Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Partisipasi Politik Masyarakat Dalam Pemilihan Kepala Desa Melalui E-Voting Tahun 2019 di Desa Lito Kecamatan Paguyaman Pantai Kabupaten Boalemo Ais Nurdin; Udin Hamim; Ramli Mahmud
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.375

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas tentang partisipasi politik masyarakat dalam pemilihan kepala desa melalui e-voting tahun 2019 di desa Lito Kecamatan Paguyaman Pantai Kabupaten Boalemo. Penelitian menggunakan Metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, data yang diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun yang menjadi objek penelitian ini untuk mengukur tingkat partisipasi politik masyarakat dalam pemilihan secara e-voting dalam lingkup ini terdiri dari partisipasi masyarakat dalam memberikan hak suaranya (voting), partisipasi masyarakat dalam diskusi politik terhadap pemilihan kepala desa, partisipasi masyarakat dalam ikut serta kegiatan kampanye politik. Hasil penelitian menunjukan bahwa partisipasi politik masyarakat desa Lito dipengaharui oleh faktor sosial ekonomi serta kesadaran politik yang rendah. Akibatnya, hal itu berpengaruh pada tingkat partisipasi masyarakat dalam pemilihan kepala desa yang dilaksakan selama satu periode atau enam tahun sekali. Adapun kesimpulan dalam penelitian ini bahwa tingkat partisipasi politik masyarakat dalam pemilihan kepala desa melalui e-voting, dapat terlihat bahwa partisipasi politik masyarakat baik itu voting, diskusi, mapun kampanye politik masih sangat rendah hal ini terjadi dikarekan kurangnya kesadaran politik masyarakat sehingganya partisipasi politik masyarakat masih kurang optimal Penelitian ini bertujuan untuk membahas tentang partisipasi politik masyarakat dalam pemilihan kepala desa melalui e-voting tahun 2019 di desa Lito Kecamatan Paguyaman Pantai Kabupaten Boalemo. Penelitian menggunakan Metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, data yang diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun yang menjadi objek penelitian ini untuk mengukur tingkat partisipasi politik masyarakat dalam pemilihan secara e-voting dalam lingkup ini terdiri dari partisipasi masyarakat dalam memberikan hak suaranya (voting), partisipasi masyarakat dalam diskusi politik terhadap pemilihan kepala desa, partisipasi masyarakat dalam ikut serta kegiatan kampanye politik. Hasil penelitian menunjukan bahwa partisipasi politik masyarakat desa Lito dipengaharui oleh faktor sosial ekonomi serta kesadaran politik yang rendah. Akibatnya, hal itu berpengaruh pada tingkat partisipasi masyarakat dalam pemilihan kepala desa yang dilaksakan selama satu periode atau enam tahun sekali. Adapun kesimpulan dalam penelitian ini bahwa tingkat partisipasi politik masyarakat dalam pemilihan kepala desa melalui e-voting, dapat terlihat bahwa partisipasi politik masyarakat baik itu voting, diskusi, mapun kampanye politik masih sangat rendah hal ini terjadi dikarekan kurangnya kesadaran politik masyarakat sehingganya partisipasi politik masyarakat masih kurang optimal
Relevansi Tradisi Tumbilotohe Untuk Penguatan Civic Culture Di Era Modern Mais Nurdin; Rauf A Hatu; Ais Nurdin; Nurinda Ibrahim; Eka Haspy Mubianti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5289

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap secara mendalam relevansi Tradisi Tumbilotohe untuk penguatan civic culture di era modern dengan menjadikan tradisi tersebut sebagai pintu masuk untuk memahami hubungan antara warisan budaya lokal dan pembentukan karakter kewargaan masyarakat Gorontalo. Metode dalam penelitian ini kualitatif deskriptif, data dihimpun melalui observasi langsung pelaksanaan Tumbilotohe, wawancaradan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tumbilotohe masih berfungsi sebagai warisan budaya penting karena memuat nilai religius, kebersamaan, penghormatan terhadap leluhur, serta ikatan kekeluargaan yang kuat, yang secara nyata tercermin dalam praktik gotong royong, kebiasaan berkumpul, dan simbol lampu sebagai representasi kehidupan dan penghormatan bagi anggota keluarga yang telah tiada. Selain itu juga, bahwa proses modernisasi, melalui pergeseran penggunaan lampu tradisional ke lampu hias modern dan semakin dominannya unsur hiburan seperti konser dan tontonan estetis telah mengaburkan sebagian esensi spiritual dan sosial Tumbilotohe, sehingga tradisi berpotensi direduksi menjadi sekadar perayaan seremonial dan atraksi visual. Kondisi ini mengindikasikan adanya ketegangan antara pelestarian makna dan tuntutan modernitas. Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan perlunya upaya sadar dan terarah dari masyarakat, pemerintah daerah, dan lembaga pendidikan untuk melestarikan tidak hanya bentuk luar tradisi, tetapi juga menghidupkan kembali makna filosofisnya melalui edukasi, internalisasi nilai, dan revitalisasi praktik sosial, agar Tumbilotohe tetap berperan sebagai penopang jati diri budaya dan kohesi sosial masyarakat Gorontalo di tengah arus perubahan zaman.