Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Literatur review: Analisis obat golongan antiinflamasi dengan metode HPLC Muhammad Firdaus Kurniawan; Raina Pramesti Utomo; Mutiara Eka Putri; Najma Kamila Zahra; Fathiya Nauratun Nafiah; Camelia Azka; Maeza Aqyla Ramadhani; Isna Nur Rahmawati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5857

Abstract

High-Performance Liquid Chromatography (HPLC) merupakan teknik analisis yang paling banyak digunakan dalam evaluasi obat antiinflamasi karena mampu menghasilkan pemisahan yang baik, sensitivitas tinggi, serta kuantifikasi yang akurat pada berbagai matriks, baik sediaan farmasi maupun sampel biologis. Penelitian ini bertujuan menjelaskan penggunaan metode HPLC terkini pada analisis obat antiinflamasi serta meninjau karakteristik pemisahan, kondisi instrumen, dan parameter validasi yang dilaporkan dalam literatur. Penelusuran artikel dilakukan melalui beberapa database ilmiah dengan kriteria inklusi berupa artikel penelitian original full-text, penggunaan HPLC sebagai metode utama, serta rentang publikasi tahun 2016–2025. Dari proses seleksi, diperoleh 25 artikel yang memenuhi kriteria dan dianalisis untuk mengidentifikasi variasi kolom kromatografi, komposisi fase gerak, jenis detektor, serta teknik preparasi sampel. Hasil telaah menunjukkan bahwa HPLC tetap menjadi metode yang dominan digunakan untuk penetapan kadar, identifikasi impuritas, dan evaluasi stabilitas obat antiinflamasi. Perbedaan jenis kolom seperti C18, fenil, dan kolom berdimensi kecil, serta penggunaan fase gerak berbasis campuran buffer–organik, menjadi strategi umum untuk meningkatkan efisiensi pemisahan. Selain itu, validasi metode yang meliputi linearitas, presisi, akurasi, limit deteksi, limit kuantifikasi, serta robustness menjadi aspek krusial yang menentukan keandalan hasil analisis. Secara keseluruhan, kajian ini menegaskan bahwa HPLC masih menjadi teknik yang sangat relevan dan andal dalam analisis obat antiinflamasi, serta mampu mendukung pengembangan metode analitik yang lebih efisien dan memenuhi standar kualitas di bidang farmasi.
Article Review: The Effect of Disintegrant Type on Tablet Disintegration Time and Dissolution Rate Nur Shifa Rahmadina; Fathiya Nauratun Nafiah; Isna Nur Rahmawati; Anisa Jauzaa' Hasanah; Muhammad Adi Utama
PROMOTOR Vol. 9 No. 4 (2026): AGUSTUS
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v9i4.2581

Abstract

Tablets are the most dominant dosage form used in therapeutic practice. Disintegrant excipients are known to directly exert a significant influence on the primary quality evaluation of tablets, namely disintegration time and dissolution rate. Differences in the characteristics of various types of disintegrants lead to variations in disintegration time and dissolution performance. This study aims to examine the effect of disintegrant type on tablet disintegration time and dissolution rate. The study was conducted using a systematic literature review (SLR) method to identify, analyze, understand, and interpret relevant previous studies. The results indicate that the type of disintegrant is a key parameter determining disintegration time and dissolution rate through water penetration, particle expansion, and matrix fragmentation. Crospovidone is effective for rapid disintegration; croscarmellose sodium is suitable for hard tablets and hydrophobic active ingredients; whereas sodium starch glycolate carries a risk of gelling at high concentrations, thereby inhibiting dissolution. The effectiveness of disintegrants is influenced by concentration, manufacturing methods, and formulation accuracy. Natural disintegrants (mucilage, MCC, DBP, chitosan, modified starch, and seed powder) have the potential to serve as alternatives to synthetic disintegrants.