Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Nilai Sosio-Kultural Tradisi Mangupa dan Relevansinya bagi Pengembangan Model Etno-Konseling Helmi Ghoffar; Ita Karina Bancin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6096

Abstract

Tradisi Mangupa merupakan salah satu praktik budaya penting dalam masyarakat Mandailing yang sarat dengan nilai kekerabatan, gotong royong, musyawarah, dan penguatan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nilai utama yang terkandung dalam Mangupa serta menganalisis relevansinya bagi pengembangan model etnokonseling berbasis budaya lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain etnografis, berlokasi di Desa Gunung Tua, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal. Data yang dianalisis merupakan data penelitian sebelumnya yang mencakup wawancara, observasi prosesi Mangupa, dan dokumentasi adat. Analisis tematik digunakan untuk menggali pola nilai dan fungsi sosial yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mangupa memuat tujuh nilai inti yaitu: kekerabatan dan ikatan sosial, gotong royong, musyawarah dan mufakat, penghormatan adat dan sesepuh, komitmen dan integritas, keseimbangan moral-spiritual, serta tanggung jawab kolektif. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan prinsip strength-based counseling, karena menekankan afirmasi positif, penguatan mental, dan dukungan kolektif sebagai sumber perubahan perilaku. Implikasinya, konseling berbasis budaya Mandailing perlu melibatkan sistem keluarga, tokoh adat, serta pendekatan kolaboratif-komunal dalam proses intervensi. Kajian ini berkontribusi pada pengembangan model etnokonseling di Indonesia dan membuka peluang penelitian lanjutan untuk menguji efektivitasnya dalam praktik layanan konseling.
PAI Terintegrasi Trauma Healing: Penguatan Karakter Islami Anak Korban Bencana di SDN 2 Tualang Cut Aceh Tamiang Adrian Yudabangsa; Muhammad Ashadi Rasyad; Muhammad Furqan; Assya Syahnaz; Amirul Haq RD; Ammar Zaki; Helmi Ghoffar
Abdimas Indonesian Journal Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Civiliza Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/aij.1582

Abstract

Aceh Tamiang Regency, especially Manyak Payed District, is one of the areas affected by the flood disaster that left a deep psychological impact on school-age children, including trauma, anxiety, and loss of motivation to learn. This community service activity aims to implement an integrated Islamic Religious Education (PAI) approach to trauma healing to strengthen Islamic character while supporting the psychosocial recovery of disaster victims at SDN 2 Tualang Cut, Aceh Tamiang. The program is implemented through three systematic stages, namely planning, implementation, and monitoring. The implementation stage includes five integrated activities, namely Islamic storytelling, light dialogue sessions, joint prayers, distribution of ATK packages and nutritious snacks, and creative expression. A total of 120 students in grades I, II, and III were involved in this program which was funded by the PKM Disaster Emergency Response Program of Samudra University. Data was collected through observation and interviews with classroom teachers and principals. The monitoring results showed significant positive changes in students' psychosocial conditions, where children who previously seemed moody and unmotivated became more cheerful, active in learning, and more socially interactive. These findings prove that the integration of PAI and trauma healing provides a holistic and effective approach in post-disaster recovery, touching the spiritual, emotional, and social dimensions of children at the same time, and has the potential to be a model that can be replicated by educational institutions in disaster-prone areas.