Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Penerapan Prinsip Ergonomi dan Beban Kerja Fisik pada Pekerja Industri Kecil Pembuatan Opak Rahmi Wardani; Tri Radia Wiranti; Alchia puteri rizky Sitindaon; Mawar Davira; Nabila Ramadhani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6185

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi penerapan prinsip-prinsip ergonomi serta beban kerja fisik pada 11 buruh di industri kecil yang memproduksi opak di Jalan Lapangan Golf Tuntungan, Medan. Dengan penggunaan metode deskriptif observasional yang meliputi 10 kali pengukuran denyut nadi, dengan observasi langsung, dan wawancara, hasilnya menunjukkan bahwa beban kerja tergolong ringan hingga sedang (rata-rata waktu denyut sebelum bekerja adalah 8,12 detik yang menurun menjadi 6,98 detik setelah bekerja), yang dipengaruhi oleh faktor usia serta jenis pekerjaan seperti pengangkutan bagi laki-laki dibandingkan dengan penjemuran bagi perempuan. Analisis memperlihatkan penerapan ergonomi yang rendah, yang berkaitan dengan postur membungkuk yang dilakukan secara berulang, tingkat kebisingan yang berada pada 64-89 dB (melebihi nilai ambang batas yang ditentukan 85 dB), serta pengaturan alat yang tidak optimal. Meskipun pencahayaan alami cukup baik, kondisi ini berpotensi mengurangi produktivitas (8 ton ubi per hari) dan meningkatkan risiko terjadinya gangguan muskuloskeletal kronis. Rekomendasi yang diberikan meliputi penyesuaian tata letak kerja, rotasi pekerjaan, dan penggunaan alat pelindung diri terhadap kebisingan guna meningkatkan keselamatan serta efisiensi dalam industri kecil yang bergerak di bidang makanan tradisional.
Analisis Ergonomi Dan Kondisi Lingkungan Kerja Di Kantor PT Wolu Berkah Perkasa Jenni Maia Khalijah Hasibuan; Khairunnisa Khairunnisa; Ghefira Syifa Salsabilla; Khairunnisa Br Lubis; Rahmi Wardani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6193

Abstract

Tugas administratif yang sering melibatkan waktu lama duduk di depan komputer dapat menyebabkan masalah kesehatan jika prinsip-prinsip ergonomi tidak diterapkan dengan baik. Lingkungan kerja yang tidak ideal, seperti cahaya yang kurang dan ruangan yang sempit, bisa menyebabkan kelelahan fisik dan mengurangi produktivitas karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi ergonomi di tempat kerja dan beban fisik karyawan di kantor PT Wolu Berkah Perkasa. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional deskriptif dengan pendekatan potong lintang, melibatkan semua karyawan administrasi yang dipilih dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui pengamatan langsung dengan menggunakan checklist ergonomi, serta pengukuran pencahayaan, suhu, dan kebisingan, dan penilaian beban kerja fisiologis menggunakan metode 10 denyut nadi sebelum dan sesudah jam kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cahaya di ruang kerja masih di bawah standar ergonomi (<300 lux), sedangkan suhu dan kebisingan berada dalam kondisi nyaman. Postur kerja karyawan umumnya hampir sesuai dengan standar ergonomi, tetapi ruang untuk kaki dan area gerak sangat terbatas karena penataan furnitur yang terlalu rapat. Selain itu, ditemukan adanya peningkatan frekuensi denyut nadi setelah bekerja yang menandakan adanya peningkatan beban kerja fisik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa lingkungan kerja di PT Wolu Berkah Perkasa masih perlu diperbaiki untuk memenuhi prinsip ergonomi, khususnya dalam hal pencahayaan dan penataan ruang kerja.
Analisis Beban Kerja dan Kelelahan Pegawai Berdasarkan Penerapan Ergonomi di Kantor BAPENDA Sumatera Utara Bagian Aset melalui Metode SchuIding Mute Siti Nazwa Ramadhani; Nurul Hasanah Lubis; Marsya Winanda; Ade Asiilah Asri; Rahmi Wardani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6978

