Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Yuridis Defensive Medicine dalam Praktek Kedokteran Asep Ahmad Saepullah; Efrila Efrila; Boedi Prasetyo
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3777

Abstract

Penelitian ini membahas tentang analisis yuridis terhadap praktik defensive medicine dalam dunia kedokteran, yaitu tindakan medis yang lebih menekankan pada upaya perlindungan hukum bagi dokter daripada kepentingan utama pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kedudukan hukum, tanggung jawab, serta bentuk perlindungan hukum bagi dokter yang melakukan defensive medicine dalam perspektif peraturan perundang-undangan di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif dengan menganalisis peraturan perundangan, doktrin hukum, serta literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanggung jawab hukum bagi dokter yang melakukan defensive medicine tidak diatur secara eksplisit dalam peraturan, namun dapat ditafsirkan secara implisit dan berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum, baik perdata, pidana, etik, maupun administrasi, apabila menimbulkan kerugian bagi pasien. Di sisi lain, perlindungan hukum tetap melekat apabila tindakan tersebut dilakukan sesuai indikasi medis. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pengaturan regulasi yang jelas mengenai praktik defensive medicine serta penyediaan sarana dan prasarana kesehatan yang memadai, agar dokter dapat bekerja secara optimal tanpa harus dibayangi risiko tuntutan hukum.
Analisis Yuridis Hak Pasien Bayi Prematur dalam Mendapatkan Pemeriksaan Uji Tapis Wajib Agung Zentyo Wibowo; Efrila Efrila; Anis Retnowati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3825

Abstract

This study analyzes the legal rights of premature infants to access mandatory screening examinations from a juridical perspective. Premature infants are a highly vulnerable group at risk of permanent complications, making early screening a fundamental medical necessity. However, findings indicate a significant legal gap within Indonesia’s national regulations, as Law Number 17 of 2023 on Health only provides general provisions on newborn screening without specific technical guidelines for premature infants. Regulatory fragmentation, inconsistent implementation across healthcare facilities, and limited integration with the National Health Insurance (BPJS Kesehatan) scheme have led to disparities in service delivery. The juridical analysis reveals that failure to conduct mandatory screening may result in criminal, civil, and administrative liability, as well as violations of children’s rights to optimal health. Therefore, this study recommends legal reform through comprehensive implementing regulations, evidence-based clinical guidelines, intersectoral regulatory harmonization, and capacity-building for healthcare professionals. Public education and national epidemiological research are also essential to inform policy development. Ultimately, regulatory reform is expected to ensure the fulfillment of premature infants’ rights to equitable and sustainable access to optimal healthcare services.