Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penafsiran Ayat-Ayat Kekerasan Seksual dalam Konteks Maqashidi Menurut Jaseer Auda Abdul Munzir; Khairunnas Jamal; Mochammad Novendri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6001

Abstract

Artikel ini menganalisis ayat-ayat Al-Qur’an yang berhubungan dengan kekerasan seksual melalui pendekatan maqāṣidī dengan mengacu pada kerangka pemikiran Jasser Auda. Ayat-ayat seperti QS. An-Nisā’ 19, QS. Al-Isrā’ 32, QS. An-Nūr 33, dan QS. Al-Mu’minūn 5–7 dibaca tidak hanya secara tekstual, tetapi juga dilihat dari tujuan syariah dalam menjaga jiwa, kehormatan, kebebasan, dan ketertiban sosial. Pemikiran Jasser Auda yang menekankan enam fitur pendekatan sistem—tujuan, keterbukaan, multidimensi, relasional, kognitif, dan keberlanjutan—memberikan paradigma baru dalam memahami larangan kekerasan seksual sebagai bagian dari perlindungan maqāṣid al-syarī‘ah. Dengan pendekatan sistemik ini, ayat-ayat tersebut dipahami secara lebih kontekstual dan dapat menjawab tantangan kekerasan seksual modern seperti eksploitasi digital, pemaksaan dalam relasi kuasa, dan perdagangan manusia. Artikel ini menunjukkan bahwa tafsir maqāṣidī ala Auda mampu memberikan pijakan etis dan hukum yang komprehensif dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual dalam masyarakat kontemporer.
UNSUR RIBA DALAM LAYANAN PAYLATER MODERN ANALISIS TAFSIR DENGAN PENDEKATAN DOUBLE MOVEMENT FAZLUR RAHMAN PADA EKONOMI DIGITAL Janna Aulia; Khairunnas Jamal; Mochammad Novendri
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v5i1.1752

Abstract

Perkembangan ekonomi digital telah menghadirkan beragam instrumen keuangan baru, salah satunya layanan paylater yang menawarkan kemudahan transaksi berbasis kredit jangka pendek. Meskipun inovatif, model ini menimbulkan persoalan etis terkait potensi riba akibat adanya bunga, biaya layanan, serta denda keterlambatan yang berlapis. Penelitian ini bertujuan menganalisis larangan riba pada transaksi paylater melalui perspektif Fazlur Rahman dengan menerapkan metode double movement sebagai pendekatan hermeneutika dalam memahami ayat-ayat riba secara kontekstual. Penelitian menggunakan metode studi pustaka dengan analisis deskriptif, menelusuri konsep riba dalam Al-Qur’an, pemikiran Fazlur Rahman, serta karakteristik sistem keuangan modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa riba, menurut Rahman, merupakan praktik ekonomi yang bersifat eksploitatif dan merugikan pihak yang lemah. Melalui gerakan pertama double movement, ayat riba dipahami dalam konteks sosial-ekonomi Arab pra-Islam yang menekankan pencegahan penindasan utang. Pada gerakan kedua, prinsip moral Qur’ani tersebut diterapkan pada sistem paylater modern yang dalam praktiknya sering memuat unsur-unsur ketidakadilan, khususnya dalam penetapan bunga tinggi, biaya tersembunyi, dan penalti berlebihan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemikiran Fazlur Rahman relevan dalam menilai transaksi paylater dan memberikan kerangka etis untuk membaca riba modern secara lebih substantif dalam ekosistem keuangan digital.