Suryati Suryati
Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Media Sosial Terhadap Pembentukan Peran Sosial dan Identitas Perempuan Generasi Z Cut Wan Moulida; Suryati Suryati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4129

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media sosial terhadap pembentukan identitas diri dan peran sosial perempuan Generasi Z. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei, melibatkan 120 responden perempuan Generasi Z berusia 18-24 tahun yang aktif menggunakan media sosial. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner online yang dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memiliki pengaruh signifikan terhadap pembentukan identitas diri (R² = 0,67) dan peran sosial (R² = 0,58) perempuan Generasi Z. Perempuan yang aktif dalam memproduksi konten personal branding dan aktivisme digital menunjukkan tingkat kepercayaan diri dan kesadaran identitas yang lebih tinggi serta keterlibatan yang lebih besar dalam kegiatan sosial dan isu publik. Temuan ini menunjukkan bahwa media sosial tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga arena penting dalam membentuk agensi sosial dan konstruksi identitas perempuan muda di era digital. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya literasi digital berbasis kesadaran identitas dan peran sosial bagi generasi muda, khususnya perempuan.
Strategies for the Transformation of Traditional Islamic Boarding Schools in Aceh Singkil: Integrating Education, Social, and Religious Aspects Suryati Suryati; Eka Sri Mulyani; Sehat Ihsan Shadiqin
Tafkir: Interdisciplinary Journal of Islamic Education Vol. 7 No. 1 (2026): Integrative Islamic Education
Publisher : Pascasarjana Universitas KH. Abdul Chalim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/tijie.v7i1.2371

Abstract

The transformation of traditional Islamic boarding schools (pesantren) in peripheral areas such as Aceh Singkil reflects an adaptive response to the demands of Islamic education modernization, social challenges, and the need to integrate Islamic values within contemporary society. Pesantren are no longer merely centers for classical religious transmission; they have evolved into dynamic institutions capable of educational, social, and religious innovation. This study explores the transformation strategies implemented by three prominent pesantren in Aceh Singkil Dayah Babussalam, Darul Muta’alimin, and Darul Hasanah focusing on the integration of educational, social, and religious dimensions. This research employed a qualitative case study approach with data collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation. The analytical framework used was Talcott Parsons' AGIL model (Adaptation, Goal Attainment, Integration, Latency). The findings reveal that each pesantren pursued distinct innovations: curriculum integration, digital learning initiatives, alumni involvement in institutional reform, and the promotion of Islamic moderation through leadership and community outreach. These institutions have successfully built integrative models rooted in traditional values while remaining responsive to contemporary demands. The transformation observed is evolutionary, collaborative, and centrally led by kyai figures who serve both as preservers of tradition and agents of change. This study contributes to the discourse on adaptive Islamic education models that retain salafiyah authenticity while meeting global educational challenges.