Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Studi Etnomedisin Tumbuhan Berkhasiat Sebagai Antidiare Di Pekon Sukoharjo IV Kabupaten Pringsewu Dina Rahmawati; Riza Dwiningrum; Wina Safutri; Nopi Anggista Putri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3661

Abstract

Etnomedisin merupakan salah satu pendekatan yang dapat dimanfaatkan untuk menggali penggunaan tumbuhan berkhasiat obat. Etnomedisin bertujuan mengungkap pengetahuan masyarakat mengenai cara-cara menjaga kesehatan, mencegah, dan mengobati berbagai penyakit, termasuk diare. Diare masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dengan angka kejadian cukup tinggi di Indonesia, khususnya di Kabupaten Pringsewu. Masyarakat Pekon Sukoharjo IV masih banyak memanfaatkan tanaman obat sebagai pilihan utama dalam mengatasi diare karena dianggap lebih aman, terjangkau, dan diwariskan secara turun-temurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan tumbuhan berkhasiat sebagai Antidiare di Pekon Sukoharjo IV. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan metode wawancara terstruktur dan observasi. Sampel penelitian berjumlah 24 responden yang dipilih secara purposive sampling,masyarakat yang memiliki pengetahuan mengenai pemanfaatan tanaman obat untuk mengatasi diare. Data dianalisis secara deskriptif dan ditabulasi dalam bentuk tabel dan diagram. Hasil penelitian terdapat 9 jenis tumbuhan di antaranya jambu biji (Psidium guajava L.) (34%), kunyit (Curcuma longa L.) (28%), ciplukan (Physalis angulata L.) (3%), sambiloto (Andrographis paniculata) (15%), jahe (Zingiber officinale Rosc) (3%), salam (Syzygium polyanthum) (5%), cincau (Cyclea barbata) (3%), brotowali (Tinospora crispa L.) (5%), temulawak (Curcuma zanthorrhiza) (3%). Bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan adalah daun (53%), rimpang (30%) dan batang (16%). Cara pengolahan yang paling umum adalah direbus (67%) dan dikunyah (33%). Cara penggunaannya paling banyak dengan diminum (68%) dan dimakan (32%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pengetahuan etnomedisin masyarakat Pekon Sukoharjo IV masih terjaga dengan baik dan berpotensi menjadi sumber data penting untuk pengembangan obat tradisional berbasis tanaman lokal.