Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KONSTRUKSI KEKUASAAN TEKS PEMBERITAAN MEDIA ONLINE FAJAR.CO.ID BERDASARKAN ANALISIS METAFORA MELALUI FITUR KOSAKATA Muh. Ikbal; Deni Indrawan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5147

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konstruksi kekuasaan dalam teks pemberitaan media online Fajar.co.id berdasarkan analisis metafora melalui fitur kosakata. Kajian ini berangkat dari pandangan bahwa bahasa media tidak bersifat netral, melainkan sarat dengan ideologi dan relasi kekuasaan. Metode penelitian yang digunakan ialah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis (AWK) model Norman Fairclough, yang difokuskan pada analisis metafora dalam teks berita. Data diperoleh dari beberapa teks berita di Fajar.co.id yang menampilkan metafora representatif, khususnya dalam rubrik pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metafora seperti menyelami realita, cahaya pendidikan, akar rumput, mengobral gelar, mencederai nilai-nilai Pancasila, melecehkan umat Islam, dan bonus demografi berfungsi sebagai instrumen retoris untuk membingkai realitas sosial dan meneguhkan ideologi tertentu. Penggunaan metafora tersebut menunjukkan upaya media dalam menanamkan pandangan, membentuk kesadaran publik, serta mengukuhkan posisi kekuasaan simbolik di ruang diskursif.

KONTESTASI WACANA EKOLOGI DALAM PEMBERITAAN PERTAMBANGAN NIKEL DI RAJA AMPAT Muh. Ikbal; Andi Karman
Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra Vol. 3 No. 3 (2026)
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/vokatif.v3i3.5794

Abstract

Pertambangan nikel di Raja Ampat memicu konflik antara pelestarian kawasan yang ditetapkan UNESCO, wilayah adat, serta ruang hidup masyarakat dengan pengembangan nikel sebagai mineral strategis untuk hilirisasi industri dan transisi energi. Studi ini mengkaji kontestasi wacana dan perubahan konfigurasi wacana dalam 28 artikel berita lengkap yang diterbitkan antara Maret dan September 2025 oleh lima media terpilih yang mewakili empat jenis media. Kerangka analisis utama menggunakan pendekatan Fairclough, analisis klausa menggunakan teori transitivitas Halliday, evaluasi ekologis dipandu oleh pendekatan Stibbe, serta representasi aktor sosial dan legitimasi dianalisis menggunakan kerangka Van Leeuwen. Unit pengambilan sampel adalah artikel; setiap artikel utuh berfungsi sebagai unit konteks, sedangkan 84 segmen fokus yang mencakup judul/teras berita, segmen aktor-sumber, dan segmen ekologis-ideologis berfungsi sebagai unit pencatatan. Artikel diklasifikasikan berdasarkan orientasi yang sama pada setidaknya dua dari tiga segmen tersebut; kasus campuran dikategorikan sebagai ambivalen. Hasilnya menunjukkan 12 artikel bersifat kontra-wacana, delapan artikel bersifat melegitimasi, dan delapan artikel bersifat ambivalen. Legitimasi dibangun melalui otorisasi resmi, kepatuhan administratif, rasionalisasi teknis, manfaat ekonomi, pembatasan spasial, dan klaim persetujuan masyarakat. Sebaliknya, kontra-wacana mengonstruksi Raja Ampat sebagai wilayah adat dan ekosistem yang saling terhubung, menonjolkan heterogenitas masyarakat, serta mengangkat isu entitas non-manusia dan dampak ekologis. Analisis lintas fase menunjukkan adanya perubahan konfigurasi wacana yang bervariasi antar-media, bukan pergeseran seragam: ANTARA beralih dari respons krisis yang ambivalen menuju legitimasi operasional; Mongabay Indonesia dan Suara Papua tetap dominan dalam posisi kontra-wacana; sementara Tirto.id menunjukkan pola perubahan yang dinamis. Temuan ini membedakan antara legalitas administratif dan legitimasi ekologis, serta antara batas-batas izin dan konektivitas ekosistem.