Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB) Sebagai Instrumen Legalitas Di Wilayah Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah Moh. Afif Widi Agung; Sigit Wahyu; Sulafah Fathin Khannanah; Pudji Astuti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3633

Abstract

Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB) merupakan instrumen legal yang memberikan pengakuan resmi, perlindungan hukum, serta akses terhadap berbagai fasilitas pemerintah bagi pelaku usaha pertanian. Di Kecamatan Pangkalan Banteng tahun 2024, hanya 1.280 dari total 13.042 pelaku usaha yang memiliki STDB, yang mencerminkan masih rendahnya tingkat kesadaran dan motivasi dalam pengurusannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas implementasi STDB, mengidentifikasi faktor pendukung maupun penghambat, serta merumuskan rekomendasi strategis guna meningkatkan kepemilikan STDB. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan analisis dokumentasi dengan responden yang terdiri atas petani, aparat pemerintah, dan pemangku kepentingan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan STDB memberikan manfaat signifikan, antara lain kepastian hukum, kemudahan akses program pemerintah, penguatan posisi tawar dalam kemitraan usaha, serta peningkatan tertib administrasi. Namun demikian, implementasi STDB masih terkendala oleh minimnya sosialisasi, rendahnya kesadaran petani, keterbatasan sumber daya kelembagaan, serta prosedur administrasi yang dinilai kompleks. Untuk mengatasi kendala tersebut, penelitian ini merekomendasikan adanya inovasi pelayanan, khususnya digitalisasi sistem pendaftaran, guna mempercepat proses, mengurangi hambatan birokrasi, serta memperluas jangkauan layanan hingga ke wilayah terpencil.
Digital transformation in enhancing public service quality in the era of modern governance Sigit Wahyudi; Sulafah Fathin Khannanah; Muhammad Danial Machbubi; Suljatmiko Suljatmiko
Lentera Negeri Vol. 7 No. 1 (2026): Lentera Negeri
Publisher : Indonesian Institute For Counseling, Education and Therapy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/993260

Abstract

Digital transformation has become a strategic approach to improving public service quality in the era of modern governance. This study aims to examine the role of digital transformation in enhancing public service quality through a qualitative library research approach. Data were collected from books, peer-reviewed journals, government reports, and other relevant scientific publications discussing digital transformation, public service quality, and modern governance. The collected data were analyzed using content analysis to identify key themes, relationships, and patterns across previous studies. The findings reveal that digital transformation significantly improves public service quality by increasing efficiency, transparency, accountability, accessibility, responsiveness, and citizen satisfaction. However, its successful implementation depends on several supporting factors, including digital infrastructure, institutional readiness, leadership commitment, human resource capabilities, regulatory support, cybersecurity, and interagency collaboration. The study concludes that digital transformation is not merely a technological innovation but a comprehensive governance strategy that enables governments to deliver more effective, inclusive, and citizen-centered public services while strengthening institutional performance in the digital era.
Implementasi Kebijakan Perlindungan Anak dalam Meningkatkan Kemandirian (Studi Kasus pada Spectrum Autisme di Yayasan Bhakti Luhur) Elisabeth Filanti Tana; Sulafah Fathin Khannanah; Bresca Merina; Suljatmiko; Muhammad Agus Syukron
Journal of Social Science and Humanities Vol. 5 No. 1 (2026): January-June
Publisher : GAYAKU PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/ewygr282

Abstract

Meningkatnya jumlah anak yang terdiagnosis autism spectrum disorder (ASD) di Indonesia menunjukkan perlunya penguatan sistem layanan intervensi dini dan pendampingan yang berkelanjutan. Anak dengan spektrum autisme umumnya mengalami hambatan dalam interaksi sosial, komunikasi, serta perilaku repetitif yang dapat memengaruhi kemampuan mereka untuk hidup mandiri. Oleh karena itu, diperlukan berbagai upaya dan program yang mendukung pengembangan kemandirian anak sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi program yang dilakukan di Yayasan Bhakti Luhur Malang dalam meningkatkan kemandirian anak dengan spektrum autisme agar mampu mengurus diri sendiri dan beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas anak dengan spektrum autisme, pengasuh, pekerja sosial, dan pihak terkait yang terlibat dalam proses pendampingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Yayasan Bhakti Luhur Malang menerapkan berbagai program intervensi yang terstruktur untuk mengembangkan kemandirian anak. Program tersebut meliputi Latihan Master, yaitu pelatihan keterampilan hidup sehari-hari dan kedisiplinan yang disesuaikan dengan kapasitas masing-masing anak, serta penerapan metode Applied Behavior Analysis (ABA) yang dilakukan melalui pemberian instruksi secara bertahap dan sistematis sehingga lebih mudah dipahami dan diikuti oleh anak. Selain itu, keberhasilan program didukung oleh kerja sama yang baik antara biarawati, pengasuh, pekerja sosial, guru, dan tenaga profesional lainnya dalam memberikan pendampingan secara berkelanjutan.