Kemampuan membaca merupakan keterampilan dasar yang penting bagi siswa sekolah dasar. Berdasarkan hasil observasi awal dan wawancara dengan guru kelas IV di SDN Medankarya 2, ditemukan bahwa sebagian siswa masih menunjukkan minat baca, motivasi belajar, dan keterlibatan emosional yang relatif rendah dalam proses pembelajaran membaca. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran membaca berbasis cinta, penerapannya, serta dampaknya terhadap kemampuan membaca siswa di SDN Medankarya 2. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas guru kelas IV dan siswa kelas IV B SDN Medankarya 2. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran membaca berbasis cinta dilaksanakan melalui suasana belajar yang hangat, nyaman, dan suportif dengan menekankan empati, perhatian, motivasi positif, serta penghargaan terhadap usaha siswa. Penerapan pendekatan ini tampak dalam kegiatan membaca nyaring, membaca dalam hati, penggunaan bahan bacaan yang menarik, dan keterlibatan aktif siswa selama pembelajaran. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran membaca berbasis cinta memberikan dampak positif terhadap peningkatan minat membaca, kelancaran membaca, pemahaman isi bacaan, dan rasa percaya diri siswa. Dengan demikian, pembelajaran membaca berbasis cinta dapat menjadi alternatif pendekatan yang efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca dan kualitas pembelajaran literasi di sekolah dasar.