Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Integrasi Sistem Informasi dan Pendekatan Kebijakan untuk Mencegah Fraud dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional di Indonesia: Tinjauan Literatur Inayyah Nur Fitry Sirajuddin; Fithri Handayani Lubis
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6859

Abstract

Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Indonesia telah menghadapi tantangan signifikan terkait praktik kecurangan (fraud) sejak implementasinya pada tahun 2014. Kajian literatur sistematis ini bertujuan untuk menelaah integrasi antara sistem informasi dan pendekatan kebijakan dalam mencegah fraud pada program JKN. Penelitian ini menganalisis literatur yang ada mengenai mekanisme pencegahan fraud dalam sistem asuransi kesehatan Indonesia, dengan fokus pada peran teknologi informasi dan intervensi kebijakan dalam memerangi praktik kecurangan. Pencarian literatur dilakukan secara sistematis pada berbagai basis data, termasuk PubMed, Scopus, Google Scholar, serta basis data akademik nasional Indonesia, mencakup publikasi antara tahun 2014 hingga 2024. Kata kunci pencarian meliputi kombinasi istilah seperti “ Indonesia”, “ JKN”, “ BPJS”, “ health insurance fraud”, “ information system”, dan “ fraud prevention”. Hasil tinjauan mengidentifikasi beragam bentuk fraud yang memengaruhi program JKN, termasuk kecurangan klaim, pemalsuan identitas, serta pelanggaran yang dilakukan oleh penyedia layanan kesehatan. Intervensi berbasis sistem informasi, seperti pemantauan secara real-time, analisis data, dan sistem verifikasi digital, menunjukkan potensi besar dalam mendeteksi serta mencegah terjadinya fraud. Sementara itu, pendekatan kebijakan seperti kerangka regulasi, sistem sanksi, serta mekanisme koordinasi antar-pemangku kepentingan diidentifikasi sebagai komponen penting dalam strategi pencegahan fraud yang komprehensif. Pendekatan terpadu yang mengombinasikan sistem informasi yang kuat dengan kerangka kebijakan yang efektif menjadi krusial dalam mencegah praktik fraud pada program JKN. Penelitian di masa mendatang perlu difokuskan pada pengembangan solusi berbasis teknologi yang sesuai dengan konteks budaya serta mampu menjawab tantangan unik dalam sistem pelayanan kesehatan Indonesia.
Tuberkulosis Paru Pada Pekerja Dalam Perspektif Kebijakan Kesehatan: Literature Review Fithri Handayani Lubis; Inayyah Nur Fitry Sirajuddin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat global dengan beban yang tinggi pada kelompok usia produktif. Pekerja merupakan kelompok berisiko tinggi terhadap TB paru akibat paparan lingkungan kerja yang tidak sehat serta keterbatasan implementasi kebijakan kesehatan kerja. Dalam konteks tersebut, pengendalian TB pada pekerja perlu ditinjau tidak hanya dari aspek klinis, tetapi juga dari perspektif kebijakan kesehatan. Tujuan: Literature review ini bertujuan untuk mengkaji bukti ilmiah mengenai tuberkulosis paru pada pekerja dalam perspektif kebijakan kesehatan, meliputi beban penyakit, faktor risiko di tempat kerja, kebijakan dan regulasi yang ada, serta tantangan implementasinya. Metode: Penelitian ini merupakan literature review yang disusun berdasarkan pedoman PRISMA 2020 dan PRISMA-S. Pencarian literatur dilakukan pada basis data elektronik utama dan repositori kebijakan menggunakan kata kunci terkait TB, pekerja, kesehatan kerja, dan kebijakan. Artikel yang diikutkan adalah publikasi lima tahun terakhir (≥2021), tersedia full-text, dan membahas TB pada pekerja serta implikasi kebijakan kesehatan. Sintesis data dilakukan secara naratif terstruktur. Hasil: Hasil review menunjukkan bahwa TB paru pada pekerja dipengaruhi oleh faktor individu, kondisi lingkungan kerja, dan kekuatan kebijakan kesehatan kerja. Kelompok pekerja tertentu, seperti tenaga kesehatan dan pekerja tambang, memiliki risiko lebih tinggi terhadap TB. Kebijakan kesehatan kerja yang mengintegrasikan skrining TB, pengendalian infeksi, dan perlindungan sosial terbukti penting dalam menurunkan risiko TB, namun implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan, terutama pada sektor informal dan dalam aspek monitoring kebijakan. Kesimpulan: Tuberkulosis paru pada pekerja merupakan masalah multidimensional yang memerlukan kebijakan kesehatan kerja yang komprehensif, inklusif, dan berbasis bukti. Integrasi program TB dengan kebijakan kesehatan dan keselamatan kerja serta penguatan implementasi kebijakan menjadi kunci dalam pengendalian TB yang berkelanjutan pada populasi pekerja.
Tuberkulosis Paru Pada Pekerja Dalam Perspektif Kebijakan Kesehatan: Literature Review Fithri Handayani Lubis; Inayyah Nur Fitry Sirajuddin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7945

