Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Nilai Budaya Dalam Film Saranjana Kota Gaib Karya Johansyah Jumberan (Kajian Antropologi Sastra) Putri Amanda Lubis; Siti Fatimah Zahara; Sri Muliatik
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4182

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi keberagaman warisan budaya yang berbeda-beda yang tumbuh dan berkembang menjadi karya sastra yang tidak ternilai harganya. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan nilai budaya mana saja yang sudah ditinggalkan generasi muda dan mendeskripsikan antropologi sastra dalam Film Saranjana Kota Gaib Karya Johansyah Jumberan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data dalam penelitian di peroleh dari aplikasi Telegram dengan alamat URL https://t.me/c/1458625670/700. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai budaya yang terkandung di dalam Film Sarnjana Kota Gaib, Karya Johansyah Jumberan memiliki beberapa jenis nilai kebudayaan antara seperti nilai material, Nilai Budaya Material yang terdapat di dalam film Saranjana Kota Gaib ada 15 macam, nilai vital, Nilai Budaya Vital yang terdapat di dalam film Saranjana Kota Gaib ada 5 percakapan dan nilai kerohanian (nilai kebenaran ada 33 percakapan, nilai estetika ada 12 percakapan, dan nilai relegius 6 percakapan). Sedangkan nilai-nilai budaya yang telah hilang pada generasi muda dalam Film Saranjana Kota Gaib, Karya Johansyah Jumberan diantaranya adalah cara berpakaian, cara berbicara dan kurang minatnya generasi muda terhadap budaya lokal. Film Saranjana Kota Gaib, Karya Johansyah Jumberan memiliki kaitan dengan kajian antropologi sastra mana di dalam Film Sranjana Kota Gaib mennguraikan tentang cerita daerah yang di dalamnya masih mengakat kisah mitologi.
Analisis Gaya Bahasa Sarkasme pada Novel “Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong” Karya Eka Kurniawan Dinda Purnama Lubis; Diah Kusyani; Sri Muliatik
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7745

Abstract

Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan bentuk-bentuk gaya bahasa sarkasme, menjelaskan fungsi penggunaannya dalam menyampaikan kritik sosial, serta menganalisis kontribusinya terhadap narasi dan karakterisasi tokoh. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan stilistika. Data berupa kutipan narasi, dialog, maupun monolog tokoh yang mengandung unsur sarkasme, yang dianalisis menggunakan teknik baca-catat dan klasifikasi tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat delapan bentuk gaya bahasa sarkasme, yaitu: verbal (58 data), situasional (31 data), ironis (37 data), understatement (11 data), overstatement (16 data), retoris (20 data), kasar (26 data), dan halus (20 data). Sarkasme berfungsi sebagai sarana kritik sosial (29 data), hiburan (35 data), penguatan karakter (28 data), keterlibatan pembaca (44 data), serta perlawanan terhadap kekuasaan (21 data). Selain itu, gaya bahasa sarkasme berkontribusi dalam memperkuat tema, membangun konflik, serta menajamkan karakterisasi tokoh. Dengan demikian, penggunaan sarkasme dalam novel ini tidak hanya berfungsi sebagai hiasan linguistik, tetapi juga sebagai instrumen ideologis yang meneguhkan nilai estetis sekaligus kritik sosial