Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, fungsi, dan efektivitas penggunaan media berbasis budaya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) serta membandingkannya dengan pembelajaran Bahasa Indonesia reguler. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis sepuluh artikel ilmiah yang terbit pada periode 2020–2025. Data diperoleh melalui penelusuran jurnal nasional dan internasional dengan menggunakan kata kunci media pembelajaran BIPA, budaya lokal, dan pembelajaran bahasa Indonesia untuk penutur asing. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan media berbasis budaya seperti cerita rakyat, gamelan, wayang, kuliner tradisional, angklung, serta kesenian daerah lainnya mampu meningkatkan motivasi, keterlibatan emosional, dan kompetensi interkultural pembelajar asing. Media berbasis budaya tidak hanya berperan sebagai alat bantu belajar, tetapi juga sebagai sarana diplomasi budaya yang memperkenalkan nilai-nilai lokal Indonesia secara kontekstual dan menarik. Dibandingkan dengan pembelajaran Bahasa Indonesia reguler yang cenderung fokus pada aspek linguistik dan akademis, pendekatan BIPA berbasis budaya menekankan pengalaman komunikatif yang autentik dan kontekstual. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa pengintegrasian media berbasis budaya dapat dijadikan dasar pengembangan kurikulum, desain materi ajar, serta pelatihan pengajar BIPA agar lebih adaptif terhadap kebutuhan pembelajar asing. Selain itu, strategi ini berpotensi memperkuat citra positif Indonesia melalui diplomasi budaya di kancah global.