Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

The Strategi Guru Mengembangkan Pemahaman Konsep Pecahan melalui Media Konkret dalam Pembelajaran Matematika Dasar: Strategi Guru Mengembangkan Pemahaman Konsep Pecahan melalui Media Konkret dalam Pembelajaran Matematika Dasar Mia Audina Musyadad Mia; Agus Jaenal; Rahman Tanjung; Vina Febiani Musyadad; Diah Widiawati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6397

Abstract

Pembelajaran matematika pada tingkat dasar menuntut pendekatan yang mampu menghubungkan konsep abstrak dengan pengalaman konkret siswa, terutama pada materi pecahan yang kerap menjadi sumber kesulitan konseptual dalam proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam mengembangkan pemahaman konsep pecahan melalui penggunaan media konkret serta menelaah bentuk implementasi dan dampaknya terhadap konstruksi pemahaman siswa. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi lapangan, di mana data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi pembelajaran, dan analisis dokumen pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Falah Kecamatan Majalaya Kabupaten Karawang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan serangkaian strategi berbasis aktivitas manipulatif, representasi bertahap, dan pengaitan dengan situasi kontekstual sehingga siswa mampu memaknai pecahan sebagai bagian dari keseluruhan sebelum beralih pada simbol dan operasi matematis. Penggunaan media konkret seperti potongan kertas, benda kelas, serta alat peraga buatan guru terbukti membantu proses visualisasi konsep, meningkatkan keterlibatan belajar, dan memfasilitasi transisi pemahaman dari pengalaman nyata menuju representasi abstrak. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa pembelajaran pecahan yang dirancang secara sistematis melalui pengalaman langsung mampu memperkuat proses internalisasi konsep pada siswa sekolah dasar. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan kompetensi pedagogik guru dalam merancang dan memanfaatkan media konkret sebagai strategi pembelajaran konseptual, serta perlunya dukungan kelembagaan agar praktik serupa dapat diadopsi secara lebih luas dalam pembelajaran matematika dasar.
Implementasi Pembelajaran Kooperatif dalam Mengembangkan Kemampuan Komunikasi Interpersonal Siswa pada Pembelajaran Tematik Dasar Diah Widiawati Diah; Susilawati; Rahman Tanjung; Agus Jaenal; Haris Sandi Yudha
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6446

Abstract

Proses pembelajaran pada jenjang dasar tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga pada pembentukan kemampuan sosial dan komunikasi interpersonal siswa sebagai bekal berinteraksi dalam lingkungan akademik maupun sosial yang lebih luas. Dalam konteks tersebut, pembelajaran kooperatif hadir sebagai pendekatan yang menempatkan kerja sama, interaksi dialogis, dan partisipasi aktif sebagai inti proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran kooperatif dalam mengembangkan kemampuan komunikasi interpersonal siswa pada pembelajaran tematik dasar di MIN 2 Karawang, serta menelaah dinamika proses yang terjadi di dalam aktivitas kelompok. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi yang dianalisis secara sistematis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif diterapkan dalam bentuk kerja kelompok terstruktur, diskusi berbasis tugas, serta peran guru sebagai fasilitator komunikasi yang mendorong interaksi setara antar siswa. Implementasi tersebut berdampak pada peningkatan keberanian siswa mengemukakan pendapat, kemampuan mendengarkan lawan bicara, dan keterbukaan dalam menyelesaikan tugas bersama. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran kooperatif memiliki potensi strategis sebagai pendekatan pedagogik yang relevan untuk mengembangkan kemampuan komunikasi interpersonal siswa pada pembelajaran tematik dasar, serta dapat dijadikan rujukan dalam perancangan praktik pembelajaran di lingkungan madrasah maupun sekolah dasar.
HUBUNGAN PEMBIASAAN (TA’WĪD) BERBASIS NILAI-NILAI ISLAM DENGAN KEDISIPLINAN BELAJAR SISWA DI MIN 2 KARAWANG Yani Yani; Vina Febiani Musyadad; Rahman Tanjung
MURABBI Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Murabbi
Publisher : Prodi PGMI STAI Sabili Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69630/jm.v5i1.102

