Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Keuangan pada Koperasi Kelapa Sawit (KOPSA) Usaha Manunggal Desa Seresam Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri Hulu Khairudin Khairudin; Aris Triyono
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6603

Abstract

Kelapa sawit memiliki peran vital dalam perekonomian Indonesia, melibatkan jutaan petani rakyat. Koperasi Kelapa Sawit Usaha Manunggal (KOPSA UM) di Desa Seresam, Indragiri Hulu, merupakan pilar penting dalam pengelolaan hasil petani. Namun, keberlanjutan dan kemampuan koperasi dalam menyejahterakan anggota sangat bergantung pada kesehatan dan transparansi pengelolaan keuangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja keuangan KOPSA UM pada tahun buku 2023 berdasarkan rasio likuiditas, solvabilitas, dan profitabilitas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan menganalisis data sekunder, yaitu Laporan Posisi Keuangan (Neraca) dan Laporan Hasil Usaha KOPSA Usaha Manunggal tahun 2023. Analisis data dilakukan dengan menghitung rasio-rasio keuangan utama, yang kemudian hasilnya diinterpretasikan dan dibandingkan dengan standar penilaian kinerja koperasi berdasarkan Peraturan Menteri Koperasi dan UKM RI Nomor 06/PER/M.KUKM/V/2006. Hasil analisis menunjukkan bahwa kinerja keuangan KOPSA UM berada dalam kondisi Sangat Tidak Sehat di hampir semua aspek penilaian. Rasio Likuiditas (Current Ratio, Quick Ratio, Cash Ratio): Ketiga rasio (105,71%, 102,30%, 72,81%) berada jauh di bawah batas sehat (200%-250%), menunjukkan kemampuan koperasi dalam memenuhi kewajiban jangka pendek secara mendesak sangat rentan dan kurang memiliki margin keamanan yang memadai. Rasio Solvabilitas (Debt to Asset Ratio & Debt to Equity Ratio): Kedua rasio (80,05% dan 401,28%) juga dikategorikan Sangat Tidak Sehat. Hal ini mengindikasikan ketergantungan yang ekstrem pada utang eksternal untuk membiayai aset, dengan klaim kreditor jauh melebihi modal sendiri (ekuitas). Rasio Profitabilitas (Return on Equity & Return on Assets): Rasio ROE (4,52%) dikategorikan Tidak Sehat, sedangkan ROA (0,90%) dikategorikan Sangat Tidak Sehat (di bawah 1%). Ini menegaskan bahwa aset dan modal yang didanai utang yang tinggi tidak dimanfaatkan secara efisien untuk menghasilkan keuntungan yang memadai. Secara keseluruhan, kinerja keuangan KOPSA UM tahun 2023 berada dalam kondisi Sangat Tidak Sehat. Koperasi menghadapi risiko likuiditas dan solvabilitas yang tinggi, diperparah dengan tingkat efisiensi dan profitabilitas yang sangat rendah. Rekomendasi mendesak adalah restrukturisasi utang, peningkatan modal sendiri, dan audit efisiensi aset secara menyeluruh untuk menjamin keberlanjutan usaha dan peningkatan kesejahteraan anggota.
PENINGKATAN KOMPETENSI MANAJEMEN PENGEMBANGAN USAHA PERTANIAN BAGI SISWA SMK NEGERI RAKIT KULIM KABUPATEN INDRAGIRI HULU Aris Triyono; Hasanudin Hasanudin; Tri Rahayu; Desi Amidasti; Khairudin Khairudin
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Inpress Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i2.56978

Abstract

Kualitas sumber daya manusia pertanian sangat ditentukan oleh keseimbangan antara penguasaan keterampilan teknis dan kemampuan manajerial. Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pertanian umumnya telah memperoleh pembelajaran praktik budidaya, namun masih menghadapi keterbatasan dalam memahami manajemen pengembangan usaha pertanian. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi manajerial siswa SMK Negeri Rakit Kulim, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau melalui kegiatan sosialisasi dan literasi usaha pertanian. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, tanya jawab, dan pemberian modul literasi kewirausahaan. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test, lembar observasi partisipasi, serta penilaian gagasan usaha siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pada seluruh aspek penilaian. Pengetahuan manajemen usaha meningkat dari 56,2 menjadi 82,4, pemahaman perencanaan usaha meningkat dari 54,8 menjadi 80,6, dan wawasan kewirausahaan meningkat dari 58,1 menjadi 84,3. Selain itu, siswa menunjukkan motivasi berwirausaha yang lebih baik, partisipasi aktif selama kegiatan, dan kemampuan awal dalam merancang ide usaha pertanian sederhana. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam mempersiapkan siswa SMK Pertanian sebagai calon pelaku usaha pertanian yang mandiri dan berdaya saing.