Nyeri suntik KB merupakan keluhan yang sering dialami akseptor kontrasepsi suntik dan dapat memengaruhi kenyamanan serta kepatuhan dalam penggunaan metode KB. Salah satu upaya non-farmakologis yang dapat dilakukan untuk mengurangi nyeri adalah pemberian kompres hangat, yang bekerja melalui mekanisme vasodilatasi sehingga meningkatkan sirkulasi darah dan mengurangi persepsi nyeri. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kompres hangat terhadap terhadap penurunan intensitas nyeri suntik pada akseptor KB di PMB M Kota Tangerang tahun 2025. Metode Penelitian: memnggunakan Quasi-eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest. Populasi adalah seluruh akseptor KB suntik di PMB M, dengan sampel 15 responden menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah kompres hangat. Analisis data menggunakan uji Shapiro-Wilk untuk normalitas dan uji paired sample t-test untuk menguji perbedaan. Menunjukkan rata-rata skor nyeri sebelum intervensi berada pada kategori nyeri sedang, sedangkan sesudah intervensi mayoritas menjadi nyeri ringan. Hasil uji statistik menunjukkan p < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan signifikan tingkat nyeri sebelum dan sesudah kompres hangat. Kompres hangat berpengaruh signifikan dalam menurunkan tingkat nyeri suntik pada akseptor KB, sehingga dapat direkomendasikan sebagai intervensi pendukung sebelum prosedur suntik, KB
Copyrights © 2025