Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Acoustic Neurinoma Giant Type ; Perlakuan Tindakan Bedah Saraf Penanganan Secara Komprehensif Pedoman Tinjauan Pustaka Katia Ayu Nabilah; Afrizal Afrizal; Astri Avianti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5686

Abstract

Acoustic neurinoma atau vestibular schwannoma (VS) merupakan tumor jinak yang berasal dari sel Schwann pada nervus vestibulokoklearis (nervus kranialis VIII) dan merupakan lesi tersering di daerah cerebellopontine angle (CPA), mencakup sekitar 8–10% dari seluruh tumor intracranial. Insidensi vestibular schwannoma (VS) dilaporkan meningkat menjadi 3–5 per 100.000 penduduk per tahun, jauh lebih tinggi dibandingkan angka klasik sekitar 1 per 100.000 per tahun. Seiring kemajuan teknologi di Indonesia yaitu pencitraan MRI dan peningkatan deteksi dini, dilaporkan terdapat 88 kasus VS selama periode 2018 – 2023 di RSCM yang merupakan rumah sakit rujukan nasional. Vestibular schwannoma dengan diameter ≥4 cm dikategorikan sebagai Giant Vestibular Schwannoma (GVS), yaitu varian tumor berukuran besar yang menimbulkan efek massa signifikan terhadap batang otak dan saraf kranialis. Kondisi ini umumnya berkaitan dengan tingkat morbiditas bedah yang lebih tinggi. GVS memerlukan pendekatan penatalaksanaan yang lebih kompleks, meskipun mayoritas bersifat jinak, tindakan yang diperlukan seringkali berupa kombinasi mikrosurgery dan radiosurgery, yang berguna mencapai kontrol tumor yang optimal sekaligus mempertahankan fungsi neurologis pasien. Kasus ini mengenai pasien laki-laki 41 tahun datang dengan nyeri kepala kiri dan vertigo sejak ±1 minggu disertai tinnitus kiri, gangguan keseimbangan, serta mual muntah hingga penurunan asupan. Tidak terdapat riwayat trauma atau kejang. Pasien memiliki riwayat VP shunt (17 Juni 2025) dan operasi pengangkatan tumor (31 Juli 2025).
Penatalaksanaan Hidrosefalus Obstruktif pada Tumor Otak Derajat Tinggi: Laporan Kasus Astrocytoma Anaplastik Grade 3 Meilani Dwi Pratiwi; Afrizal Afrizal; Astri Avianti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5835

Abstract

Tumor otak merupakan pertumbuhan sel abnormal pada jaringan otak yang dapat bersifat primer maupun metastasis. Tumor otak memiliki insiden yang lebih rendah dibandikan tumor pada organ lain, namun menimbulkan morbiditas dan mortalitas yang tinggi karena melibatkan sistem saraf pusat. Secara global, insiden tumor otak mencapai sekitar 3,5 per 100.000 penduduk dengan angka mortalitas 2,6 per 100.000, dan menunjukkan peningkatan di Asia serta Eropa. Di Indonesia, insidennya berkisar antara 2,8–3,2 per 100.000 dengan mortalitas yang hampir sebanding. Seorang laki-laki, 76 tahun, datang dengan penurunan kesadaran sejak satu hari sebelum masuk rumah sakit, disertai napas cepat dan keluhan sakit kepala berbulan-bulan serta kelemahan anggota gerak kiri. Hasil CT-scan kepala menunjukkan massa intraaksial di lobus frontotemporoparietal kanan dengan edema vasogenik dan herniasi subfalsin 0,85 cm ke kiri. Diagnosis ditegakkan dengan pemeriksaan patologi anatomi sebagai astrocytoma anaplastik, WHO grade 3. Pasien menjalani tindakan VP shunt dan craniectomy dekompresi untuk tumor removal. Pemeriksaan histopatologi menunjukkan sel tumor glial dengan pleomorfisme inti dan mitosis tinggi, sesuai dengan astrocytoma anaplastik. Kasus ini menekankan pentingnya diagnosis dini dan intervensi bedah segera pada tumor otak dengan tanda peningkatan tekanan intrakranial. Pendekatan multidisipliner diperlukan untuk menurunkan mortalitas dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Laparotomi Eksplorasi, Drainase Asites, Drainase Abdomen, dan Appendektomi atas Indikasi Abses Intraabdomen, Asites Masif dengan Apendisitis Rajiv Andika Mustafa; Maurits Tamalonggehe; Astri Avianti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.8043

Abstract

ABSTRACT Acute appendicitis is one of the most common abdominal surgical emergencies. Delayed diagnosis and management can lead to serious complications such as appendiceal perforation, generalized peritonitis, intra-abdominal abscesses, sepsis, and organ dysfunction. Massive ascites accompanying complicated appendicitis is a rare condition that indicates severe intra-abdominal inflammation, requiring a comprehensive diagnostic and therapeutic approach and immediate surgical intervention. We report a case of a 56-year-old man who presented to the emergency department with complaints of right lower abdominal pain that had worsened several days prior to admission, accompanied by fever, nausea, vomiting, abdominal distension, and inability to pass flatus. Physical examination revealed signs of generalized peritonitis and massive ascites. Laboratory tests revealed severe leukocytosis, anemia, hyponatremia, metabolic acidosis, and renal dysfunction leading to sepsis-associated acute kidney injury. The patient was diagnosed with complicated acute appendicitis with intra-abdominal abscess and massive ascites. The patient underwent exploratory laparotomy, ascites drainage, abdominal drainage, and appendectomy. Postoperatively, the patient's clinical condition and laboratory parameters showed significant improvement. Complicated acute appendicitis with intra-abdominal abscess and massive ascites is a life-threatening condition that requires prompt and accurate diagnosis and surgical intervention. Exploratory laparotomy accompanied by control of the source of infection and adequate supportive therapy provided favorable clinical results. Comprehensive management plays an important role in reducing morbidity and improving patient prognosis. Keywords: Appendicitis, Intra-Abdominal Abscess, Massive Ascites, Exploratory Laparotomy, Appendectomy