Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengaruh Integrasi Artificial Intelligence dan Media YouTube dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam terhadap Prestasi Belajar Siswa di SMK Plus Qurrota A’yun Garut Ahmad Najib Komarudin; Hanafiah Hanafiah; Faiz Karim Fatkhullah
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2666

Abstract

In the increasingly digitalised landscape of vocational education, Islamic Religious Education faces challenges in maintaining methodological relevance and learning effectiveness, particularly within technically oriented schools. This study aims to examine the impact of integrating Artificial Intelligence (AI), optimised through the YouTube platform, on students’ cognitive learning achievement in Islamic Religious Education at SMK Plus Qurrota A’yun, Garut Regency. The research is grounded in the pedagogical transformation required in the Society 5.0 era, where vocational students demand learning approaches aligned with their digital ecosystem while remaining rooted in Islamic spiritual values. A quasi-experimental pretest–posttest control group design was employed, involving 100 Year 11 students divided into an experimental group and a control group. The technological intervention utilised Large Language Models for pedagogical script development and Generative AI for content visualisation, distributed via YouTube. Statistical analysis using an independent t-test revealed a significant post-treatment difference between the two groups. The experimental group demonstrated a substantial increase in mean scores, a large effect size (d = 1.43), and a high level of student engagement. These findings indicate that the integration of AI and YouTube reduces cognitive load when learning abstract religious concepts, enhances information retention, and offers an effective blended learning model. The study concludes by recommending the adoption of adaptive curricula that position technology as a catalyst for religious understanding while preserving the teacher’s authoritative role.ABSTRAKDalam lanskap pendidikan vokasi yang semakin terdigitalisasi, Pendidikan Agama Islam (PAI) menghadapi tantangan relevansi dan efektivitas metodologis, khususnya di sekolah kejuruan yang lekat dengan ekosistem teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh integrasi teknologi Artificial Intelligence (AI) yang dioptimalkan melalui platform YouTube terhadap prestasi belajar kognitif siswa pada mata pelajaran PAI di SMK Plus Qurrota A’yun, Kabupaten Garut. Penelitian dilandasi urgensi transformasi pedagogis di era Society 5.0, yang menuntut pendekatan pembelajaran selaras dengan karakteristik digital siswa tanpa mengabaikan nilai spiritual Islam. Metode yang digunakan adalah kuasi-eksperimental dengan desain pretest–posttest kelompok kontrol, melibatkan 100 siswa kelas XI yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kontrol. Intervensi dilakukan melalui pengembangan video pembelajaran berbasis YouTube yang dioptimalkan menggunakan Large Language Models untuk penyusunan skrip pedagogis dan Generative AI untuk visualisasi konten. Hasil analisis uji-t independen menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok setelah perlakuan, dengan peningkatan skor rata-rata yang tinggi pada kelompok eksperimen serta ukuran efek besar (d = 1,43) dan tingkat keterlibatan siswa yang tinggi. Temuan ini menyimpulkan bahwa integrasi AI dan YouTube efektif dalam menurunkan beban kognitif, meningkatkan retensi pemahaman materi PAI yang abstrak, serta mendukung model blended learning yang adaptif.
Pemanfaatan Teknologi Digital dalam Peningkatan Mutu Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah KejuruanYPIB Tanjungsari Sumedang (Kompetensi Keahlian Farmasi dan Keperawatan) Saepul Rohman; Hanafiah Hanafiah; Faiz Karim Fatkhullah
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2683

Abstract

This study aims to analyze the use of digital technology to improve the quality of Islamic Religious Education (PAI) learning at a Vocational High School (SMK YPIB Tanjungsari Sumedang). The study used a mixed methods approach with a sequential explanatory design. Quantitative data were obtained through a questionnaire of 30 students at SMK YPIB Tanjungsari Sumedang and analyzed using descriptive statistics. Qualitative data were collected through interviews, observations, and documentation, then analyzed thematically. The results indicate that the use of digital technology is in the good category and contributes positively to increasing student motivation, engagement, and understanding in PAI learning. The integration of digital technology, pedagogically and contextually designed, has been proven to improve the quality of PAI learning at SMK YPIB Tanjungsari Sumedang. This study provides practical implications for PAI teachers in developing digital-based learning that is relevant to the characteristics of vocational students. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan teknologi digital dalam peningkatan mutu pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) YPIB Tanjungsari Sumedang. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequential explanatory. Data kuantitatif diperoleh melalui angket terhadap 30 peserta didik SMK YPIB Tanjungsari Sumedang dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital berada pada kategori baik dan berkontribusi positif terhadap peningkatan motivasi, keterlibatan, dan pemahaman peserta didik dalam pembelajaran PAI. Integrasi teknologi digital yang dirancang secara pedagogis dan kontekstual terbukti mampu meningkatkan mutu pembelajaran PAI di SMK YPIB Tanjungsari Sumedang. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi guru PAI dalam mengembangkan pembelajaran berbasis digital yang relevan dengan karakteristik peserta didik vokasional. 
Deep Learning dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran PAI di SMP Kabupaten Sumedang: Studi Kasus di SMP Plus Tanjungsari Supian Munawar; Hanafiah Hanafiah; Faiz Karim Fatkhullah
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2680

