Janna Aulia
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mahar Sebagai Tanda Cinta Pespektif Hadis Dan Solusi Atas Fenomena Menunda Pernikahan Di Era Modern Janna Aulia; Lukmanul Hakim
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6985

Abstract

Mahar adalah sesuatu pemberian yang wajib menurut mayoritas ulama, sehingga dalam pernikahan diwajibkan seorang suami untuk memberikan mahar kepada istrinya. Fenomena menunda pernikahan pada generasi modern, khususnya Generasi Z, semakin meningkat seiring dengan perubahan sosial, ekonomi, dan budaya. Salah satu faktor yang turut berpengaruh adalah persepsi mengenai mahar dan biaya pernikahan yang dianggap semakin tinggi dan memberatkan. Dalam tradisi Islam, mahar bukanlah simbol transaksi atau beban material, melainkan tanda cinta, penghormatan, dan ketulusan dari seorang laki-laki kepada perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep mahar sebagai bentuk cinta dalam perspektif hadis dan mengkaji relevansinya sebagai solusi terhadap kecenderungan menunda pernikahan di era modern. Dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research), data dikumpulkan dari hadis-hadis terkait mahar, literatur hukum perkawinan Islam, serta penelitian-penelitian kontemporer mengenai tren pernikahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis-hadis Nabi menekankan kesederhanaan mahar, kemudahan dalam akad nikah, serta pentingnya menghindari tuntutan berlebihan yang dapat menghambat pernikahan. Nilai kesederhanaan dan keikhlasan yang terkandung dalam konsep mahar menurut hadis dapat menjadi pendekatan solutif untuk mengurangi hambatan finansial dan psikologis yang dihadapi generasi modern. Dengan mengembalikan mahar kepada makna syar’inya sebagai tanda cinta dan bukan sebagai simbol kemewahan, fenomena menunda pernikahan dapat diminimalisir, sekaligus memperkuat tujuan pernikahan dalam ajaran Islam
Kontribusi Muhammad bin Ishaq Ibnu Khuzaimah dalam Pengembangan Literatur Hadis melalui Shahih Ibnu Khuzaimah Janna Aulia; Ilyas Husti
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.11987

Abstract

Shahih Ibnu Khuzaimah merupakan salah satu kitab hadis yang memiliki kedudukan penting dalam khazanah literatur hadis Islam. Kitab ini disusun oleh Imam Ibnu Khuzaimah dengan tujuan menghimpun hadis-hadis yang dinilai sahih berdasarkan standar kritik hadis yang diterapkannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejarah penulisan, sistematika, kedudukan, serta kelebihan dan kekurangan kitab Shahih Ibnu Khuzaimah. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui penelaahan berbagai literatur yang berkaitan dengan kitab tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Shahih Ibnu Khuzaimah disusun berdasarkan metode abwab al-fiqh yang memudahkan pembaca dalam menemukan hadis sesuai tema pembahasan. Kitab ini menempati posisi penting setelah Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim, meskipun sebagian hadis di dalamnya masih menjadi objek kritik dan kajian para ulama. Di samping memiliki keunggulan berupa ketelitian penyusun dan sistematika yang teratur, kitab ini juga memiliki beberapa kelemahan, seperti adanya hadis yang diperselisihkan kualitasnya serta naskah yang tidak sampai secara utuh kepada generasi sekarang. Oleh karena itu, Shahih Ibnu Khuzaimah tetap menjadi salah satu rujukan penting dalam studi hadis dan kajian kritik hadis.