Abstract

Kesehatan dan keselamatan kerja merupakan faktor penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan manusiawi. Salah satu pendekatan untuk menilai kesejahteraan pekerja adalah ergonomi, yaitu ilmu yang menyesuaikan pekerjaan dengan kemampuan manusia guna mencapai kenyamanan dan efisiensi kerja yang optimal. Di Kantor Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Sumatera Utara, peningkatan beban kerja pegawai akibat aktivitas administrasi, pelayanan masyarakat, serta tuntutan target kinerja berpotensi menimbulkan kelelahan fisik dan mental yang berdampak pada produktivitas kerja. Oleh karena itu, diperlukan pengukuran beban kerja sebagai upaya pencegahan dan pengendalian risiko kerja. Metode Schulding Mute digunakan sebagai pendekatan sederhana dan efektif untuk menilai beban kerja fisik melalui pengukuran denyut jantung pekerja selama aktivitas kerja guna memperkirakan tingkat beban kardiovaskular. Penilaian ini dikombinasikan dengan aspek higiene industri, meliputi pencahayaan, suhu ruangan, ventilasi, dan kebersihan lingkungan kerja yang turut memengaruhi kenyamanan dan kesehatan pegawai. Hasil penilaian ergonomi dan beban kerja ini diharapkan dapat menjadi dasar perbaikan kondisi kerja, meningkatkan kesehatan dan keselamatan pegawai, serta mendukung terciptanya lingkungan kerja yang sehat, aman, dan produktif.
Analisis Penerapan Prinsip Ergonomi di Lingkungan Kerja Laundry Express Mas Tura Tuntungan Dian Pratiwi; Nayla Nabila Hidayat; Azzahra Dyahayu Ramadani; Kayla Salsabila; Dinda Wulandari; Rahmi Wardani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6980

Abstract

Penerapan prinsip ergonomi di lingkungan kerja memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan pekerja serta mendukung peningkatan produktivitas, khususnya pada sektor usaha jasa seperti laundry yang didominasi oleh aktivitas fisik berulang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip ergonomi di Laundry Express Mas Tura Tuntungan dengan meninjau aspek postur kerja, kondisi lingkungan kerja, kebisingan, serta beban kerja fisiologis menggunakan metode 10 denyut nadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode observasi langsung terhadap satu orang pekerja perempuan berusia 40 tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan postur kerja, pencahayaan, ventilasi, kelembapan, kebersihan lingkungan kerja, serta pengukuran denyut nadi sebelum dan setelah bekerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas kerja sebagian besar dilakukan dalam posisi berdiri dengan frekuensi membungkuk dan menunduk, yang berpotensi menimbulkan gangguan muskuloskeletal. Kondisi pencahayaan dinilai kurang memadai, ventilasi terbatas, kelembapan ruangan tinggi, serta tingkat kebisingan mendekati ambang batas yang ditetapkan. Pengukuran beban kerja fisiologis menunjukkan peningkatan denyut nadi setelah bekerja dengan nilai cardiovascular load sebesar 12,94% yang tergolong dalam kategori beban kerja ringan. Meskipun demikian, kombinasi faktor fisik, lingkungan, dan psikologis berpotensi menurunkan kenyamanan dan produktivitas kerja dalam jangka panjang. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan penerapan ergonomi guna menciptakan lingkungan kerja laundry yang lebih aman, nyaman, dan berkelanjutan
Maternal personal hygiene as a dominant risk factor for diarrhea among toddler in Medan City: a logistic regression analysis Sufia Idya; Jayanti Rida Lestari; Rahmi Wardani
TROPHICO Vol. 6 No. 1 (2026): TROPHICO: Tropical Public Health Journal
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/trophico.v6i1.24747

Abstract

In Indonesia, toddler diarrhea is still a major public health concern, especially in crowded cities like Medan City. The prevalence of diarrhea in toddlers remains high despite advancements in environmental sanitation, suggesting the impact of additional contributing factors, particularly caregiver behavior. The purpose of this study was to examine the main variables linked to toddler diarrhea incidence, with an emphasis on maternal personal hygiene habits. In this quantitative study, 120 mothers with toddlers ages 24 to 59 months selected through purposive sampling participated in a cross-sectional design. Participants were chosen from Medan City's seven subdistricts with the highest number of toddler diarrhea cases reported. Maternal personal hygiene behavior—which includes knowledge, attitudes, and practices—were the independent variables. Multiple logistic regression analysis was used to determine the most significant factor influencing the incidence of diarrhea in toddlers. The findings indicated that maternal personal hygiene practices were the most significant factor linked to toddler diarrhea incidence among all variables analyzed (p = 0.013; Exp.B = 3.387). Diarrhea was 56% more likely to occur in toddlers whose mothers practiced poor personal hygiene. The incidence of diarrhea was not substantially correlated with maternal attitudes or environmental sanitation factors. In conclusion, preventing diarrhea in toddlers in urban environments requires improving maternal hygiene practices, especially handwashing with soap, sterilizing baby bottles and feeding utensils, and preparing safe food and drinking water.