Abstract

This study was motivated by the importance of students’ learning discipline at the madrasah ibtidaiyah level and the need for a structured habituation strategy to develop orderly, responsible, and consistent learning behavior. This study aimed to describe an Islamic values-based habituation strategy, describe students’ learning discipline, and analyze the relationship between both variables among fifth-grade students at MIN 2 Karawang. This study employed a quantitative approach with a correlational design. The sample consisted of 52 fifth-grade students selected through total sampling. Data were collected through questionnaires, observation, and documentation, and then analyzed using descriptive statistics, normality testing, and Spearman Rank correlation. The results showed that the Islamic values-based habituation strategy was in the high category with a mean score of 30.79, while students’ learning discipline was also in the high category with a mean score of 31.71. The highest indicator of the habituation strategy was behavioral reinforcement, while the highest indicator of learning discipline was responsibility. The correlation test revealed a positive, significant, and strong relationship between the Islamic values-based habituation strategy and students’ learning discipline, with a correlation coefficient of 0.774 and a significance value of less than 0.001. In conclusion, the better the Islamic values-based habituation strategy is implemented, the higher the students’ learning discipline will be.
DINAMIKA INTEGRASI NILAI KEISLAMAN DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK INTEGRATIF DI MADRASAH IBTIDAIYAH Agus Jaenal; Rahman Tanjung; Dede Ajeng Arini; Susilawati Susilawati; Neneng Nurhasanah
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4630

Abstract

Pembelajaran tematik integratif di Madrasah Ibtidaiyah tidak hanya menuntut keterpaduan antar mata pelajaran, tetapi juga mengandaikan integrasi nilai keislaman sebagai fondasi pembentukan karakter peserta didik. Dalam praktiknya, integrasi nilai tersebut berlangsung secara beragam sesuai dengan konteks pedagogik dan kultur sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis dinamika integrasi nilai keislaman dalam pembelajaran tematik integratif di Madrasah Ibtidaiyah Tarbiyatul Athfal Kecamatan Pangkalan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai keislaman berlangsung melalui tiga ranah utama, yaitu perencanaan pembelajaran, praktik pedagogik di kelas, dan penguatan budaya sekolah. Integrasi nilai tampak sistematis dalam dokumen pembelajaran dan pembiasaan religius, namun kedalaman implementasinya bervariasi dalam kegiatan inti pembelajaran. Kultur sekolah yang religius berperan memperkuat internalisasi nilai dalam keseharian siswa. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya pengembangan strategi pedagogik yang lebih reflektif dan kontekstual agar integrasi nilai keislaman tidak bersifat simbolik, melainkan menyatu dalam proses belajar secara substantif di Madrasah Ibtidaiyah.
ANALISIS RESISTENSI ORANG TUA TERHADAP IMPLEMENTASI PROGRAM PENGUATAN PROFIL PELAJAR RAHMATAN LIL ‘ALAMIN DI MADRASAH IBTIDAIYAH Agus Jaenal; Rahman Tanjung; Ety Kusmiati; Siti Nur Fikriyah; Mia Audina Musyadad
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4636

Abstract

Penguatan karakter peserta didik menjadi salah satu fokus penting dalam pengembangan pendidikan di madrasah, khususnya melalui penguatan nilai-nilai keislaman yang menekankan sikap moderat, toleran, dan berorientasi pada kemaslahatan. Konsep Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin dikembangkan untuk membentuk peserta didik yang memiliki karakter religius, inklusif, serta mampu berinteraksi secara harmonis dalam kehidupan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk resistensi orang tua serta faktor-faktor yang mempengaruhi munculnya resistensi terhadap implementasi Program Penguatan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Karawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resistensi orang tua lebih banyak muncul dalam bentuk keraguan dan keterbatasan pemahaman terhadap konsep serta implementasi program. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh faktor komunikasi antara pihak madrasah dan orang tua serta tingkat keterlibatan orang tua dalam kegiatan sekolah. Pihak madrasah merespon dinamika tersebut melalui berbagai kegiatan sosialisasi dan penguatan komunikasi dengan orang tua. Temuan penelitian ini memberikan implikasi bahwa keberhasilan implementasi program pendidikan karakter di madrasah memerlukan sinergi antara lembaga pendidikan dan keluarga melalui komunikasi yang efektif dan partisipasi yang berkelanjutan.
PENANAMAN NILAI KEBANGSAAN DALAM PEMBELAJARAN IPS MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH Asep Supriatna; Agus Jaenal; Rian Permana Suryadipraja; Rahman Tanjung; Emi Anggreani Masjur
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.4671

