Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu, Tabu Makanan Dan Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe Dengan Anemia Defisiensi Zat Besi Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Marga Kencana Siti Nur Asiyah; Abdullah; Masayu Dian Khairani; Meti Kurniawati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3829

Abstract

Anemia defisiens zat besi merupakan masalah nasional yang hingga kini belum dapat teratasi sesuai target. Banyak faktor yang dapat menyebabkan anemia defisiens zat besi pada ibu hamil, termasuk aspek pendidikan, budaya, dan kepatuhan ibu dalam mengonsumsi tablet Fe. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan ibu, tabu makanan, dan kepatuhan ibu mengonsumsi tablet Fe dengan anemia defisiens zat besi pada ibu hamil di desa Marga Kencana dan Desa Gading Kencana. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil minimal trimester II. Sampel dalam penelitian ini 53 orang ibu hamil dengan teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah total sampling. Alat ukur/instrument yang digunakan kuesioner. Analisa data menggunakan uji gamma. Hasil penelitian didapatkan tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan (p-value = 0,607) ibu dengan Anemia defisiens zat besi. Kemudian ada hubungan antara tabu makanan (p-value = 0,001) dan kepatuhan mengonsumsi tablet Fe (p-value = 0,001) dengan Anemia defisiens zat besi. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menambah pengetahuan peneliti tentang hubungan antara tingkat Pendidikan ibu, tabu makanan, dan kepatuhan ibu mengonsumsi tablet Fe dengan Anemia defisiensi zat besi pada ibu hamil. Peneliti dapat memberikan sarana edukasi untuk ibu hamil agar dapat berkonsultasi keluhan yang dirasakan.
Hubungan Praktik Pemberian MP-ASI dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 6–24 Bulan: Penelitian Merlindia Salsabila; Meti Kurniawati; Abdullah Abdullah; Alifiyanti Muharramah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.8118

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan kualitas sumber daya manusia. Salah satu faktor yang berkontribusi adalah praktik pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI), meliputi usia awal pemberian, frekuensi, dan keragaman konsumsi pangan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan ketiga faktor tersebut dengan kejadian stunting pada balita usia 6–24 bulan. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional ini dilaksanakan pada 5–10 Mei 2026 di Pekon Banyuwangi, wilayah kerja Puskesmas Banyumas, Kabupaten Pringsewu. Sampel sebanyak 62 balita dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner usia awal pemberian MP-ASI, Food Frequency Questionnaire (FFQ), Dietary Diversity Score (DDS), dan pengukuran antropometri, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan 23 balita (37,1%) mengalami stunting, 37 (59,7%) menerima MP-ASI pada usia yang tepat, 27 (43,5%) memiliki frekuensi pemberian MP-ASI kategori cukup, dan 42 (67,7%) mengonsumsi pangan yang tidak beragam. Uji statistik menunjukkan hubungan antara usia awal pemberian MP-ASI (p=0,001), frekuensi pemberian MP-ASI (p=0,000), dan keragaman konsumsi pangan MP-ASI (p=0,028) dengan kejadian stunting pada balita usia 6–24 bulan.