Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Kompres Hangat Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Suntik Pada Akseptor KB di PMB M Kota Tangerang Tahun 2025 Ermeida Nelli
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3416

Abstract

Nyeri suntik KB merupakan keluhan yang sering dialami akseptor kontrasepsi suntik dan dapat memengaruhi kenyamanan serta kepatuhan dalam penggunaan metode KB. Salah satu upaya non-farmakologis yang dapat dilakukan untuk mengurangi nyeri adalah pemberian kompres hangat, yang bekerja melalui mekanisme vasodilatasi sehingga meningkatkan sirkulasi darah dan mengurangi persepsi nyeri. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kompres hangat terhadap terhadap penurunan intensitas nyeri suntik pada akseptor KB di PMB M Kota Tangerang tahun 2025. Metode Penelitian: memnggunakan Quasi-eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest. Populasi adalah seluruh akseptor KB suntik di PMB M, dengan sampel 15 responden menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah kompres hangat. Analisis data menggunakan uji Shapiro-Wilk untuk normalitas dan uji paired sample t-test untuk menguji perbedaan. Menunjukkan rata-rata skor nyeri sebelum intervensi berada pada kategori nyeri sedang, sedangkan sesudah intervensi mayoritas menjadi nyeri ringan. Hasil uji statistik menunjukkan p < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan signifikan tingkat nyeri sebelum dan sesudah kompres hangat. Kompres hangat berpengaruh signifikan dalam menurunkan tingkat nyeri suntik pada akseptor KB, sehingga dapat direkomendasikan sebagai intervensi pendukung sebelum prosedur suntik, KB
Pengaruh Pemberian Teknik Effleurage Massage Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Afterpains Pada Ibu Nifas Di TPMB SM Kota Tangerang Tahun 2025 Ermeida Nelli; Dewi Sartika
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.8592

Abstract

Latar Belakang: Menurut data (WHO). Nyeri afterpains (mulas-mulas pasca persalinan) merupakan respon fisiologis kontraksi uterus yang sring kali menimbulkan ketidak nyamanan terutama pada multipara, dan sering membutuhkan penanganan non-farmakologis untuk relaksasi. 50% ibu primipara mengalami nyeri afterpains, dan ibu multipara terdapat 86%. prevalensi dari nifas di Indonesia adalah 75%, sedangkan untuk wilayah Bogor adalah 58,4%, dan keluhan yang sering disampaikan ibu nifas saat selesai pasca persalinan adalah nyeri afterpains. Tahun 2022 di Bogor, ditemukan sebanyak 73% ibu nifas mengalami nyeri punggung sedang. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengeruh pemberian Teknik Effleurage Massage terhadap penurunan intensitas nyeri afterpains pada ibu nifas sebelum dan setelah diberikan Teknik efleurage massage. Metode penelitain ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian eksperimental dengan quasi eksperimen sederhana karna dalam penelitian ini peneliti tidak dapat mengandalkan sampel sepenuhnya. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah one grup pretest posttes design yaitu penelitian yang dilakukan sebanyak dua kali yaitu sebelum eksperimen (pretest) dan sesudah perlakuan (postest) dengan satu kelompok subjek.sample dalam penelitianini berjumlah 10 ibu nifas dengan Teknik purposive sampling. Hasil penelitian: didapatkan p value = 0,002 hal ini berarti bahwa Nilai p<0,05. Sehingga H0 ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian Teknik effleurage massage efektif dalam mengurangi nyeri afterpains pada ibu nifas di TPMB SM Kota Tangerang Banten. Diharapkan para responden mengenal bahwa teknik effleurage Massage ini dapat mengurangi nyeri afterpains pada ibu nifas yang bisa dilakukan secara mandiri