Penerapan prinsip ergonomi di lingkungan kerja memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan pekerja serta mendukung peningkatan produktivitas, khususnya pada sektor usaha jasa seperti laundry yang didominasi oleh aktivitas fisik berulang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip ergonomi di Laundry Express Mas Tura Tuntungan dengan meninjau aspek postur kerja, kondisi lingkungan kerja, kebisingan, serta beban kerja fisiologis menggunakan metode 10 denyut nadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode observasi langsung terhadap satu orang pekerja perempuan berusia 40 tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan postur kerja, pencahayaan, ventilasi, kelembapan, kebersihan lingkungan kerja, serta pengukuran denyut nadi sebelum dan setelah bekerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas kerja sebagian besar dilakukan dalam posisi berdiri dengan frekuensi membungkuk dan menunduk, yang berpotensi menimbulkan gangguan muskuloskeletal. Kondisi pencahayaan dinilai kurang memadai, ventilasi terbatas, kelembapan ruangan tinggi, serta tingkat kebisingan mendekati ambang batas yang ditetapkan. Pengukuran beban kerja fisiologis menunjukkan peningkatan denyut nadi setelah bekerja dengan nilai cardiovascular load sebesar 12,94% yang tergolong dalam kategori beban kerja ringan. Meskipun demikian, kombinasi faktor fisik, lingkungan, dan psikologis berpotensi menurunkan kenyamanan dan produktivitas kerja dalam jangka panjang. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan penerapan ergonomi guna menciptakan lingkungan kerja laundry yang lebih aman, nyaman, dan berkelanjutan
Copyrights © 2026