Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tinjauan Hukum Waris Dalam Hak Cipta Di Era Digital Ramlin Ahmad; Diah Retnowati; Fitriyadi Fitriyadi; Alexander Satria Aji Wibowo; Marni Maryani; Iqbal Tawakal; Muhammad Safi’i
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5855

Abstract

Dalam menghadapi era digital yang penuh dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, transformasi mendalam terjadi dalam domain hak cipta, memunculkan tantangan yang kompleks, terutama dalam aspek hukum waris. Warisan digital menjadi isu yang semakin mendesak, terutama ketika menghadapi kenyataan bahwa banyak aspek hidup dan karya kreatif seseorang sekarang tersimpan dalam bentuk data digital. Bagaimana hak cipta terhadap aset digital ini diturunkan kepada ahli waris menjadi suatu pertanyaan etis dan praktis yang kompleks.Penting untuk memahami bagaimana pengelolaan hak cipta telah berubah seiring dengan evolusi teknologi. Penulisan jurnal ini mengadopsi metode penelitian secara hukum normatif. Dalam melaksanakan penelitian, penulis menggunakan teknik metoda kepustakaan (library research). Sumber-sumber literatur, seperti buku-buku yang dipilih berdasarkan relevansi dengan masalah yang diteliti, menjadi acuan utama dalam mengkaji isu-isu penelitian. Hasil penelitian menunjukkan implikasi etika dalam hak cipta menjadi fokus dalam mengakomodasi kehendak etis pencipta terkait dengan warisan digital. Dengan pembaruan regulasi, dan kolaborasi global, sistem hukum dapat memastikan bahwa pewarisan hak cipta di era digital dapat dilakukan dengan adil dan efektif.
IMPLEMENTASI RESTORATIVE JUSTICE DALAM PENYELESAIAN TINDAK PIDANA RINGAN DI TINGKAT KEPOLISIAN Dimas Dwi Putro Baharza; Iqbal Tawakal; Ramlin Ahmad
PERAHU (PENERANGAN HUKUM) : JURNAL ILMU HUKUM Vol 14 No 1 (2026): PERAHU (PENERANGAN HUKUM) : Jurnal Ilmu Hukum
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/perahu.v14i1.1857

Abstract

In Indonesia, restorative justice has emerged as a bridge between legal justice and social justice by facilitating dialogue between offenders and victims to reach peaceful resolutions outside formal court processes. This study examines an embezzlement case involving Mrs. Syafrida under the jurisdiction of the South Tangerang Police, which attracted public attention due to humanitarian concerns when her children attempted to sell their kidneys to secure her release. The research employs an empirical juridical method with a qualitative approach, combining legal analysis and field data. Interviews with police investigators were conducted to assess the implementation of restorative justice based on Police Regulation Number 8 of 2021. The findings indicate that restorative justice at the police level contributes to more efficient case resolution, reduces the burden on courts, and helps restore social relations between offenders and victims. This case demonstrates that law enforcement can uphold justice while maintaining humanitarian values and a substantive sense of fairness in resolving criminal cases.