Fatigue atau kelelahan merupakan kondisi klinis yang sangat sering dijumpai pada pasien yang menjalani hemodialisa, dengan prevalensi yang dilaporkan mencapai 60–97% pada pasien hemodialisa kronik. Kondisi ini berdampak signifikan terhadap penurunan kemampuan pasien dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, gangguan pola tidur, ketidakstabilan emosional, hingga risiko terjadinya depresi. Di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan tercatat sebanyak 383 pasien aktif menjalani hemodialisa pada periode Januari hingga Juni 2024, namun belum terdapat data spesifik mengenai gambaran level fatigue pada pasien tersebut secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran level fatigue pada pasien yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2024, mencakup identifikasi karakteristik demografi responden serta distribusi level fatigue secara spesifik. Metode penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan teknik total sampling. Populasi penelitian adalah seluruh pasien hemodialisa pada periode Januari hingga Juni 2024 sebanyak 383 orang, dengan sampel sebanyak 60 responden yang diambil pada bulan Desember 2024. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner FACIT Fatigue Scale yang terdiri dari 13 pertanyaan dengan skala 0–4, telah tervalidasi dengan nilai r hitung lebih besar dari r tabel (0,279) dan reliabel dengan nilai Cronbach Alpha r11 = 0,646. Analisis data menggunakan analisis univariat yang disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki (58,3%), berusia 56–65 tahun (38,33%), berpendidikan SMA (38,33%), tidak bekerja (41,67%), dan telah menjalani hemodialisa kurang dari 12 bulan (51,67%). Distribusi level fatigue menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami fatigue ringan sebanyak 31 orang (51,7%), diikuti fatigue sedang sebanyak 20 orang (33,3%), tidak fatigue sebanyak 5 orang (8,3%), dan fatigue berat sebanyak 4 orang (6,7%). Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa fatigue ringan mendominasi kondisi pasien hemodialisa, mengindikasikan adanya kemampuan adaptasi yang cukup baik, namun penanganan fatigue tetap memerlukan perhatian serius dari tenaga kesehatan melalui intervensi keperawatan yang tepat dan edukasi kesehatan yang berkelanjutan.