Acoustic neurinoma atau vestibular schwannoma (VS) merupakan tumor jinak yang berasal dari sel Schwann pada nervus vestibulokoklearis (nervus kranialis VIII) dan merupakan lesi tersering di daerah cerebellopontine angle (CPA), mencakup sekitar 8–10% dari seluruh tumor intracranial. Insidensi vestibular schwannoma (VS) dilaporkan meningkat menjadi 3–5 per 100.000 penduduk per tahun, jauh lebih tinggi dibandingkan angka klasik sekitar 1 per 100.000 per tahun. Seiring kemajuan teknologi di Indonesia yaitu pencitraan MRI dan peningkatan deteksi dini, dilaporkan terdapat 88 kasus VS selama periode 2018 – 2023 di RSCM yang merupakan rumah sakit rujukan nasional. Vestibular schwannoma dengan diameter ≥4 cm dikategorikan sebagai Giant Vestibular Schwannoma (GVS), yaitu varian tumor berukuran besar yang menimbulkan efek massa signifikan terhadap batang otak dan saraf kranialis. Kondisi ini umumnya berkaitan dengan tingkat morbiditas bedah yang lebih tinggi. GVS memerlukan pendekatan penatalaksanaan yang lebih kompleks, meskipun mayoritas bersifat jinak, tindakan yang diperlukan seringkali berupa kombinasi mikrosurgery dan radiosurgery, yang berguna mencapai kontrol tumor yang optimal sekaligus mempertahankan fungsi neurologis pasien. Kasus ini mengenai pasien laki-laki 41 tahun datang dengan nyeri kepala kiri dan vertigo sejak ±1 minggu disertai tinnitus kiri, gangguan keseimbangan, serta mual muntah hingga penurunan asupan. Tidak terdapat riwayat trauma atau kejang. Pasien memiliki riwayat VP shunt (17 Juni 2025) dan operasi pengangkatan tumor (31 Juli 2025).
Copyrights © 2025