konsumsi Gizi Seimbang dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri Marsa Syifa Khaila; Gianita Yulia Lestari; ⁠Adila Nurhadiya; ⁠⁠Mia Miranda; Dita Septiani
JUMANTIK (Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan) Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : Prodi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jumantik.v11i1.28839

Abstract

Anemia remains a global health problem. At SMK Sultah Baruna, 6,9% of adolescent girls were found to have anemia. The causes of anemia in adolescents include inadequate intake of balanced nutrition, bleeding, and worm infections. Lack of knowledge about anemia can influence adolescent’s behaviour in consuming balanced nutritional foods. This study is to determine the relationship between anemia knowledge and balanced nutrition behavior with the incidence of anemia in students of SMK Sulthan Baruna Cidaun. This study used a quantitative design with a quasi-experimental approach. The population consisted of 62 adolescent girls, divided into two groups: 31 with anemia and 31 without anemia. Accidental sampling was used. The research instruments included a knowledge questionnaire and a 24-hour food recall form. Data were analyzed using the dependent t-test (paired t-test). Based on research result 87.1% did not consume balanced nutritional foods. Statistical analysis showed a significant relationship between knowledge and balanced nutritional consumption (p < 0.016). Lack of knowledge and unbalanced food consumption behavior are risk factors for anemia in adolescents.