Abstract

The quality of Islamic Religious Education (PAI) learning at the junior high school level is often limited to a rote approach (surface learning), thus less encouraging internalization of values and changes in student behavior. Deep learning offers an alternative approach that focuses on in-depth understanding, reflection, and contextual relevance. However, its implementation is often hampered by poorly integrated management factors. This study aims to investigate how the integration of the learning management function (POAC) with deep learning pedagogy can improve the quality of PAI learning in junior high schools. The study used a qualitative approach with a case study design at SMP Plus Tanjungsari, Sumedang. Data were collected through in-depth interviews with the principal and PAI teachers, participant observation, and document study, then analyzed interactively. The implementation of deep learning integrated with the POAC function has been proven to improve the quality of PAI learning holistically. Participatory planning resulted in a Deep Learning Plan (RPM), effective organization through PAI teams and student differentiation, student-centered implementation with active and contextual methods, and comprehensive evaluation covering cognitive, affective, and spiritual aspects. Supporting factors such as the principal's instructional leadership and a flexible curriculum reinforced this success. Improving the quality of Islamic Religious Education (PAI) learning requires synergy between a deep learning pedagogical approach and a structured management framework. The resulting integrative model can serve as a reference for other schools in implementing meaningful and transformative learning.ABSTRAKMutu pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di tingkat SMP masih sering terbatas pada pendekatan hafalan (surface learning), sehingga kurang mendorong internalisasi nilai dan perubahan perilaku siswa. Deep learning menawarkan pendekatan alternatif yang berfokus pada pemahaman mendalam, refleksi, dan keterkaitan kontekstual. Namun, implementasinya sering terkendala oleh faktor manajemen yang kurang terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki bagaimana integrasi antara fungsi manajemen pembelajaran (POAC) dengan pedagogi deep learning dapat meningkatkan mutu pembelajaran PAI di SMP Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di SMP Plus Tanjungsari, Sumedang. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah dan guru PAI, observasi partisipatif, dan studi dokumen, kemudian dianalisis secara interaktif. Implementasi deep learning yang terintegrasi dengan fungsi POAC terbukti meningkatkan mutu pembelajaran PAI secara holistik. Perencanaan partisipatif menghasilkan Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM), pengorganisasian efektif melalui tim PAI dan diferensiasi siswa, pelaksanaan berpusat pada siswa dengan metode aktif dan kontekstual, serta evaluasi komprehensif yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan spiritual. Faktor pendukung seperti kepemimpinan instruksional kepala sekolah dan kurikulum fleksibel memperkuat keberhasilan ini. Peningkatan mutu pembelajaran PAI memerlukan sinergi antara pendekatan pedagogis deep learning dan kerangka manajemen yang terstruktur. Model integratif yang dihasilkan dapat menjadi rujukan bagi sekolah lain dalam mengimplementasikan pembelajaran yang bermakna dan transformatif.
MANAJEMEN SUPERVISI AKADEMIK PENGAWAS UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PAEDAGOGIK GURU MADRASAH (Studi Kasus di Madrasah Tsanawiyah Swasta KBB) Budi Komara; Hanafiah Hanafiah; Faiz Karim Fatkhullah
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2665

