Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Fenomena Perubahan Pola Konsumsi Rumah Tangga di Era Digital: Pengembangan Aplikasi Mobile Berbasis Machine learning untuk Manajemen Anggaran dan Preferensi Belanja Abiyasa Eka Saputra; Rahma Fitriyani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3720

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis transformasi pola konsumsi rumah tangga di era digital serta mengeksplorasi potensi pengembangan aplikasi mobile berbasis machine learning untuk manajemen anggaran dan preferensi belanja. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pesatnya adopsi platform digital, khususnya e-commerce dan teknologi keuangan, yang telah mengubah perilaku konsumen serta struktur keuangan rumah tangga. Meskipun digitalisasi menawarkan efisiensi dan kenyamanan, fenomena ini juga menimbulkan tantangan berupa konsumsi impulsif, ketidakstabilan keuangan, dan kesenjangan digital.Bahan dan metode. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi literatur. Publikasi akademik, laporan institusional, serta studi empiris yang relevan dari tahun 2015 hingga 2025 dikumpulkan secara sistematis dan dianalisis dengan metode analisis tematik. Tema utama yang dikaji meliputi faktor pendorong transformasi konsumsi digital, variasi sosial-ekonomi dalam perilaku rumah tangga, peran aplikasi mobile dalam manajemen keuangan, serta integrasi machine learning dalam keuangan konsumen. Analisis komparatif juga digunakan untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan antar penelitian terdahulu, dengan menjaga validitas dan reliabilitas melalui triangulasi sumber.Hasil. Temuan menunjukkan bahwa konsumsi digital didorong oleh kemajuan teknologi, perubahan gaya hidup, dan faktor sosial-ekonomi. Aplikasi mobile terbukti meningkatkan kesadaran finansial, disiplin anggaran, serta literasi keuangan rumah tangga. Namun, aplikasi yang ada masih kurang adaptif dan personal, sehingga retensi pengguna rendah. Integrasi machine learning memberikan peluang untuk analisis prediktif pengeluaran, rekomendasi personal, serta fitur pengendalian keuangan yang mampu mengurangi perilaku impulsif.Kesimpulan. Konsumsi digital rumah tangga menghadirkan peluang sekaligus risiko. Aplikasi berbasis machine learning berpotensi menjadi bukan hanya alat penganggaran, tetapi juga intervensi keuangan yang inklusif, edukatif, dan berkelanjutan. Keberhasilan adopsinya bergantung pada transparansi, keamanan data, dan inklusivitas, sehingga relevan untuk berbagai tipe rumah tangga di Indonesia maupun secara global. Keywords: Konsumsi Digital, Keuangan Rumah Tangga, Aplikasi Mobile, Machine learning, Literasi Keuangan
Analisis Keamanan Privasi pada Media Sosial: Studi Kasus Penggunaan Data Pribadi di Facebook dan Instagram Desty Endrawati Subroto;  Rifky Lana Rahardian; Caren Orlanda Ventayen; Abiyasa Eka Saputra; Bambang Cahyono
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6347

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis keamanan privasi pada media sosial melalui studi kasus penggunaan data pribadi di Facebook dan Instagram, dengan fokus pada kesadaran privasi, praktik kontrol pengguna, titik paparan data yang dominan, serta hambatan yang menyebabkan risiko privasi berulang. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur pada pengguna Facebook, Instagram, dan pengguna yang mengombinasikan keduanya. Analisis data dilakukan melalui pengodean tematik menggunakan codebook yang mencakup kesadaran jejak digital, personalisasi konten/iklan, kontrol audiens, penggunaan lokasi dan tag, izin aplikasi pihak ketiga, pengalaman insiden, serta strategi keamanan akun.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar informan telah memiliki kesadaran privasi pada level dasar, terutama terkait jejak digital dan fenomena personalisasi konten. Namun, kesadaran tersebut belum sepenuhnya terkonversi menjadi perilaku protektif yang konsisten. Kontrol privasi yang paling umum dilakukan adalah pengaturan visibilitas akun, pembatasan audiens konten, dan seleksi pertemanan/pengikut, sedangkan kontrol lanjutan seperti evaluasi izin aplikasi, pengelolaan tag/mention secara ketat, serta penguatan keamanan akun belum menjadi kebiasaan rutin. Titik paparan data paling sering muncul melalui fitur interaksi sosial, termasuk aktivitas grup/komunitas di Facebook, tag/mention dan penyebaran ulang konten di Instagram, serta pesan langsung yang rentan terhadap phishing dan manipulasi sosial. Hambatan utama yang teridentifikasi adalah literasi privasi yang terbatas dan kompleksitas pengaturan privasi yang dianggap rumit atau tidak efektif.Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan privasi memerlukan literasi berbasis keterampilan, panduan tindakan praktis, serta penyederhanaan kontrol privasi oleh platform agar pengguna mampu menerapkan perlindungan secara konsisten.