Penelitian ini mengevaluasi penerapan prinsip-prinsip ergonomi serta beban kerja fisik pada 11 buruh di industri kecil yang memproduksi opak di Jalan Lapangan Golf Tuntungan, Medan. Dengan penggunaan metode deskriptif observasional yang meliputi 10 kali pengukuran denyut nadi, dengan observasi langsung, dan wawancara, hasilnya menunjukkan bahwa beban kerja tergolong ringan hingga sedang (rata-rata waktu denyut sebelum bekerja adalah 8,12 detik yang menurun menjadi 6,98 detik setelah bekerja), yang dipengaruhi oleh faktor usia serta jenis pekerjaan seperti pengangkutan bagi laki-laki dibandingkan dengan penjemuran bagi perempuan. Analisis memperlihatkan penerapan ergonomi yang rendah, yang berkaitan dengan postur membungkuk yang dilakukan secara berulang, tingkat kebisingan yang berada pada 64-89 dB (melebihi nilai ambang batas yang ditentukan 85 dB), serta pengaturan alat yang tidak optimal. Meskipun pencahayaan alami cukup baik, kondisi ini berpotensi mengurangi produktivitas (8 ton ubi per hari) dan meningkatkan risiko terjadinya gangguan muskuloskeletal kronis. Rekomendasi yang diberikan meliputi penyesuaian tata letak kerja, rotasi pekerjaan, dan penggunaan alat pelindung diri terhadap kebisingan guna meningkatkan keselamatan serta efisiensi dalam industri kecil yang bergerak di bidang makanan tradisional.
Copyrights © 2025