Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kontribusi Ekonomi Syariah dalam Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan di Indonesia Ahrina laila; Harianto Harianto; Rinol Sumantri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6389

Abstract

Ekonomi syariah, dengan prinsip-prinsip universalnya yang berlandaskan keadilan, keseimbangan, dan kemaslahatan, memiliki konvergensi yang kuat dengan konsep pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi nyata dan potensial sektor ekonomi syariah dalam mendorong pembangunan ekonomi berkelanjutan di Indonesia, baik dari aspek keuangan, sektor riil, maupun sosial-lingkungan.Metodologi yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif, mengumpulkan dan menganalisis data sekunder dari berbagai laporan, jurnal akademis, dan publikasi resmi instansi terkait seperti Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Badan Pusat Statistik. Ekonomi syariah berkontribusi melalui tiga pilar utama. Pertama, dari aspek keuangan, perbankan dan keuangan syariah mendukung keberlanjutan melalui pembiayaan yang selektif (_halal_ dan _thayyib_), mendorong usaha produktif, serta mengembangkan instrumen keuangan inklusif dan berdampak sosial seperti wakaf uang, obligasi syariah (sukuk) hijau, dan fintech syariah. Kedua, dalam sektor riil, industri halal (makanan, fashion, farmasi, kosmetika, pariwisata) menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi inklusif, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan nilai tambah berbasis sumber daya lokal yang berkelanjutan. Ketiga, dari dimensi sosial-lingkungan, praktik ekonomi syariah secara intrinsik melarang eksploitasi berlebihan (_israf_), menganjurkan pelestarian lingkungan (_hifzh al-bi'ah_), dan memperkuat tanggung jawab sosial melalui zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) yang efektif mengatasi kesenjangan dan memobilisasi dana untuk pembangunan berkelanjutan. Ekonomi syariah bukan hanya alternatif sistem ekonomi, melainkan kerangka kerja yang komprehensif yang secara organik selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Kontribusinya terlihat dalam integrasi nilai-nilai etika dan keberlanjutan ke dalam aktivitas ekonomi, mendorong pertumbuhan yang inklusif, berkeadilan, dan ramah lingkungan. Untuk memaksimalkan potensi ini, diperlukan penguatan regulasi, harmonisasi standar halal global, peningkatan literasi dan kesadaran masyarakat, serta inovasi yang berkelanjutan dalam produk dan layanan ekonomi syariah.
Islamic Work Ethics in Daily Work Practices: A Case Study of Employees at Bank Syariah Indonesia, Palembang Branch Harianto Harianto; Heri Junaidi; Melis Melis
EKOMBIS REVIEW: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis Vol 14 No 3 (2026): Juli
Publisher : UNIVED Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/ekombis.v14i3.11959

Abstract

This study aims to explore the practice of Islamic Work Ethics (IWE) in the daily lives of employees of Bank Syariah Indonesia (BSI) Palembang Branch Office after the merger, with a focus on the influence of anxiety related to job placement on the internalization of IWE values. The research method used a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews with 15 informants from various banks (former BRI Syariah, BNI Syariah, Mandiri Syariah), observation, and documentation. Data analysis used the Miles & Huberman interactive model. Findings The study found that anxiety about job placement manifests itself in cognitive, affective, behavioral, relational, and spiritual dimensions. Four typologies of employee responses were identified: resilient (strengthened IWE, 20-25%), surviving (stable IWE - decreased OCB, 40-50%), vulnerable (weakened IWE, 20-25%), and problematic (deviant behavior, 5-10%). IWE values ​​such as trustworthiness and honesty are relatively well-maintained, but cross-group collaboration (ukhuwwah) and the meaning of work as worship face significant challenges. This research integrates IWE theory, organizational justice, social identity, and spiritual resilience in the context of Islamic bank mergers in Indonesia.