Abstract

Background: Academic supervision is a strategic instrument for teacher mentoring and professional development. However, its implementation in private madrasas often faces structural, cultural, and technical constraints, which impact the stagnation of teachers' pedagogical competence improvement. Objectives: This study aims to describe and analyze the management of madrasah supervisors' academic supervision based on the POAC functions (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) and its effectiveness in improving the pedagogical competence of teachers in Private Madrasah Tsanawiyah in West Bandung Regency. Methods: The research used a qualitative approach with a multisite case study method in three private MTs. Data were collected through observation, in-depth interviews with 3 supervisors, 9 teachers, and 3 madrasah principals, and documentation studies. Data analysis followed an interactive thematic analysis model. Results: The findings reveal that the four POAC management functions in academic supervision are not yet optimal. Planning is top-down and lacks needs assessment; organizing is constrained by supervisor-madrasah ratios and time; implementation is dominated by brief observations with normative feedback; and evaluation and follow-up are almost non-existent. Consequently, the impact of supervision on improving teacher pedagogical competence is minimal and only visible in administrative aspects. Conclusions: Academic supervision in the research locus experiences decoupling, where formal activities are separated from the substantive goal of teacher development. Reformulation of policies, restructuring of supervisor workloads, strengthening clinical supervision capacity, and transformation of supervision culture towards collaborative-participatory approaches are needed.ABSTRAKLatar Belakang: Supervisi akademik merupakan instrumen strategis dalam pembinaan dan pengembangan profesional guru. Namun, implementasinya di madrasah swasta sering kali menghadapi kendala struktural, kultural, dan teknis, yang berimplikasi pada stagnasi peningkatan kompetensi pedagogik guru. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis manajemen supervisi akademik pengawas madrasah berdasarkan fungsi POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) serta efektivitasnya dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru Madrasah Tsanawiyah Swasta di Kabupaten Bandung Barat. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus multisitus di tiga MTs swasta. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan 3 pengawas, 9 guru, dan 3 kepala madrasah, serta studi dokumentasi. Analisis data mengikuti model analisis tematik interaktif. Hasil: Temuan penelitian mengungkapkan bahwa keempat fungsi manajemen POAC dalam supervisi akademik belum berjalan optimal. Perencanaan bersifat top-down dan minim analisis kebutuhan; pengorganisasian terkendala rasio pengawas-madrasah dan waktu; pelaksanaan didominasi observasi singkat dengan umpan balik yang normatif; serta evaluasi dan tindak lanjut nyaris tidak ada. Akibatnya, dampak supervisi terhadap peningkatan kompetensi pedagogik guru sangat minimal dan hanya terlihat pada aspek administratif. Kesimpulan: Supervisi akademik di lokus penelitian mengalami decoupling, di mana aktivitas formal terpisah dari tujuan substantif pengembangan guru. Diperlukan reformulasi kebijakan, penataan ulang beban kerja pengawas, penguatan kapasitas supervisi klinis, dan transformasi budaya supervisi menuju kolaboratif-partisipatif.
MANAJEMEN PEMBELAJARAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK MENINGKATKAN AKHLAKUL KARIMAH SISWA MADRASAH DI KOTA SERANG Ade Baijuri; Hanafiah Hanafiah; Faiz Karim Fatkhullah
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2668

Abstract

Background: The potential of local wisdom as a contextual character education medium is immense, yet its implementation in madrasahs in Serang City is suboptimal, impacting the formation of students' Akhlakul Karimah. This study aims to analyze the implementation of local wisdom-based learning management (PBKL) and develop a holistic model to enhance Akhlakul Karimah. Methods: The research used a qualitative approach with a multi-site study design across five madrasahs in Serang City. Data were collected through observation, in-depth interviews, and document study, then analyzed using the interactive model by Miles, Huberman, Saldana. Results: Findings indicate that PBKL implementation is weak across all POAC functions (Planning, Organizing, Actuating, Controlling). The rich values of Banten's local wisdom have not been systematically integrated into the curriculum, learning implementation, and evaluation. The main inhibiting factors are limitations in teacher competence, teaching materials, and an unsupportive school culture. The impact on student morals remains temporary (output), not sustainable (outcome). Conclusion: A holistic and contextual PBKL management model is needed, one that synergistically strengthens all four management functions by making local wisdom the core of integration, not merely an add-on.ABSTRAKLatar Belakang: Potensi kearifan lokal sebagai medium pendidikan karakter yang kontekstual sangat besar, namun implementasinya di madrasah Kota Serang belum optimal, yang berdampak pada pembentukan Akhlakul Karimah siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi manajemen pembelajaran berbasis kearifan lokal (PBKL) dan mengembangkan model holistik untuk meningkatkan Akhlakul Karimah. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi multi-situs di lima madrasah di Kota Serang. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles, Huberman, Saldana. Hasil: Temuan menunjukkan implementasi PBKL lemah dalam seluruh fungsi POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling). Kearifan lokal Banten yang kaya nilai belum terintegrasi secara sistematis ke dalam kurikulum, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi. Faktor penghambat utama adalah keterbatasan kompetensi guru, bahan ajar, dan budaya sekolah yang belum mendukung. Dampak terhadap akhlak siswa masih bersifat temporer (output), belum berkelanjutan (outcome). Kesimpulan: Diperlukan model manajemen PBKL yang holistik dan kontekstual, yang memperkuat keempat fungsi manajemen secara sinergis dengan menjadikan kearifan lokal sebagai inti integrasi, bukan sekadar tempelan.