Abstract

Perkembangan globalisasi membawa pengaruh yang signifikan terhadap perubahan sosial dan budaya masyarakat, termasuk dalam pembentukan sikap kebangsaan pada generasi muda. Dalam konteks pendidikan dasar, penguatan nilai kebangsaan menjadi bagian penting dalam membentuk karakter siswa sejak dini. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai kebangsaan karena berkaitan dengan kehidupan sosial, budaya, dan kebersamaan dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses penanaman nilai kebangsaan dalam pembelajaran IPS melalui pembelajaran berbasis kearifan lokal pada siswa Madrasah Ibtidaiyah Tarbiyatul Wildan Kecamatan Rawamerta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan guru, siswa, dan kepala madrasah sebagai informan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman nilai kebangsaan dalam pembelajaran IPS dilakukan melalui integrasi kearifan lokal yang dikaitkan dengan pengalaman sosial siswa dalam kehidupan sehari-hari. Guru menggunakan strategi pembelajaran kontekstual dengan memanfaatkan budaya lokal sebagai sumber belajar untuk menjelaskan konsep persatuan, kebersamaan, dan kerja sama. Proses pembelajaran tersebut mendorong keterlibatan aktif siswa serta membantu mereka memahami nilai kebangsaan secara lebih konkret. Temuan penelitian ini memberikan implikasi bahwa pemanfaatan kearifan lokal dalam pembelajaran IPS dapat menjadi strategi efektif dalam memperkuat pendidikan karakter dan kesadaran kebangsaan pada siswa pendidikan dasar.
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN MODUL AJAR IPS BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU MADRASAH IBTIDAIYAH Meilia Prehartanti; Rahman Tanjung; Abdul Fatah; Hasan Al Banna; Ahmad Riyadi
ALAINA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): ALAINA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Cendekia Citra Gemilang Scholar Foundation, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/alaina.v3i2.1187

Abstract

Tuntutan Kurikulum Merdeka dalam menginternalisasi nilai budaya lokal di tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) sering kali terhambat oleh keterbatasan kompetensi pedagogik guru dan tingginya ketergantungan pada buku teks komersial. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan menguatkan kompetensi pedagogik guru MI melalui pendampingan penyusunan modul ajar IPS berbasis kearifan lokal. Pendampingan ini menerapkan metode Asset-Based Community Development (ABCD) melalui lima tahapan terintegrasi, yaitu pemetaan aset (discovery), perumusan visi (dream), perencanaan aksi (design), eksekusi pendampingan klinis (destiny/delivery), serta evaluasi (monitoring). Kegiatan ini melibatkan 30 guru IPS MI di Kecamatan Karawang Timur sebagai subjek pendampingan utama yang berlangsung secara intensif selama tiga bulan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi pedagogik guru yang signifikan, ditunjukkan oleh rerata N-Gain Score sebesar 0,70 (kategori tinggi) serta terwujudnya modul ajar IPS yang memenuhi kriteria sangat kontekstual (skor 3,65 dari skala 4). Selain itu, pendekatan ABCD berhasil mendorong lahirnya pranata baru berupa Tim Pengembang Modul Ajar KKG MI dan penguatan peran local leaders di tingkat madrasah. Implikasi dari kegiatan ini menegaskan bahwa pemberdayaan berbasis potensi komunitas tidak hanya menyelesaikan krisis bahan ajar kontekstual secara praktis, melainkan juga mentransformasi kemandirian profesionalisme guru serta memperkokoh pelestarian kearifan lokal melalui jalur pendidikan formal secara berkelanjutan.