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat global dengan beban yang tinggi pada kelompok usia produktif. Pekerja merupakan kelompok berisiko tinggi terhadap TB paru akibat paparan lingkungan kerja yang tidak sehat serta keterbatasan implementasi kebijakan kesehatan kerja. Dalam konteks tersebut, pengendalian TB pada pekerja perlu ditinjau tidak hanya dari aspek klinis, tetapi juga dari perspektif kebijakan kesehatan. Tujuan: Literature review ini bertujuan untuk mengkaji bukti ilmiah mengenai tuberkulosis paru pada pekerja dalam perspektif kebijakan kesehatan, meliputi beban penyakit, faktor risiko di tempat kerja, kebijakan dan regulasi yang ada, serta tantangan implementasinya. Metode: Penelitian ini merupakan literature review yang disusun berdasarkan pedoman PRISMA 2020 dan PRISMA-S. Pencarian literatur dilakukan pada basis data elektronik utama dan repositori kebijakan menggunakan kata kunci terkait TB, pekerja, kesehatan kerja, dan kebijakan. Artikel yang diikutkan adalah publikasi lima tahun terakhir (≥2021), tersedia full-text, dan membahas TB pada pekerja serta implikasi kebijakan kesehatan. Sintesis data dilakukan secara naratif terstruktur. Hasil: Hasil review menunjukkan bahwa TB paru pada pekerja dipengaruhi oleh faktor individu, kondisi lingkungan kerja, dan kekuatan kebijakan kesehatan kerja. Kelompok pekerja tertentu, seperti tenaga kesehatan dan pekerja tambang, memiliki risiko lebih tinggi terhadap TB. Kebijakan kesehatan kerja yang mengintegrasikan skrining TB, pengendalian infeksi, dan perlindungan sosial terbukti penting dalam menurunkan risiko TB, namun implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan, terutama pada sektor informal dan dalam aspek monitoring kebijakan. Kesimpulan: Tuberkulosis paru pada pekerja merupakan masalah multidimensional yang memerlukan kebijakan kesehatan kerja yang komprehensif, inklusif, dan berbasis bukti. Integrasi program TB dengan kebijakan kesehatan dan keselamatan kerja serta penguatan implementasi kebijakan menjadi kunci dalam pengendalian TB yang berkelanjutan pada populasi pekerja.
The Sociodemographic Factors and Accessibility in Utilizing the Maternal and Child Health Handbook for Monitoring Under-Five Children in North Sumatera Syafrina Ulfah; Fithri Handayani Lubis; Kiki Rismadi; Diza Fathamira Hamzah
Journal Medical Informatics Technology Volume 4 No. 2, June 2026
Publisher : SAFE-Network

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37034/medinftech.v4i2.149

Abstract

Utilization of the Maternal and Child Health (MCH) Handbook plays a crucial role in monitoring the health and development of children under five years of age; however, its uptake remains suboptimal. According to the 2023 Indonesian Health Survey (SKI), MCH Handbook utilization for under-five growth monitoring in North Sumatra Province was only 67.9%, below the national average of 74.4%. This study aimed to analyze the influence of sociodemographic factors and healthcare accessibility on MCH Handbook utilization for under-five child monitoring in North Sumatra Province. A cross-sectional design was employed using secondary data from the 2023 SKI. The study sample comprised 4,164 under-five children who owned or had previously owned an MCH Handbook in North Sumatra. Data were analyzed through univariate frequency distribution, bivariate chi-square testing, and multivariate multiple logistic regression using the backward stepwise (likelihood ratio) method. The multivariate analysis demonstrated that health insurance ownership (AOR = 1.389; 95% CI = 1.215–1.587), maternal education (AOR = 1.326; 95% CI = 1.107–1.588), maternal age (AOR = 1.163; 95% CI = 1.009–1.339), and maternal employment (AOR = 1.161; 95% CI = 1.007–1.338) were significant positive predictors of MCH Handbook utilization, while longer travel time to health facilities (AOR = 0.690; 95% CI = 0.503–0.946) was inversely associated. Area classification was not statistically significant. These findings underscore the need for sustained health education targeting mothers, maintenance of universal health insurance coverage, and strengthening of community-based health services particularly posyandu to optimize MCH Handbook utilization in North Sumatra.