Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perceraian di Luar Pengadilan dalam Fiqh Kontemporer dan Implikasinya Terhadap Perlindungan Hak Perempuan dan Hak Anak Aripin Marpaung; Rusman Harahap; Niko Irwanda Sipahutar; Umairoh Adawiyah Siregar; Zaqi Asshiddqy
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6879

Abstract

Perceraian di luar pengadilan masih banyak dilakukan karena dianggap sah secara agama dan lebih mudah dilaksanakan. Namun, praktik ini sering menimbulkan berbagai persoalan, terutama yang berkaitan dengan perlindungan hak perempuan dan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perceraian di luar pengadilan dalam perspektif fikih kontemporer serta menganalisis dampaknya terhadap perlindungan hak perempuan dan anak. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan menelaah buku, artikel ilmiah, dan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan perceraian dan hukum keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceraian di luar pengadilan cenderung menimbulkan ketidakpastian hukum, terutama bagi perempuan yang kehilangan hak nafkah dan perlindungan pasca-perceraian. Anak-anak juga berisiko tidak mendapatkan hak nafkah dan pengasuhan yang layak karena tidak adanya keputusan hukum yang jelas. Dalam pandangan fikih kontemporer, perceraian perlu dilihat dari dampaknya dalam kehidupan nyata, bukan hanya dari sah atau tidaknya ucapan talak. Oleh karena itu, perceraian melalui pengadilan dipandang penting sebagai upaya melindungi hak perempuan dan anak serta menjaga keadilan dalam kehidupan keluarga.
Analisis Terhadap Perjodohan Berdasarkan Prinsip Sukarela Dalam Pernikahan Menurut Hukum Positif Di Indonesia Citra Adelia Damanik; Dea Nabila Zuhana Damanik; Intan Andira; Umairoh Adawiyah Siregar; Shobariah Shobariah
Jurnal Kajian Hukum Dan Kebijakan Publik | E-ISSN : 3031-8882 Vol. 2 No. 3 (2024): November - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/4f8w3q47

Abstract

      Penelitian ini menganalisis praktik perjodohan dalam pernikahan dengan mengacu pada prinsip sukarela sebagaimana diatur dalam hukum positif di Indonesia. Perjodohan merupakan tradisi yang masih dipraktikkan di berbagai daerah, namun sering kali menimbulkan perdebatan terkait kesesuaiannya dengan asas kebebasan memilih pasangan yang dijamin oleh Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan ketentuan Pasal 28B ayat (1) UUD 1945. Kajian ini bertujuan untuk menilai sejauh mana perjodohan dapat dianggap sah secara hukum jika dilakukan tanpa pelanggaran terhadap prinsip sukarela. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif dengan analisis terhadap peraturan perundang-undangan dan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perjodohan dapat diterima selama pihak-pihak yang terlibat memberikan persetujuan tanpa paksaan, sesuai dengan prinsip kesetaraan dan kebebasan individu dalam memilih pasangan hidup. Temuan ini menegaskan pentingnya penegakan hukum dan edukasi masyarakat mengenai hak-hak individu dalam pernikahan untuk mencegah praktik-praktik yang melanggar asas sukarela.